Chery QQ3 EV Meluncur, Rival Aion UT Harga Rp 100 Jutaan
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Chery berkomitmen untuk berinvestasi sebesar Rp 5,2 triliun hingga 2030 untuk bangun fasilitas produksi di RI
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Menperin) mengungkap bahwa pihaknya telah mendapat komitmen investasi dari Chery, pabrikan mobil asal China. Nilainya pun cukup besar yaitu Rp 5,2 triliun hingga 2030.
Dana tersebut kabarnya bakal digelontorkan buat membangun fasilitas produksi. Nantinya Indonesia akan dijadikan sebagai pusat ekspor EV di Asia Tenggara.
"Komitmen investasi ini menunjukkan keseriusan Chery dalam memperkuat industri otomotif nasional, khususnya pada kendaraan rendah emisi dan berbasis listrik. Pemerintah terus mendorong percepatan realisasi investasi tersebut,” ungkap Agus Gumiwang dalam keterangan resminya.
Dana tersebut sebenarnya sudah mulai digelontorkan sejak tahun lalu. Namun akan dikucurkan secara bertahap hingga 2030 dan totalnya nanti mencapai Rp 5,2 triliun.
Meski sudah mengantongi komitmen, pemerintah Indonesua tetap meminta Chery untuk segera menyampaikan rencana bisnis yang lebih rinci untuk lima tahun ke depan. Terutama terkait penguatan kapasitas produksi dan strategi ekspor.
“Kami berharap Indonesia dapat menjadi basis produksi dan ekspor kendaraan listrik Chery untuk kawasan ASEAN,” kata Menperin.
Perlu diketahui bahwa penjualan kendaraan listrik di Indonesia memang mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Berdasarkan data pada 2021 penjualan kendaraan listrik hanya 0,08 persen dari total pasar kendaraan roda empat.
Namun jumlah itu kini sudah meningkat menjadi 10,22 persen dari total penjualan mobil di Januari–Agustus 2025. Chery sendiri telah menempati posisi keempat jenama dengan penjualan BEV terbanyak di Indonesia.
Pemerintah sendiri tengah mendorong Chery agar meningkatkan lini produk kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Sehingga harapannya masyarakat mempunyai lebih banyak pilihan sesuai kebutuhannya masing-masing.
Selain itu, Kemenperin juga meminta Chery untuk dapat menjadikan Indonesia sebagai basis produksinya dan melakukan ekspor ke negara ASEAN hingga Australia. Hal ini karena Chery cukup kuat di Australia serta memiliki kemiripan platform dengan model yang diproduksi di Indonesia.
Sehingga bukan tidak mungkin bila perusahaan melakukan ekspor dari Indonesia seperti yang sudah dilakukan pabrikan lain asal Jepang.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
31 Maret 2026, 17:00 WIB
16 Maret 2026, 09:00 WIB
10 Maret 2026, 22:10 WIB
01 Maret 2026, 14:00 WIB
20 Februari 2026, 11:00 WIB
Terkini
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
02 April 2026, 16:47 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini