BYD Jadi Raja Mobil Listrik Global, Tundukkan Tesla
09 Oktober 2025, 14:00 WIB
Renault siapkan strategi baru untuk produksi mobil listrik, akan kerja sama dengan Google dan Qualcomm
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Persaingan penjualan mobil listrik global perlahan semakin sengit dengan hadirnya banyak nama baru.
Di China, Tesla dan produsen ternama lainnya harus memikirkan cara baru menyaingi BYD asal Tiongkok yang menyediakan lini EV (Electric Vehicle) lengkap termasuk model yang dibanderol murah.
Tesla sendiri telah melakukan sejumlah upaya untuk kembali menaikan penjualan. Salah satunya yang paling signifikan ialah memotong harga mobil listriknya beberapa kali tahun ini.
Perusahaan asal Prancis, Renault juga menghadapi tantangannya tersendiri dalam memproduksi mobil listrk. Demi menyaingi Tesla sebagai salah satu produsen EV terbesar, Renault siapkan strategi baru untuk merakit mobil listriknya agar dapat lebih menekan biaya.
Dalam sebuah presentasi di Boulogne-Billancourt Prancis, pihak Renault mengatakan bahwa Ampere EV nantinya akan didesain menggunakan software yang dikembangkan bersama Google dan Qualcomm.
Arsitektur terbaru itu nantinya dapat beroperasi hanya menggunakan 20 prosesor, jauh lebih sedikit ketimbang jumlah normal yang biasa digunakan sebanyak 100 prosesor.
“Ini akan mirip dengan Tesla. Di 2026 mereka akan memiliki pendekatan arsitektur mobil listirk yang sama,” ujar Frédéric Vincent, Chief Digital Officer Renault.
Selain lebih praktis ini juga dapat memotong biaya research and development sebesar US$1.65 miliar selama lebih dari 10 tahun.
Kemudian arsitektur tersebut juga memungkinkan fitur-fitur berkendara dan infotainment pada kendaraan diperbarui secara mudah menggunakan software. Hal ini menguntungkan bagi pemilik yang ingin menjual kembali kendaraannya.
Saat ini strategi pemotongan harga yang dilakukan oleh Tesla menjadi ancaman namun hanya dalam jangka waktu pendek saja. Renault tidak ingin terlibat dalam perang harga EV.
“Kami tidak ingin mengulang hal-hal yang sudah kami lakukan di masa lalu. Kami ingin menjual mobil, bukan memberikan cuma-cuma,” ucap Gilles Le Borgne, Head of Engineering Renault.
Untuk model ICE ada tiga yang dipasarkan yakni Kwid Climber, Triber dan Kiger. Harganya bervariasi di kisaran Rp200 jutaan sampai Rp300 jutaan, Kwid Climber jadi model termurah di angka Rp209.5 juta.
Sementara mobil listrik mungil Renault Twizy sebelumnya dijual melalui Prestige Motorcars di Tanah Air seharga Rp408 jutaan. Angka itu masih terbilang mahal jika dibandingkan pesaingnya seperti Wuling Air ev yakni Rp300 jutaan.
Pilihan lainnya yaitu Megane e-Tech yang dilego Rp1.375 miliar. Mobil ini meluncur pada 28 Maret 2023 menjadi EV bergaya crossover, bersaing langsung dengan Toyota bZ4X.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Oktober 2025, 14:00 WIB
26 September 2025, 17:00 WIB
31 Agustus 2025, 17:00 WIB
21 Juli 2025, 15:10 WIB
06 Juli 2025, 15:40 WIB
Terkini
30 Desember 2025, 19:00 WIB
Pelarangan door handle elektrik bergaya flush atau hidden pada mobil Cina bakal merevolusi desain kendaraan
30 Desember 2025, 18:00 WIB
Di 2025 angka penjualan mobil Cina diprediksi tembus 27 juta unit, sementara pabrikan Jepang 25 juta unit
30 Desember 2025, 17:18 WIB
Francesco Bagnaia diminta untuk bisa kembali berjuang di barisan terdepan ketika mengarungi MotoGP 2026
30 Desember 2025, 16:00 WIB
VinFast Indonesia mengatakan bahwa mereka siap memenuhi kewajibannya atas insentif CBU yang telah didapatkan
30 Desember 2025, 15:00 WIB
Ucok harus mengeluarkan dana hampir Rp 1 miliaran untuk memodifikasi Yamaha Xmax berkelir dominan biru
30 Desember 2025, 14:00 WIB
Menurut data Kemenhub, motor listrik yang telah mengantongi SRUT di 2025 baru 55.059 unit atau turun 28,6 persen
30 Desember 2025, 13:00 WIB
Industri baterai lithium terpengaruh dari kinerja penjualan mobil listrik di Cina yang diproyeksi akan turun
30 Desember 2025, 12:00 WIB
Sejumlah model mobil yang disuntik mati oleh pabrikan kemudian diganti produk lain, berikut daftarnya