Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Invasi Rusia tidak hanya membuat harga minyak melambung, namun harga nikel meroket sehingga akan mengkerek banderol mobil listrik
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan drastis pasca invasi Rusia ke Ukraina. Hal ini tentunya berimbas pada naiknya berbagai hasil olahan minyak mentah seperti bensin atau BBM misalnya.
Perang Rusia – Ukraina yang berlangsung sejak 24 Februari 2022 membuat dunia kewalahan mengatur harga barang-barang komoditas. Tidak hanya bensin, dilansir Carscoops harga nikel meroket juga pasca perang.
Dilaporkan dari CNBC, London Metal Exchange menangguhkan perdagangan nikel. Hal ini dilakukan karena harga nikel telah naik lebih dari dua kali lipat dari kontrak tiga bulan menjadi $ 100.000 per ton.
Naiknya harga nikel menjadi masalah serius tentunya bagi pembuat mobil listrik. Mobil ramah lingkungan tersebut menggunakan nikel sebagai salah satu bahan utama baterai.
Baterai lithium-ion yang digunakan mobil listrik dibuat dengan sangat mengandalkan nikel. Tidak heran Indonesia yang kaya akan nikel berhasrat untuk bisa menjadi pemain utama pembuatan baterai mobil listrik.
Pada Senin, Morgan Stanley telah memperingatkan bahwa kenaikan harga nikel mencapai 67.2 persen hanya hari ini. Kenaikan harga nikel akhirnya semakin meroket pada hari-hari setelahnya.
Hal ini dinilai mengkhawatirkan karena mobil listrik tengah berkembang pesat secara global. Berbagai inovasi disematkan untuk kian menyempurnakan performa mobil listrik.
Masalah utama mobil listrik adalah daya jelajah, durasi pengisian baterai hingga harga yang mahal.
Di Indonesia sendiri harga mobil listrik masih selangit. Artinya mobil listrik di Tanah Air baru bisa menjangkau kaum borjuis yang memiliki dana tidak terbatas.
Meskipun ada yang harga jualnya di bawah Rp1 miliar misalnya, mobil listrik tetap tidak bisa terjangkau konsumen pada umumnya. Kendaraan bertenaga listrik membutuhkan daya yang besar untuk pengisian daya kembali.
Pemilik mobil listrik harus memiliki daya listrik yang besar di rumah, agar bisa mengisi ulang baterai sesuai rekomendasi pabrikan. Jika tidak durasi pengisian akan terlalu lama dan berpotensi merusak komponen.
Naiknya harga nikel di dunia akan menjadi tantangan baru bagi para produsen kendaraan listrik. Karena secara pasti mereka harus mengkerek harga jual mobil listrik buatannya.
Baru-baru ini tersiar kabar bahwa akhirnya Rusia sepakat untuk melakukan gencatan senjata untuk sekian kalinya. Ini merupakan kabar baik karena dampak perang kedua negara sudah mulai merangsek ke berbagai hal.
Semoga dengan adanya gencatan senjata, perang benar-benar berakhir sehingga harga minyak mentah dan nikel kembali normal.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan