Biaya Pertamax Full Tank buat MPV, Innova Zenix Rp 800 Ribuan
12 Juni 2026, 15:00 WIB
Skandal uji mesin diesel Toyota Fortuner buatan Indonesia hanya untuk versi ekspor ke kawasan Timur Tengah
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pada 29 Januari 2024 Toyota mengumumkan telah terjadi penyimpangan uji mesin diesel di sejumlah kendaraan. Sehingga mengakibatkan performa mesin tidak sesuai standar yang sudah ditetapkan perusahaan.
Ada tiga mesin diesel terlibat dan salah satunya adalah 1GD pada Toyota Fortuner buatan PT Toyota Manufacturing Indonesia (TMMIN). Namun mereka menegaskan bahwa unit di Tanah Air tidak terdampak.
“Jadi ini masalahnya adalah homologasi dan bukan Quality and Safety. Untuk model di Indonesia tidak terdampak, hanya sebagian yang diekspor ke Timur Tengah saja terkena,” Bob Azzam, Wakil Presiden Direktur TMMIN pada KatadataOTO.
Lebih lanjut ia pun memastikan bahwa performa kendaraan masih sesuai standar dan tetap bisa diandalkan. Sehingga diharapkan masyarakat Indonesia masih bisa tenang untuk menggunakan kendaraannya.
“Isu ini berkaitan dengan prosedur sertifikasi di beberapa negara selain Indonesia dan tidak berkaitan maupun mempengaruhi kinerja horsepower, torsi maupun kinerja mesin lainnya. Masalah ini juga tidak berkaitan maupun mempengaruhi keamanan kendaraan serta besaran emisi yang dihasilkan,” tegasnya kemudian.
Pabrikan asal Jepang ini pun memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman kendaraan mobil yang terlibat dalam skandal uji mesin diesel Toyota. Mereka juga akan memberikan penjelasan ke pemerintah terkait masalah ini termasuk melakukan perbaikan dalam pengujian.
Restrukturisasi bisnis serta reformasi budaya kerja juga akan dilakukan perusahaan secara drastis namun hal tersebut membutuhkan waktu.
Sebelumnya diberitakan bahwa telah terjadi penyimpangan prosedur pengujian mesin diesel Toyota sampai berdampak ke beberapa model dunia. Dalam penyelidikan ditemukan bahwa ada kejanggalan output tenaga untuk sertifikasi tiga mesin diesel.
Selama pengujian kinerja mesin diukur menggunakan ECU, dengan perangkat lunak berbeda dari yang digunakan pada produksi massal sehingga hasilnya terlihat lebih baik.
Toyota pun mengklaim telah memverifikasi ulang produk produksi massal mereka, memastikan bahwa mesin maupun kendaraan tedampak masih memenuhi standar. Oleh sebab itu pabrikan tidak menghentikan penggunaan jantung pacunya.
“Namun kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan dan seluruh stakeholders atas ketidaknyamanan serta kekhawatiran yang ditimbulkan,” tulis Toyota dalam keterangan resminya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
05 Juni 2026, 14:06 WIB
05 Juni 2026, 09:00 WIB
04 Juni 2026, 19:34 WIB
Terkini
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
30 Juni 2026, 06:37 WIB
Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi
29 Juni 2026, 21:05 WIB
Veda Ega Pratama mengaku kecewa karena mengalami kecelakaan dan tidak menyelesaikan Moto3 Belanda 2026
29 Juni 2026, 16:00 WIB
Usai balapan di Belanda, Martin berhasil menempati puncak klasemen sementara MotoGP 2026 dengan 193 poin