Chery QQ3 EV Meluncur, Rival Aion UT Harga Rp 100 Jutaan
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Tesla Roadster telah berada di luar angkasa selama 4 tahun dan dikatakan sudah semakin dekat dengan planet mars
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Tesla Roadster yang diluncurkan pada Februari 2018 kerap dianggap mobil paling kencang di jagad bumi. Mobil sport bertenaga listrik ini telah diterbangkan ke luar angkasa sejak 2018 hingga saat ini dan dikabarkan sudah mendekati planet Mars.
Mobil yang diluncurkan ke luar angkasa bersama SpaceX Falcon Heavy rocket ini dikabarkan telah menempuh jarak 377 juta km dari bumi. DIkutip dari Carscoops, mobil listrik berperforma tersebut bergerak dengan kecepatan 3.731 mph atau setara 6.005 km per jam.
Data yang diambil dari sebuah situs yang diciptakan untuk melacak mobil menggunakan data NASA, Tesla Roadster kini sudah semakin mendekati planet Mars.
Disebutkan bahwa saat ini tesla Roadster tersebut sudah berjarak kurang dari 200 juta mil atau setara 320 juta km dari Mars. Selama 4 tahun di luar angkasa, mobil listrik tersebut telah menempuh jarak hampir dua miliar mil dan menyelesaikan lebih dari 2.62 orbit mengelilingi matahari.
Tidak hanya meluncurkan mobil ke luar angkasa demi misinya mencapai Mars. Tesla juga menyematkan boneka manekin di dalam kursi pengendara lengkap dengan baju astronotnya dan dinamakan starman.
Tesla Roadster yang berangkat dari bumi dalam keadaan utuh, mungkin sudah rusak dalam perjalanannya. Di luar angkasa sana, mobil tersebut bisa saja tertabrak oleh benda asing seperti meteor.
Hal ini diungkapkan Jonathan McDowwell, Astronomer di Harvard Smithsonian Center for ASstrophysics kepada CNN, seperti dikutip Carscoops.
“Kondisinya mungkin masih utuh, namun pasti ada beberapa bagian yang rusak karena dihantam meteor. Wajar saja karena mobil telah berada di sana selama empat tahun,” katanya.
Meskipun penerbangan Tesla Roadster menjadi salah satu mega proyek bagi perusahaan milik Elon Musk ini. Namun beberapa pengamat menyatakan bahwa proyek ini tidak ada gunanya bahkan menganggapnya sebagai sampah.
“Tidak banyak nilai ilmiah yang bisa didapatkan dalam mempelajari mobil tersebut. Pada akhirnya ini adalah proyek besar yang mahal namun menjadi sampah di luar angkasa,” ungkap Profesor Hanno Rein, of Astrophysics Universitas Toronto.
Sebuah makalah yang diterbitkan beberapa hari setelah mobil diluncurkan ke luar angkasa, mencatat mobil akan bertabrakan dengan bumi 15 juta tahun mendatang.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
31 Maret 2026, 17:00 WIB
31 Maret 2026, 11:00 WIB
31 Maret 2026, 09:47 WIB
27 Maret 2026, 20:00 WIB
26 Maret 2026, 20:07 WIB
Terkini
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI
01 April 2026, 11:00 WIB
WFH satu hari dalam satu minggu dan pembatasan kendaraan dinas jadi langkah pemerintah menghemat BBM
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026