Jaecoo Komitmen Percepat Pengiriman J5 EV ke Konsumen
30 September 2026, 15:34 WIB
Tesla Roadster telah berada di luar angkasa selama 4 tahun dan dikatakan sudah semakin dekat dengan planet mars
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Tesla Roadster yang diluncurkan pada Februari 2018 kerap dianggap mobil paling kencang di jagad bumi. Mobil sport bertenaga listrik ini telah diterbangkan ke luar angkasa sejak 2018 hingga saat ini dan dikabarkan sudah mendekati planet Mars.
Mobil yang diluncurkan ke luar angkasa bersama SpaceX Falcon Heavy rocket ini dikabarkan telah menempuh jarak 377 juta km dari bumi. DIkutip dari Carscoops, mobil listrik berperforma tersebut bergerak dengan kecepatan 3.731 mph atau setara 6.005 km per jam.
Data yang diambil dari sebuah situs yang diciptakan untuk melacak mobil menggunakan data NASA, Tesla Roadster kini sudah semakin mendekati planet Mars.
Disebutkan bahwa saat ini tesla Roadster tersebut sudah berjarak kurang dari 200 juta mil atau setara 320 juta km dari Mars. Selama 4 tahun di luar angkasa, mobil listrik tersebut telah menempuh jarak hampir dua miliar mil dan menyelesaikan lebih dari 2.62 orbit mengelilingi matahari.
Tidak hanya meluncurkan mobil ke luar angkasa demi misinya mencapai Mars. Tesla juga menyematkan boneka manekin di dalam kursi pengendara lengkap dengan baju astronotnya dan dinamakan starman.
Tesla Roadster yang berangkat dari bumi dalam keadaan utuh, mungkin sudah rusak dalam perjalanannya. Di luar angkasa sana, mobil tersebut bisa saja tertabrak oleh benda asing seperti meteor.
Hal ini diungkapkan Jonathan McDowwell, Astronomer di Harvard Smithsonian Center for ASstrophysics kepada CNN, seperti dikutip Carscoops.
“Kondisinya mungkin masih utuh, namun pasti ada beberapa bagian yang rusak karena dihantam meteor. Wajar saja karena mobil telah berada di sana selama empat tahun,” katanya.
Meskipun penerbangan Tesla Roadster menjadi salah satu mega proyek bagi perusahaan milik Elon Musk ini. Namun beberapa pengamat menyatakan bahwa proyek ini tidak ada gunanya bahkan menganggapnya sebagai sampah.
“Tidak banyak nilai ilmiah yang bisa didapatkan dalam mempelajari mobil tersebut. Pada akhirnya ini adalah proyek besar yang mahal namun menjadi sampah di luar angkasa,” ungkap Profesor Hanno Rein, of Astrophysics Universitas Toronto.
Sebuah makalah yang diterbitkan beberapa hari setelah mobil diluncurkan ke luar angkasa, mencatat mobil akan bertabrakan dengan bumi 15 juta tahun mendatang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 September 2026, 15:34 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
28 September 2026, 17:49 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
Terkini
01 Oktober 2026, 07:00 WIB
Martin bertekad tampil maksimal di MotoGP Jepang 2026 dan mempertahankan tempatnya di klasemen sementara
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Awal bulan menjadi waktu yang tepat untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara di SIM keliling Bandung
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade pengoperasian sistem ganjil genap Jakarta, disebut masih cukup relevan mengatur lalu lintas
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mengawali Oktober 2026, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda
30 September 2026, 22:20 WIB
Shell Lubricants berhasil mempertahankan prestasinya dalam penjualan yan berada di puncak selama dua dekade
30 September 2026, 20:53 WIB
Astra Daihatsu Motor mengklaim berhasil mencatatkan penjualan 4.156 baru di Solo, Semarang dan sekitarnya
30 September 2026, 17:00 WIB
Belum ada kepastian perubahan aturan, namun penerapan ganjil genap Jakarta akan dievaluasi setelah satu dekade
30 September 2026, 15:34 WIB
Mobil listrik Jaecoo J5 EV tuai respons positif, waktu tunggunya sempat mengular dan tembus satu bulan