Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian ajak Xiaomi agar membuka pabrik mobil listrik di Indonesia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mendorong Xiaomi untuk melakukan investasi di sektor mobil listrik di Indonesia. Langkah ini bertujuan memperbanyak pilihan kendaraan elektrifikasi di Tanah Air.
Terlebih, pemerintah memang tengah mendorong pabrikan mobil global untuk terus berinvestasi di Indonesia.
“Xiaomi telah meluncurkan produk kendaraan listrik, dan kami mendorong agar perusahaan dapat menjajaki investasi di Indonesia. Ini akan memperkaya pilihan kendaraan bagi konsumen sekaligus memperkuat ekosistem industri hijau nasional,” ungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Permintaan tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Associate Government Affairs Director Xiaomi Communications Co. Ltd. Jon Dove di Shanghai, China, beberapa waktu lalu. Selain itu, Agus juga mengapresiasi perusahaan karena sudah berinvestasi di Indonesia untuk menggarap pasar smartphone.
Perlu diketahui, saat ini Xiaomi memang sudah memproduksi kendaraan listrik. Salah satunya adalah Xiaomi SU7, yang dijual dengan harga mulai 209.900 yuan atau setara Rp467,8 juta untuk tipe terendah.
Pasarnya pun cukup besar, sehingga pelanggan harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan produk ini di garasi mereka.
Mobil ini hadir dalam tiga varian, yaitu Standard, Pro, dan Max Performance Version. Masing-masing memiliki keunggulan tersendiri.
Varian SU7 Standard, misalnya, menggunakan baterai LFP Blade Battery dari BYD dengan kapasitas 73,6 kWh. Dengan baterai tersebut, mobil dapat menempuh jarak hingga 700 km. SU7 Standard dibekali motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga 295 hp dan torsi 400 Nm. Berkat itu, mobil bisa melesat dari 0–100 km per jam hanya dalam waktu 5,28 detik, dengan kecepatan tertinggi 210 km/jam.
Sementara SU7 Pro menggunakan baterai CATL Shenxing berkapasitas 94,3 kWh, yang mampu menempuh jarak hingga 830 km. Tenaganya masih sama, yaitu 295 hp dan torsi 400 Nm, dengan akselerasi 0–100 km per jam juga hanya 5,28 detik.
Adapun varian tertinggi, SU7 Max Performance Version, menggunakan baterai CATL Qilin berkapasitas 101 kWh yang dapat digunakan untuk menempuh jarak hingga 800 km. Varian ini dibekali dua motor listrik yang menghasilkan total tenaga 663 hp dan torsi 838 Nm. Berkat kombinasi tersebut, mobil dapat berakselerasi dari 0–100 km per jam hanya dalam 2,78 detik, dengan kecepatan puncak 285 km per jam.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Terkini
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
30 Juni 2026, 06:37 WIB
Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi