Chery Q Tawarkan Standar Baru di Segmen Mobil EV Rp200 Jutaan
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery berkomitmen untuk berinvestasi sebesar Rp 5,2 triliun hingga 2030 untuk bangun fasilitas produksi di RI
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Menperin) mengungkap bahwa pihaknya telah mendapat komitmen investasi dari Chery, pabrikan mobil asal China. Nilainya pun cukup besar yaitu Rp 5,2 triliun hingga 2030.
Dana tersebut kabarnya bakal digelontorkan buat membangun fasilitas produksi. Nantinya Indonesia akan dijadikan sebagai pusat ekspor EV di Asia Tenggara.
"Komitmen investasi ini menunjukkan keseriusan Chery dalam memperkuat industri otomotif nasional, khususnya pada kendaraan rendah emisi dan berbasis listrik. Pemerintah terus mendorong percepatan realisasi investasi tersebut,” ungkap Agus Gumiwang dalam keterangan resminya.
Dana tersebut sebenarnya sudah mulai digelontorkan sejak tahun lalu. Namun akan dikucurkan secara bertahap hingga 2030 dan totalnya nanti mencapai Rp 5,2 triliun.
Meski sudah mengantongi komitmen, pemerintah Indonesua tetap meminta Chery untuk segera menyampaikan rencana bisnis yang lebih rinci untuk lima tahun ke depan. Terutama terkait penguatan kapasitas produksi dan strategi ekspor.
“Kami berharap Indonesia dapat menjadi basis produksi dan ekspor kendaraan listrik Chery untuk kawasan ASEAN,” kata Menperin.
Perlu diketahui bahwa penjualan kendaraan listrik di Indonesia memang mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Berdasarkan data pada 2021 penjualan kendaraan listrik hanya 0,08 persen dari total pasar kendaraan roda empat.
Namun jumlah itu kini sudah meningkat menjadi 10,22 persen dari total penjualan mobil di Januari–Agustus 2025. Chery sendiri telah menempati posisi keempat jenama dengan penjualan BEV terbanyak di Indonesia.
Pemerintah sendiri tengah mendorong Chery agar meningkatkan lini produk kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Sehingga harapannya masyarakat mempunyai lebih banyak pilihan sesuai kebutuhannya masing-masing.
Selain itu, Kemenperin juga meminta Chery untuk dapat menjadikan Indonesia sebagai basis produksinya dan melakukan ekspor ke negara ASEAN hingga Australia. Hal ini karena Chery cukup kuat di Australia serta memiliki kemiripan platform dengan model yang diproduksi di Indonesia.
Sehingga bukan tidak mungkin bila perusahaan melakukan ekspor dari Indonesia seperti yang sudah dilakukan pabrikan lain asal Jepang.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 13:00 WIB
24 Juni 2026, 11:00 WIB
17 Juni 2026, 11:00 WIB
31 Mei 2026, 19:57 WIB
29 Mei 2026, 07:00 WIB
Terkini
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
30 Juni 2026, 06:37 WIB
Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi