Chery Tiggo V Nongol di GIIAS 2026, Debut Akhir Tahun
06 Agustus 2026, 08:00 WIB
Chery berkomitmen untuk berinvestasi sebesar Rp 5,2 triliun hingga 2030 untuk bangun fasilitas produksi di RI
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Menperin) mengungkap bahwa pihaknya telah mendapat komitmen investasi dari Chery, pabrikan mobil asal China. Nilainya pun cukup besar yaitu Rp 5,2 triliun hingga 2030.
Dana tersebut kabarnya bakal digelontorkan buat membangun fasilitas produksi. Nantinya Indonesia akan dijadikan sebagai pusat ekspor EV di Asia Tenggara.
"Komitmen investasi ini menunjukkan keseriusan Chery dalam memperkuat industri otomotif nasional, khususnya pada kendaraan rendah emisi dan berbasis listrik. Pemerintah terus mendorong percepatan realisasi investasi tersebut,” ungkap Agus Gumiwang dalam keterangan resminya.
Dana tersebut sebenarnya sudah mulai digelontorkan sejak tahun lalu. Namun akan dikucurkan secara bertahap hingga 2030 dan totalnya nanti mencapai Rp 5,2 triliun.
Meski sudah mengantongi komitmen, pemerintah Indonesua tetap meminta Chery untuk segera menyampaikan rencana bisnis yang lebih rinci untuk lima tahun ke depan. Terutama terkait penguatan kapasitas produksi dan strategi ekspor.
“Kami berharap Indonesia dapat menjadi basis produksi dan ekspor kendaraan listrik Chery untuk kawasan ASEAN,” kata Menperin.
Perlu diketahui bahwa penjualan kendaraan listrik di Indonesia memang mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Berdasarkan data pada 2021 penjualan kendaraan listrik hanya 0,08 persen dari total pasar kendaraan roda empat.
Namun jumlah itu kini sudah meningkat menjadi 10,22 persen dari total penjualan mobil di Januari–Agustus 2025. Chery sendiri telah menempati posisi keempat jenama dengan penjualan BEV terbanyak di Indonesia.
Pemerintah sendiri tengah mendorong Chery agar meningkatkan lini produk kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Sehingga harapannya masyarakat mempunyai lebih banyak pilihan sesuai kebutuhannya masing-masing.
Selain itu, Kemenperin juga meminta Chery untuk dapat menjadikan Indonesia sebagai basis produksinya dan melakukan ekspor ke negara ASEAN hingga Australia. Hal ini karena Chery cukup kuat di Australia serta memiliki kemiripan platform dengan model yang diproduksi di Indonesia.
Sehingga bukan tidak mungkin bila perusahaan melakukan ekspor dari Indonesia seperti yang sudah dilakukan pabrikan lain asal Jepang.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
06 Agustus 2026, 08:00 WIB
01 Agustus 2026, 19:16 WIB
31 Juli 2026, 12:48 WIB
30 Juli 2026, 08:00 WIB
29 Juli 2026, 17:28 WIB
Terkini
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse