Recall Toyota Alphard, Dua Komponen Ini Perlu Dicek

PT TAM lakukan recall Toyota Alphard karena ada dua komponen pada unit produksi tahun tertentu perlu dicek,

Recall Toyota Alphard, Dua Komponen Ini Perlu Dicek
Serafina Ophelia

KatadataOTO – PT TAM (Toyota Astra Motor) melakukan recall Toyota Alphard, MPV (Multi Purpose Vehicle) mewah yang sudah dipasarkan di Indonesia. Ini berlaku buat tahun produksi tertentu.

Dikutip dari keterangan resmi Toyota pada Senin (14/04) ada dua komponen yang perlu dilakukan pemeriksaan yaitu Front Hood Moulding dan Alternator Pulley.

Ini berlaku untuk Toyota Alphard produksi tahun tertentu, khususnya Agustus-Oktober 202 dan Desember 2013-Desember 2022. Pemilik diimbau buat membawa kendaraannya ke bengkel resmi Toyota terdekat.

“Mengingat ada potensi ketidaksempurnaan, kami mengajak para pemilik Toyota Alphard tahun produksi tertentu supaya datang ke bengkel resmi Toyota di seluruh Indonesia untuk memastikan apakah kendaraannya memperoleh panggilan recall,” kata Henry Tanoto, Vice President Director PT TAM.

Rental Toyota Alphard
Photo : Auto 2000

Apabila bermasalah, maka pihak Toyota bakal memberikan penggantian komponen sesuai spesifikasi teknis.

Lebih lanjut dijelaskan, Front Hood Moulding atau moulding kap mesin pada Toyota Alphard berpeluang terlepas dari posisi awalnya. Posisi struktur pemasangannya perlu diperkuat.

Konsumen tidak perlu khawatir karena waktu pemeriksaan serta penggantian komponen hanya memakan waktu sekitar 30 menit.

Lalu pada Toyota Alphard ada alternator sebagai komponen penghasil daya listrik untuk mengoperasikan sistem kelistrikan di mobil. Pulley melengkapi, bertugas memutar alternator mengikuti putaran mesin.

Namun ada potensi ketidaksempurnaan Alternator Pulley di Toyota Alphard lansiran Desember 2013-Desember 2022, dapat menyebabkan suara bising bahkan menyebabkan output kelistrikan menurun.

Waktu inspeksi sampai pengerjaan penggantian komponen satu ini adalah sekitar satu jam. Konsumen disarankan booking service terlebih dahulu agar tidak perlu lama menunggu antrean.

Toyota Alphard Hybrid
Photo : TrenOto

“Mengingat ada dua recall Toyota Alphard tahun produksi berbeda, pelanggan bisa memastikannya dengan menghubungi jaringan diler resmi Toyota tersebar di seluruh Indonesia,” kata Jap Ernando Demily, Direktur Pemasaran PT TAM.

Selain itu pemilik Alphard bisa kunjungi laman resmi toyota.astra.co.id/sc, customer care 24 jam di nomor telepon 1-500-315, TARRA (Toyota Interactive Virtual Assistant) melalui Whatsapp 08111500315.

“Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab atas kualitas produk yang dipasarkan dan memberikan peace of mind kepada semua pelanggan Toyota,” tegas dia


Terkini

news
GIICOMVEC

GIICOMVEC Resmi Dibuka, Gairahkan Pasar Kendaraan Niaga

GIICOMVEC 2026 diramaikan oleh 14 merek kendaraan niaga dan 35 industri pendukung, berlangsung 8-11 April 2026

mobil
Toyota

Presiden TMMIN Raih Predikat Green Leadership Utama CEO

Apresiasi atas komitmen berkelanjutan lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup beri penghargaan untuk Toyota

news
Harga BBM

Purbaya Pastikan Harga BBM Pertalite Tak Naik Sampai Akhir 2026

Harga BBM subsidi dipastikan tidak naik sampai akhir tahun karena pemerintah telah menyiapkan dana tambahan

mobil
Chery Arta Serpong

Diler Chery Arta Serpong Dibuka, Tempati Bekas Outlet Honda

Chery resmi membuka outlet baru di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, kapasitas servis 12 mobil per hari

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 8 April 2026, Ada GIICOMVEC di Kemayoran

GIICOMVEC 2026 akan diselenggarakan hari ini dan kemungkinan bakal terdampak aturan ganjil genap Jakarta

motor
Motor Listrik

Fakta MBG Boyong Puluhan Ribu Motor Listrik, Buat Kepala SPPG

Puluhan ribu motor listrik yang dipesan disebut untuk kepala SPPG demi kelancaran operasional program MBG

mobil
PHEV

Alasan Mobil PHEV Belum Banyak Dilirik Konsumen Tanah Air

Banyak konsumen menganggap PHEV tidak memiliki keuntungan serupa mobil listrik, misalnya bebas ganjil genap

news
GWM Tank 500 Diesel

GWM Ungkap Daya Tarik Mobil Diesel yang Kalahkan Penjualan Hybrid

Di era transisi elektrifikasi, GWM menilai mobil diesel masih punya potensi yang cukup besar di Indonesia