Daihatsu Bukukan 591 SPK di GIIAS 2026, Sigra Paling Diburu
11 Agustus 2026, 20:00 WIB
Daihatsu merespons usulan dari Menperin untuk menahan harga mobil baru demi menaikan angka penjualan tahun ini
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil baru yang tidak kunjung membaik membuat sejumlah pihak memberikan respons. Satu di antaranya dilontarkan oleh Menperin (Menteri Perindustrian).
Dia menyarankan agar para pabrikan untuk menurunkan harga kendaraan anyar. Hal itu demi mendongkrak penjualan.
ADM (Astra Daihatsu Motor) pun coba menanggapi masukan dari pembantu Presiden Prabowo Subianto satu ini.
“Saat ini kalau di Daihatsu kita melihat kemampuan (daya beli konsumen), karena kami fully didominasi oleh first car buyer. Jadi kami sangat memperhatikan hal itu,” ungkap Sri Agung Handayani, Direktur Pemasaran ADM di Karawang, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Manufaktur asal Jepang tersebut menilai kalau harga merupakan elemen sangat sensitif. Terutama buat konsumen pemula yang ingin memiliki kendaraan.
Sehingga Daihatsu memerlukan hitung-hitungan matang untuk menentukan nilai suatu produk. Apalagi guna ditawarkan ke masyarakat.
Oleh sebab itu, Astra Daihatsu Motor lebih memilih menjaga kualitas dengan tetap menahan banderol mobil-mobil mereka.
“Bukan menurunkan harga, tetapi kalau bisa kenaikan material cost yang ada tidak semuanya dilimpahkan kepada konsumen,” lanjut Agung.
Dengan begitu diharapkan masyarakat tetap tertarik membeli Daihatsu Ayla sampai Xenia sepanjang 2025.
Jadi dapat mendongkrak penjualan mobil baru di Tanah Air. Terlebih produk Daihatsu mempunyai kualitas yang tidak bisa diremehkan.
“Mungkin teman-teman bisa lihat dari kenaikan harga kita sekarang. Jadi kami lebih memperhatikan kemampuan daya beli masyarakat seperti apa,” Agung menegaskan.
Sebagai informasi sebelumnya Agus Gumiwang Kartasasmita, Menperin menyarankan agar para manufaktur mau menyesuaikan banderol produk mereka.
“Kami berharap ada kebijakan-kebijakan baru, misal bukan arahan (seperti) sacrifice margin atau menurunkan harga jual kendaraan,” kata Agus dalam kesempatan yang sama.
Dia pun berharap dengan saran di atas, maka dapat membangkitkan penjualan mobil baru di 2025.
Mengingat salah satu faktor lesunya pasar kendaraan roda empat adalah daya beli masyarakat yang menurun.
“Dari banyaknya faktor tersebut, kami melihat ada kaitannya dengan penurunan daya beli masyarakat, tantangan ekonomi global dan lain-lain,” Agus menuturkan.
Selain itu Agus berharap Daihatsu serta pabrikan lain bisa melakukan inovasi baru dalam pengembangan produk.
Terutama yang berorientasi kepada konsumen maupun lingkungan. Kemudian akan dibarengi dengan dukungan pemerintah Indonesia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 Agustus 2026, 20:00 WIB
07 Agustus 2026, 10:45 WIB
07 Agustus 2026, 09:00 WIB
06 Agustus 2026, 17:58 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda