Saingi Veloz, Hyundai Stargazer Dapat Empat Bintang ASEAN NCAP

Hyundai Stargazer dapat Empat Bintang dalam pengujian yang dilakukan oleh ASEAN NCAP beberapa waktu lalu

Saingi Veloz, Hyundai Stargazer Dapat Empat Bintang ASEAN NCAP

TRENOTO – Hyundai Stargazer hadir di Indonesia melalui ajang GIIAS 2022 dan menantang Avanza, Xpander hingga Ertiga. Mobil asal Korea Selatan ini masuk ke segmen LMPV (Low Multi Purpose Vehicle) yang pasarnya paling seksi di Tanah Air.

Mengusung berbagai kelebihan dibandingkan para kompetitornya, kendaraan tersebut diyakini akan menjadi idola baru masyarakat. Bahkan diklaim jumlah pemesanan di GIIAS 2022 lebih banyak daripada Avanza.

Sebagai anggota baru di segmen LMPV, Hyundai Stargazer dibekali dengan berbagai fitur keselamatan aktif. Sebut saja HAC (Hill-Start Assist Control), FCA (Forward Collision-avoidance Assist), Blind-spot Collision-avoidance Assist (BCA - Dari parkir paralel), Rear Cross-traffic Collision-avoidance Assist (RCCA), Rear View Monitor (RVM), Safe Exit Warning (SEW), Driver Attention Warning (DAW) dan High Beam Assist (HBA) yang memudahkan kinerja pengemudi.

Photo : ASEAN NCAP

Dengan modal fitur-fitur keselamatan dan keamanan tersebut, Hyundai Stargazer dapat empat bintang pada pengujian ASEAN NCAP. Mobil keluarga ini mendapatkan nilai 31.21 untuk Adult Occupant, 14.48 Child Occupant, 12.04 Safety Assist dan 8.75 Motorcyclist Safety.

Dijelaskan lebih lanjut pada proteksi orang dewasa untuk benturan depan 13.79, samping 7.18, perlindungan kepala 4.00 sehingga totalnya 24.97 poin. Pada benturan depan atau front impact, kaki kanan merupakan paling berdampak atau marginal.

Baca juga : Test Drive Hyundai Stargazer, Mimpi Si Pelamun Malam

Lalu bagian paha kanan dan dada berwarna kuning alias adequate. Sementara pada tabrakan samping bagian dada dan perut mengalami reaksi paling parah dibandingkan anggota tubuh lainnya.

Varian Stargazer yang diuji adalah Active dengan tahun pembuatan 2022. Mobil memiliki bobot 1.135 kg dan dilengkapi 2 airbag pada bagian depan.

Hasil di atas ternyata tidak lebih baik dari Toyota Veloz. Mobil keluarga yang telah mengusung teknologi TSS (Toyota Safety Sense) tersebut meraih bintang lima alias sempurna.

Photo : Hyundai

Toyota Veloz mencatatkan nilai 34.88 poin untuk kategori Adult Occupant, 17.17 Child Occupant, 16.03 Safety Assist dan 11.92 Motorcyclist Safety. Disebutkan bahwa skor tertinggi yang didapatkan berkat adanya fitur TSS.

Bicara penjualan Hyundai Stargazer diklaim menjadi penyumbang kedua terbanyak setelah Creta. Sejak GIIAS 2022 hingga Oktober disebutkan penjualan unit secara retail sales telah mencapai hampir 6.000 unit.


Terkini

modifikasi
Modifikasi Stiker

Mau Pakai Stiker Mobil, Simak Perawatan Agar Tidak Belang

Modifikasi stiker mobil terbilang mudah dan harganya juga cukup kompetitif, perawatannya tidak sulit

mobil
MG VS HEV

Penjualan MG VS HEV Redup, Bakal Digantikan Model Baru

Mobil hybrid MG VS HEV tampak kesulitan bersaing, masih CBU Thailand dan hanya catatkan wholesales 204 unit

mobil
Chery

Pikap Perdana Chery Himla EV Meluncur, Harga Rp 300 Jutaan

Perluas jangkauan konsumen, Chery perkenalkan pikap bertenaga listrik Himla dengan banderol kompetitif

mobil
BYD Linghui

BYD Linghui Resmi Debut, Ada Empat Model Baru Khusus Taksi

Merek Linghui yang baru dihadirkan BYD yang dikembangkan untuk kebutuhan khusus komersial termasuk taksi

otosport
Marco Bezzecchi

Marco Bezzecchi Dapat Kontrak Baru, Amankan Tempat di MotoGP 2027

Aprilia Racing kembali memberikan kontrak baru kepada Marco Bezzecchi selama dua tahun atau sampai akhir 2028

news
Shell

Stok BBM Shell Lenyap di Jakarta, Super Kembali Langka Bulan Ini

Menurut informasi di laman resmi Shell, mereka masih berkoordinasi dengan pemerintah terkait kuota impor BBM

mobil
BYD

Pelemahan Pasar Mobil Cina Mulai Terasa, BYD Terdampak Duluan

BYD melaporkan mengalami penurunan penjualan sampai 30,1 persen atau hanya mencatatkan 210.051 di Januari 2026

mobil
Toyota-Subaru

Toyota-Subaru Daftarkan Paten Transmisi Manual Mobil Listrik

Toyota bersama Subaru berkolaborasi kembangkan rekayasa transmisi manual buat mobil listrik, ini detailnya