Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Invasi Rusia tidak hanya membuat harga minyak melambung, namun harga nikel meroket sehingga akan mengkerek banderol mobil listrik
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan drastis pasca invasi Rusia ke Ukraina. Hal ini tentunya berimbas pada naiknya berbagai hasil olahan minyak mentah seperti bensin atau BBM misalnya.
Perang Rusia – Ukraina yang berlangsung sejak 24 Februari 2022 membuat dunia kewalahan mengatur harga barang-barang komoditas. Tidak hanya bensin, dilansir Carscoops harga nikel meroket juga pasca perang.
Dilaporkan dari CNBC, London Metal Exchange menangguhkan perdagangan nikel. Hal ini dilakukan karena harga nikel telah naik lebih dari dua kali lipat dari kontrak tiga bulan menjadi $ 100.000 per ton.
Naiknya harga nikel menjadi masalah serius tentunya bagi pembuat mobil listrik. Mobil ramah lingkungan tersebut menggunakan nikel sebagai salah satu bahan utama baterai.
Baterai lithium-ion yang digunakan mobil listrik dibuat dengan sangat mengandalkan nikel. Tidak heran Indonesia yang kaya akan nikel berhasrat untuk bisa menjadi pemain utama pembuatan baterai mobil listrik.
Pada Senin, Morgan Stanley telah memperingatkan bahwa kenaikan harga nikel mencapai 67.2 persen hanya hari ini. Kenaikan harga nikel akhirnya semakin meroket pada hari-hari setelahnya.
Hal ini dinilai mengkhawatirkan karena mobil listrik tengah berkembang pesat secara global. Berbagai inovasi disematkan untuk kian menyempurnakan performa mobil listrik.
Masalah utama mobil listrik adalah daya jelajah, durasi pengisian baterai hingga harga yang mahal.
Di Indonesia sendiri harga mobil listrik masih selangit. Artinya mobil listrik di Tanah Air baru bisa menjangkau kaum borjuis yang memiliki dana tidak terbatas.
Meskipun ada yang harga jualnya di bawah Rp1 miliar misalnya, mobil listrik tetap tidak bisa terjangkau konsumen pada umumnya. Kendaraan bertenaga listrik membutuhkan daya yang besar untuk pengisian daya kembali.
Pemilik mobil listrik harus memiliki daya listrik yang besar di rumah, agar bisa mengisi ulang baterai sesuai rekomendasi pabrikan. Jika tidak durasi pengisian akan terlalu lama dan berpotensi merusak komponen.
Naiknya harga nikel di dunia akan menjadi tantangan baru bagi para produsen kendaraan listrik. Karena secara pasti mereka harus mengkerek harga jual mobil listrik buatannya.
Baru-baru ini tersiar kabar bahwa akhirnya Rusia sepakat untuk melakukan gencatan senjata untuk sekian kalinya. Ini merupakan kabar baik karena dampak perang kedua negara sudah mulai merangsek ke berbagai hal.
Semoga dengan adanya gencatan senjata, perang benar-benar berakhir sehingga harga minyak mentah dan nikel kembali normal.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru