Seres Beri Cashback Rp 51 Juta Buat Tukar Tambah Mobil Listrik

Seres beri cashback Rp 51 juta buat pelanggan yang ingin tukar tambah kendaraan konvensional ke listrik

Seres Beri Cashback Rp 51 Juta Buat Tukar Tambah Mobil Listrik
Adi Hidayat

KatadataOTO – Pada ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2025 Seres Indonesia memberi beragam kemudahan buat masyarakat yang ingin melakukan pembelian kendaraan listrik. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari strategi dalam mendorong penggunaan EV di Tanah Air.

Salah satu yang ditonjolkan di ajang PEVS 2025 adalah kampanye "Zero Emission Fund". Mereka memberi konsumen subsidi sebesar Rp 51 juta untuk pembelian model DFSK Gelora E dan SERES E1 dengan melakukan trade-in mobil berbahan bakar bensin.

“Program ini bisa memudahkan masyarakat dalam mendapatkan unit yang sesuai dengan kebutuhannya masing-masing,” ungkap Doni Putra Okten, Head of Sales & Marketing PT Sokonindo Automobile (01/05).

Tak hanya itu, selama PT Sokonindo Automobile juga menawarkan berbagai kemudahan kepada pelanggan untuk setiap pembelian kendaraan di PEVS 2025. Diantaranya adalah kesempatan memenangkan lucky dip dengan total nilai ratusan juta rupiah.

Seres
Photo : KatadataOTO

Adapun hadiah yang bisa didapatkan adalah Huawei Matepad 12x, Huawei GT5 Series, voucher belanja dan voucher PLN. Pelanggan juga berhak atas pemasangan Wall Charger untung pembelian DFSK Gelora E serta Seres E1.

Agar masyarakat bisa tenang selama masa kepemilikan PT Sokonindo Automobile juga memberikan layanan purna jual. Para pelanggan Seres E1 bakal diberikan jaminan 8 tahun atau 120.000 km untuk baterai, garansi kendaraan 3 tahun atau 100.000 km serta bebas perawatan 3 tahun atau 100.000 km.

Sedangkan setiap pembelian DFSK Gelora E, pelanggan akan mendapatkan garansi kendaraan 3 tahun atau 120.000 km, garansi baterai dan system kelistrikan EV selama 5 tahun atau 200.000 km.

“Garansi ini melekat pada mobil sehingga pelanggan yang membeli unit bekas pun masih bisa mendapat jaminan tersebut,” tambah Doni.

Gandeng Pebisnis

Seres
Photo : KatadataOTO

PT Sokonindo Automobile berupaya menunjukkan kepada masyarakat bahwa mobil listrik bisa mendukung bisnis. Oleh sebab itu mereka pun menggandeng Helmy Yahya, untuk secara aktif mempromosikan manfaat transisi ke EV.

Dalam paparannya, ia mengungkap bahwa biaya operasional kendaraan listrik dinilai lebih murah sehingga menguntungkan secara bisnis.

“Terlebih sekarang mobil listrik juga tidak banyak perawatan dan ada garansi baterai. Jadi lebih terjamin kualitasnya,” tegas Helmi Yahya.


Terkini

mobil
Penjualan Denza D9 Agustus 2025 Naik 28 Persen, Tembus 500 Unit

D9 Buktikan EV Premium Cocok Untuk Perjalanan Jauh

Denza D9 jadi pertimbangan sejumlah konsumen di segmen premium, tawarkan berbagai fitur dan keunggulan

otosport
Marc Marquez

Michelin Buka Suara Usai Pelek Marc Marquez Pecah di Thailand

Tingginya suhu di Sirkuit Buriram menjadi salah satu penyebab pelek motor balap milik Marc Marquez pecah

motor
Yamaha Tmax

Yamaha Tmax Ludes Terjual, Pemesanan Batch Kedua Segera Dibuka

Yamaha Tmax baru yang diluncurkan pada awal 2026 di Indonesia, diklaim sudah terjual lebih dari 50 unit

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 3 Maret 2026, Diawasi Ketat Oleh Kepolisian

Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk mengatasi kemacetan lalu lintas

news
SIM Keliling Bandung

Jadwal 2 Lokasi SIM Keliling Bandung 3 Maret 2026, Ada di MCD

SIM keliling Bandung menjadi salah satu opsi terbaik bagi masyarakat untuk mengurus dokumen berkendara

news
SIM Keliling Jakarta

Cek Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 3 Maret 2026

Fasilitas SIM keliling Jakarta bisa jadi alternatif bagi warga Ibu Kota yang ingin memperpanjang masa berlaku

mobil
Lamborghini

Lamborghini Batal Bikin Mobil Listrik: Hampir Tak Ada Peminat

Lamborghini memutuskan untuk hadirkan Lanzador sebagai PHEV, EV murni masih belum berhasil menjaring peminat

mobil
Rental Mobil

Ekonomi Lesu, Rental Mobil Ikut Kena Imbasnya

Usaha rental mobil ikut terdampak di tengah lesunya ekonomi dan adanya efisiensi atau pemotongan anggaran