Penjualan Mobil Juli 2026 Kembali Membaik, Tumbuh 3,6 Persen
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Skandal uji mesin diesel Toyota Fortuner buatan Indonesia hanya untuk versi ekspor ke kawasan Timur Tengah
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pada 29 Januari 2024 Toyota mengumumkan telah terjadi penyimpangan uji mesin diesel di sejumlah kendaraan. Sehingga mengakibatkan performa mesin tidak sesuai standar yang sudah ditetapkan perusahaan.
Ada tiga mesin diesel terlibat dan salah satunya adalah 1GD pada Toyota Fortuner buatan PT Toyota Manufacturing Indonesia (TMMIN). Namun mereka menegaskan bahwa unit di Tanah Air tidak terdampak.
“Jadi ini masalahnya adalah homologasi dan bukan Quality and Safety. Untuk model di Indonesia tidak terdampak, hanya sebagian yang diekspor ke Timur Tengah saja terkena,” Bob Azzam, Wakil Presiden Direktur TMMIN pada KatadataOTO.
Lebih lanjut ia pun memastikan bahwa performa kendaraan masih sesuai standar dan tetap bisa diandalkan. Sehingga diharapkan masyarakat Indonesia masih bisa tenang untuk menggunakan kendaraannya.
“Isu ini berkaitan dengan prosedur sertifikasi di beberapa negara selain Indonesia dan tidak berkaitan maupun mempengaruhi kinerja horsepower, torsi maupun kinerja mesin lainnya. Masalah ini juga tidak berkaitan maupun mempengaruhi keamanan kendaraan serta besaran emisi yang dihasilkan,” tegasnya kemudian.
Pabrikan asal Jepang ini pun memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman kendaraan mobil yang terlibat dalam skandal uji mesin diesel Toyota. Mereka juga akan memberikan penjelasan ke pemerintah terkait masalah ini termasuk melakukan perbaikan dalam pengujian.
Restrukturisasi bisnis serta reformasi budaya kerja juga akan dilakukan perusahaan secara drastis namun hal tersebut membutuhkan waktu.
Sebelumnya diberitakan bahwa telah terjadi penyimpangan prosedur pengujian mesin diesel Toyota sampai berdampak ke beberapa model dunia. Dalam penyelidikan ditemukan bahwa ada kejanggalan output tenaga untuk sertifikasi tiga mesin diesel.
Selama pengujian kinerja mesin diukur menggunakan ECU, dengan perangkat lunak berbeda dari yang digunakan pada produksi massal sehingga hasilnya terlihat lebih baik.
Toyota pun mengklaim telah memverifikasi ulang produk produksi massal mereka, memastikan bahwa mesin maupun kendaraan tedampak masih memenuhi standar. Oleh sebab itu pabrikan tidak menghentikan penggunaan jantung pacunya.
“Namun kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan dan seluruh stakeholders atas ketidaknyamanan serta kekhawatiran yang ditimbulkan,” tulis Toyota dalam keterangan resminya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
05 Agustus 2026, 22:00 WIB
04 Agustus 2026, 20:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda