Test Drive Toyota Veloz Hybrid, Pilihan Buat yang Males Ngecharge
23 September 2026, 17:49 WIB
Skandal uji mesin diesel Toyota Fortuner buatan Indonesia hanya untuk versi ekspor ke kawasan Timur Tengah
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pada 29 Januari 2024 Toyota mengumumkan telah terjadi penyimpangan uji mesin diesel di sejumlah kendaraan. Sehingga mengakibatkan performa mesin tidak sesuai standar yang sudah ditetapkan perusahaan.
Ada tiga mesin diesel terlibat dan salah satunya adalah 1GD pada Toyota Fortuner buatan PT Toyota Manufacturing Indonesia (TMMIN). Namun mereka menegaskan bahwa unit di Tanah Air tidak terdampak.
“Jadi ini masalahnya adalah homologasi dan bukan Quality and Safety. Untuk model di Indonesia tidak terdampak, hanya sebagian yang diekspor ke Timur Tengah saja terkena,” Bob Azzam, Wakil Presiden Direktur TMMIN pada KatadataOTO.
Lebih lanjut ia pun memastikan bahwa performa kendaraan masih sesuai standar dan tetap bisa diandalkan. Sehingga diharapkan masyarakat Indonesia masih bisa tenang untuk menggunakan kendaraannya.
“Isu ini berkaitan dengan prosedur sertifikasi di beberapa negara selain Indonesia dan tidak berkaitan maupun mempengaruhi kinerja horsepower, torsi maupun kinerja mesin lainnya. Masalah ini juga tidak berkaitan maupun mempengaruhi keamanan kendaraan serta besaran emisi yang dihasilkan,” tegasnya kemudian.
Pabrikan asal Jepang ini pun memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman kendaraan mobil yang terlibat dalam skandal uji mesin diesel Toyota. Mereka juga akan memberikan penjelasan ke pemerintah terkait masalah ini termasuk melakukan perbaikan dalam pengujian.
Restrukturisasi bisnis serta reformasi budaya kerja juga akan dilakukan perusahaan secara drastis namun hal tersebut membutuhkan waktu.
Sebelumnya diberitakan bahwa telah terjadi penyimpangan prosedur pengujian mesin diesel Toyota sampai berdampak ke beberapa model dunia. Dalam penyelidikan ditemukan bahwa ada kejanggalan output tenaga untuk sertifikasi tiga mesin diesel.
Selama pengujian kinerja mesin diukur menggunakan ECU, dengan perangkat lunak berbeda dari yang digunakan pada produksi massal sehingga hasilnya terlihat lebih baik.
Toyota pun mengklaim telah memverifikasi ulang produk produksi massal mereka, memastikan bahwa mesin maupun kendaraan tedampak masih memenuhi standar. Oleh sebab itu pabrikan tidak menghentikan penggunaan jantung pacunya.
“Namun kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan dan seluruh stakeholders atas ketidaknyamanan serta kekhawatiran yang ditimbulkan,” tulis Toyota dalam keterangan resminya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 September 2026, 17:49 WIB
21 September 2026, 15:43 WIB
02 September 2026, 15:00 WIB
02 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota