Indonesia Bakal Diserbu Mobil Amerika Beserta Komponennya
22 Februari 2026, 07:00 WIB
Renault siapkan strategi baru untuk produksi mobil listrik, akan kerja sama dengan Google dan Qualcomm
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Persaingan penjualan mobil listrik global perlahan semakin sengit dengan hadirnya banyak nama baru.
Di China, Tesla dan produsen ternama lainnya harus memikirkan cara baru menyaingi BYD asal Tiongkok yang menyediakan lini EV (Electric Vehicle) lengkap termasuk model yang dibanderol murah.
Tesla sendiri telah melakukan sejumlah upaya untuk kembali menaikan penjualan. Salah satunya yang paling signifikan ialah memotong harga mobil listriknya beberapa kali tahun ini.
Perusahaan asal Prancis, Renault juga menghadapi tantangannya tersendiri dalam memproduksi mobil listrk. Demi menyaingi Tesla sebagai salah satu produsen EV terbesar, Renault siapkan strategi baru untuk merakit mobil listriknya agar dapat lebih menekan biaya.
Dalam sebuah presentasi di Boulogne-Billancourt Prancis, pihak Renault mengatakan bahwa Ampere EV nantinya akan didesain menggunakan software yang dikembangkan bersama Google dan Qualcomm.
Arsitektur terbaru itu nantinya dapat beroperasi hanya menggunakan 20 prosesor, jauh lebih sedikit ketimbang jumlah normal yang biasa digunakan sebanyak 100 prosesor.
“Ini akan mirip dengan Tesla. Di 2026 mereka akan memiliki pendekatan arsitektur mobil listirk yang sama,” ujar Frédéric Vincent, Chief Digital Officer Renault.
Selain lebih praktis ini juga dapat memotong biaya research and development sebesar US$1.65 miliar selama lebih dari 10 tahun.
Kemudian arsitektur tersebut juga memungkinkan fitur-fitur berkendara dan infotainment pada kendaraan diperbarui secara mudah menggunakan software. Hal ini menguntungkan bagi pemilik yang ingin menjual kembali kendaraannya.
Saat ini strategi pemotongan harga yang dilakukan oleh Tesla menjadi ancaman namun hanya dalam jangka waktu pendek saja. Renault tidak ingin terlibat dalam perang harga EV.
“Kami tidak ingin mengulang hal-hal yang sudah kami lakukan di masa lalu. Kami ingin menjual mobil, bukan memberikan cuma-cuma,” ucap Gilles Le Borgne, Head of Engineering Renault.
Untuk model ICE ada tiga yang dipasarkan yakni Kwid Climber, Triber dan Kiger. Harganya bervariasi di kisaran Rp200 jutaan sampai Rp300 jutaan, Kwid Climber jadi model termurah di angka Rp209.5 juta.
Sementara mobil listrik mungil Renault Twizy sebelumnya dijual melalui Prestige Motorcars di Tanah Air seharga Rp408 jutaan. Angka itu masih terbilang mahal jika dibandingkan pesaingnya seperti Wuling Air ev yakni Rp300 jutaan.
Pilihan lainnya yaitu Megane e-Tech yang dilego Rp1.375 miliar. Mobil ini meluncur pada 28 Maret 2023 menjadi EV bergaya crossover, bersaing langsung dengan Toyota bZ4X.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 Februari 2026, 07:00 WIB
01 Februari 2026, 09:00 WIB
08 Januari 2026, 18:00 WIB
03 Januari 2026, 09:00 WIB
09 Oktober 2025, 14:00 WIB
Terkini
03 April 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dibuka di lima tempat berbeda tersebar di sekitar Ibu Kota
03 April 2026, 06:00 WIB
Meski menjelang akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap dihadiri demi memudahkan pengendara di Kota Kembang
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
02 April 2026, 16:47 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia