Prediksi Mobil Baru yang Masuk Indonesia di 2026: Bagian 1
27 Desember 2025, 09:00 WIB
Mesin diesel Toyota telah melanggar prosedur pengujian sehingga harus dilakukan investigasi lebih lanjut
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Toyota umumkan telah terjadi penyimpangan prosedur pengujian mesin diesel dan berdampak pada beberapa model dunia. Kejadian ini tentu cukup disayangkan karena mereka baru saja menjadi pabrikan otomotif terbesar di dunia.
Toyota Industries Corporation atau TICO menyampaikan pada Toyota Motor Corporation (Toyota) bahwa ada laporan dari komite investigasi khusus. Di dalamnya disampaikan untuk menyelidiki potensi ketidaksesuaian sertifikasi emisi dalam negeri pada beberapa mesin.
Dalam penyelidikan pun ditemukan bahwa ada kejanggalan output tenaga untuk sertifikasi tiga mesin diesel Toyota. Selama pengujian kinerja mesin diukur menggunakan ECU dengan perangkat lunak berbeda dari yang digunakan pada produksi massal sehingga hasilnya terlihat lebih baik.
Setidaknya ada 10 model menggunakan jantung pacu tersebut dan terkena dampaknya secara langsung. Salah satunya adalah mesin itu adalah 1GD pada Toyota Fortuner buatan PT Toyota Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Toyota pun mengklaim telah memverifikasi ulang produk produksi massal mereka dan memastikan bahwa mesin maupun kendaraan yang tedampak tetap memenuhi standar. Oleh sebab itu pabrikan tidak menghentikan penggunaan jantung pacunya.
“Namun kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan dan seluruh stakeholders atas ketidaknyamanan serta kekhawatiran yang ditimbulkan,” tulis Toyota dalam keterangan resminya.
TICO pun telah memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman mesin serta kendaraan yang terkena dampak. Toyota pun berkomitmen akan memberi penjelasan rinci pada pihak berwenang dan mengambil tindakan guna mengatasi masalah.
Sementara itu Bob Azzam, Wakil Presiden Direktur TMMIN mengungkap bahwa kekurangtepatan prosedur sertifikasi tidak berdampak pada kendaraan di Indonesia.
“Jadi ini masalahnya adalah homologasi bukan Quality and Safety. Untuk model di Indonesia tidak terdampak, hanya sebagian ekspor ke Timur Tengah terdampak,” ungkapnya pada KatadataOTO (30/01).
Ia pun menegaskan bahwa masalah ini tidak mempengaruhi keamanan serta besaran emisi kendaraan. Sehingga masyarakat bisa tetap tenang untuk menggunakan mobil bermesin diesel Toyota.
Meski demikian Toyota Indonesia tetap meminta maaf secara tulus kepada seluruh pelanggan di Indonesia atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang ditimbulkan oleh isu ini.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 Desember 2025, 09:00 WIB
23 Desember 2025, 18:00 WIB
22 Desember 2025, 19:00 WIB
20 Desember 2025, 16:38 WIB
20 Desember 2025, 07:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat
31 Desember 2025, 16:00 WIB
Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026
31 Desember 2025, 15:00 WIB
Strategi membanting harga mobil listrik di Cina diprediksi masih akan berlangsung beberapa tahun mendatang