Koleksi Kendaraan Jerome Polin, Ada Denza D9
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Invasi Rusia tidak hanya membuat harga minyak melambung, namun harga nikel meroket sehingga akan mengkerek banderol mobil listrik
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan drastis pasca invasi Rusia ke Ukraina. Hal ini tentunya berimbas pada naiknya berbagai hasil olahan minyak mentah seperti bensin atau BBM misalnya.
Perang Rusia – Ukraina yang berlangsung sejak 24 Februari 2022 membuat dunia kewalahan mengatur harga barang-barang komoditas. Tidak hanya bensin, dilansir Carscoops harga nikel meroket juga pasca perang.
Dilaporkan dari CNBC, London Metal Exchange menangguhkan perdagangan nikel. Hal ini dilakukan karena harga nikel telah naik lebih dari dua kali lipat dari kontrak tiga bulan menjadi $ 100.000 per ton.
Naiknya harga nikel menjadi masalah serius tentunya bagi pembuat mobil listrik. Mobil ramah lingkungan tersebut menggunakan nikel sebagai salah satu bahan utama baterai.
Baterai lithium-ion yang digunakan mobil listrik dibuat dengan sangat mengandalkan nikel. Tidak heran Indonesia yang kaya akan nikel berhasrat untuk bisa menjadi pemain utama pembuatan baterai mobil listrik.
Pada Senin, Morgan Stanley telah memperingatkan bahwa kenaikan harga nikel mencapai 67.2 persen hanya hari ini. Kenaikan harga nikel akhirnya semakin meroket pada hari-hari setelahnya.
Hal ini dinilai mengkhawatirkan karena mobil listrik tengah berkembang pesat secara global. Berbagai inovasi disematkan untuk kian menyempurnakan performa mobil listrik.
Masalah utama mobil listrik adalah daya jelajah, durasi pengisian baterai hingga harga yang mahal.
Di Indonesia sendiri harga mobil listrik masih selangit. Artinya mobil listrik di Tanah Air baru bisa menjangkau kaum borjuis yang memiliki dana tidak terbatas.
Meskipun ada yang harga jualnya di bawah Rp1 miliar misalnya, mobil listrik tetap tidak bisa terjangkau konsumen pada umumnya. Kendaraan bertenaga listrik membutuhkan daya yang besar untuk pengisian daya kembali.
Pemilik mobil listrik harus memiliki daya listrik yang besar di rumah, agar bisa mengisi ulang baterai sesuai rekomendasi pabrikan. Jika tidak durasi pengisian akan terlalu lama dan berpotensi merusak komponen.
Naiknya harga nikel di dunia akan menjadi tantangan baru bagi para produsen kendaraan listrik. Karena secara pasti mereka harus mengkerek harga jual mobil listrik buatannya.
Baru-baru ini tersiar kabar bahwa akhirnya Rusia sepakat untuk melakukan gencatan senjata untuk sekian kalinya. Ini merupakan kabar baik karena dampak perang kedua negara sudah mulai merangsek ke berbagai hal.
Semoga dengan adanya gencatan senjata, perang benar-benar berakhir sehingga harga minyak mentah dan nikel kembali normal.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Februari 2026, 19:00 WIB
14 Februari 2026, 12:00 WIB
14 Februari 2026, 10:30 WIB
14 Februari 2026, 07:00 WIB
13 Februari 2026, 19:22 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026