UFilm Resmi Jadi Kaca Film OEM Mobil Listrik Jaecoo J5
14 Februari 2026, 12:00 WIB
Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian ajak Xiaomi agar membuka pabrik mobil listrik di Indonesia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mendorong Xiaomi untuk melakukan investasi di sektor mobil listrik di Indonesia. Langkah ini bertujuan memperbanyak pilihan kendaraan elektrifikasi di Tanah Air.
Terlebih, pemerintah memang tengah mendorong pabrikan mobil global untuk terus berinvestasi di Indonesia.
“Xiaomi telah meluncurkan produk kendaraan listrik, dan kami mendorong agar perusahaan dapat menjajaki investasi di Indonesia. Ini akan memperkaya pilihan kendaraan bagi konsumen sekaligus memperkuat ekosistem industri hijau nasional,” ungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Permintaan tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Associate Government Affairs Director Xiaomi Communications Co. Ltd. Jon Dove di Shanghai, China, beberapa waktu lalu. Selain itu, Agus juga mengapresiasi perusahaan karena sudah berinvestasi di Indonesia untuk menggarap pasar smartphone.
Perlu diketahui, saat ini Xiaomi memang sudah memproduksi kendaraan listrik. Salah satunya adalah Xiaomi SU7, yang dijual dengan harga mulai 209.900 yuan atau setara Rp467,8 juta untuk tipe terendah.
Pasarnya pun cukup besar, sehingga pelanggan harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan produk ini di garasi mereka.
Mobil ini hadir dalam tiga varian, yaitu Standard, Pro, dan Max Performance Version. Masing-masing memiliki keunggulan tersendiri.
Varian SU7 Standard, misalnya, menggunakan baterai LFP Blade Battery dari BYD dengan kapasitas 73,6 kWh. Dengan baterai tersebut, mobil dapat menempuh jarak hingga 700 km. SU7 Standard dibekali motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga 295 hp dan torsi 400 Nm. Berkat itu, mobil bisa melesat dari 0–100 km per jam hanya dalam waktu 5,28 detik, dengan kecepatan tertinggi 210 km/jam.
Sementara SU7 Pro menggunakan baterai CATL Shenxing berkapasitas 94,3 kWh, yang mampu menempuh jarak hingga 830 km. Tenaganya masih sama, yaitu 295 hp dan torsi 400 Nm, dengan akselerasi 0–100 km per jam juga hanya 5,28 detik.
Adapun varian tertinggi, SU7 Max Performance Version, menggunakan baterai CATL Qilin berkapasitas 101 kWh yang dapat digunakan untuk menempuh jarak hingga 800 km. Varian ini dibekali dua motor listrik yang menghasilkan total tenaga 663 hp dan torsi 838 Nm. Berkat kombinasi tersebut, mobil dapat berakselerasi dari 0–100 km per jam hanya dalam 2,78 detik, dengan kecepatan puncak 285 km per jam.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Februari 2026, 12:00 WIB
14 Februari 2026, 10:30 WIB
14 Februari 2026, 07:00 WIB
13 Februari 2026, 19:22 WIB
13 Februari 2026, 17:55 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026
14 Februari 2026, 19:00 WIB
ACC kembali menggelar pameran mobil di Jogja City Mall, dengan maksud untuk meningkatkan kepemilikan kendaraan
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Rangkaian acara Festival Vokasi Satu Hati 2026 digelar, hasilkan generasi muda siap terjun ke dunia kerja
14 Februari 2026, 17:00 WIB
Suzuki Indomobil Sales menggelar seremoni pengukuhan ketua umum baru Karimun Club Indonesia di IIMS 2026
14 Februari 2026, 16:00 WIB
Jetour Dashing Inspira hadir di IIMS 2026 untuk menggoda para keluarga muda di daerah urban atau perkotaan