Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Tesla Roadster telah berada di luar angkasa selama 4 tahun dan dikatakan sudah semakin dekat dengan planet mars
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Tesla Roadster yang diluncurkan pada Februari 2018 kerap dianggap mobil paling kencang di jagad bumi. Mobil sport bertenaga listrik ini telah diterbangkan ke luar angkasa sejak 2018 hingga saat ini dan dikabarkan sudah mendekati planet Mars.
Mobil yang diluncurkan ke luar angkasa bersama SpaceX Falcon Heavy rocket ini dikabarkan telah menempuh jarak 377 juta km dari bumi. DIkutip dari Carscoops, mobil listrik berperforma tersebut bergerak dengan kecepatan 3.731 mph atau setara 6.005 km per jam.
Data yang diambil dari sebuah situs yang diciptakan untuk melacak mobil menggunakan data NASA, Tesla Roadster kini sudah semakin mendekati planet Mars.
Disebutkan bahwa saat ini tesla Roadster tersebut sudah berjarak kurang dari 200 juta mil atau setara 320 juta km dari Mars. Selama 4 tahun di luar angkasa, mobil listrik tersebut telah menempuh jarak hampir dua miliar mil dan menyelesaikan lebih dari 2.62 orbit mengelilingi matahari.
Tidak hanya meluncurkan mobil ke luar angkasa demi misinya mencapai Mars. Tesla juga menyematkan boneka manekin di dalam kursi pengendara lengkap dengan baju astronotnya dan dinamakan starman.
Tesla Roadster yang berangkat dari bumi dalam keadaan utuh, mungkin sudah rusak dalam perjalanannya. Di luar angkasa sana, mobil tersebut bisa saja tertabrak oleh benda asing seperti meteor.
Hal ini diungkapkan Jonathan McDowwell, Astronomer di Harvard Smithsonian Center for ASstrophysics kepada CNN, seperti dikutip Carscoops.
“Kondisinya mungkin masih utuh, namun pasti ada beberapa bagian yang rusak karena dihantam meteor. Wajar saja karena mobil telah berada di sana selama empat tahun,” katanya.
Meskipun penerbangan Tesla Roadster menjadi salah satu mega proyek bagi perusahaan milik Elon Musk ini. Namun beberapa pengamat menyatakan bahwa proyek ini tidak ada gunanya bahkan menganggapnya sebagai sampah.
“Tidak banyak nilai ilmiah yang bisa didapatkan dalam mempelajari mobil tersebut. Pada akhirnya ini adalah proyek besar yang mahal namun menjadi sampah di luar angkasa,” ungkap Profesor Hanno Rein, of Astrophysics Universitas Toronto.
Sebuah makalah yang diterbitkan beberapa hari setelah mobil diluncurkan ke luar angkasa, mencatat mobil akan bertabrakan dengan bumi 15 juta tahun mendatang.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Terkini
02 Juli 2026, 23:16 WIB
Gresini Racing mengusung Joan Mir dan Daniel Holgado untuk menghadapi persaingan era baru MotoGP 2027
02 Juli 2026, 20:00 WIB
Changan Deepal S05 REEV dan EV masih akan berstatus impor utuh dari Thailand, baru akan CKD apabila laris
02 Juli 2026, 19:03 WIB
Buat kaum urban, Hyundai New Creta diklaim cocok untuk menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari di perkotaan
02 Juli 2026, 16:19 WIB
All New TVS Callisto 110 menawarkan berbagai ubahan demi memanjakan para konsumen dan dijual Rp 19 jutaan
02 Juli 2026, 13:55 WIB
Mazda akan merilis 6e sedan ev terbaru yang dikembangkan bareng Changan Automobile dengan jarak tempuh 560 km
02 Juli 2026, 09:00 WIB
Mini Overland yang dilakukan Kagama 4X4 Adventure kali ini diikuti sekitar 70 mobil peserta di hari jadi kelima
02 Juli 2026, 07:01 WIB
Astra Daihatsu Motor mengusung empat pilar dalam menjalan komitmen mereka dala program CSR perusahaan
02 Juli 2026, 06:20 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta hari ini 2 Juli 2026 kembali diberlakukan untuk bisa sedikit memecah kebuntuan