Recall Daihatsu Xenia, Belum Banyak Pelanggan Datang

Recall Daihatsu Xenia belum banyak didatangi pelanggan yang mobilnya terdampak meski sangat berisiko

Recall Daihatsu Xenia, Belum Banyak Pelanggan Datang
Adi Hidayat

KatadataOTO – Recall Daihatsu Xenia sudah berlangsung selama satu bulan namun pelanggan masih banyak yang belum mengikuti. Hal ini terlihat dari jumlah unit yang datang ke bengkel resmi guna melakukan perbaikan.

Meski demikian Sri Agung Handayani, Marketing Director & Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor mengungkap bahwa pihaknya terus menghubungi pelanggan. Dengan demikian diharapkan keselamatan bisa lebih terjamin.

“Kami melakukan recall pada 13 Februari 2024 dan untuk yang Side Impact Beam sudah 128 unit dari 1.410 unit terdampak atau sekitar 10 persen. Sementara perbaikan Nut (mur) Shock Absorber depan itu baru sekitar 1.200 unit atau sekitar 3 persen,” ungkap Sri Agung beberapa waktu lalu.

Ia mengungkap bahwa ada beberapa tantangan dalam menggelar recall. Salah satunya adalah tipe konsumen yang merupakan first car buyer.

Daihatsu Xenia Limited Edition
Photo : TrenOto

“Pelanggan Daihatsu kebanyakan adalah First Car buyer jadi kendaraannya memang digunakan untuk mobilitas. Oleh karena itu kami menjalankan banyak penyesuaian termasuk terus mengingatkan melalui pesan singkat,” ungkapnya.

Ia pun optimis bahwa untuk perbaikan Side Impact Beam Daihatsu Xenia bisa dilaksanakan pada seluruh unit terdampak. Sebab pihaknya sudah melakukan pengembangan dalam layanan recall.

“Untuk Side Impact Beam diharapkan bisa 98 hingga 100 persen tahun ini. Karena kami juga mulai aktif mendatangi konsumen fleet,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Daihatsu Xenia terkena recall karena ada potensi masalah pada Nut Shock Absorber. Mobil yang terdampak adalah lansiran November 2021 hingga September 2023.

Kerusakan ini berpotensi menyebabkan kecelakaan karena mur bisa menjadi kendur lalu menimbulkan suara tidak normal bahkan terlepas. Pemeriksaan dan pengencangan akan berlangsung sekitar 30 menit.

Selain itu Daihatsu Xenia produksi November 2022 perlu dilakukan pengecekan dan perbaikan Side Impact Beam depan kanan. Seluruh proses akan berlangsung sekitar 3–4 jam.

Daihatsu Xenia Limited Edition
Photo : TrenOto

fitur keselamatan tersebut kurang sempurna dipasang sehingga berpotensi tidak dapat memberikan perlindungan secara optimal ketika kecelakaan terjadi.

Bila ingin memastikan apakah kendaraannya menjadi bagian dalam program ini dapat mengunjungi laman resmi ssc.daihatsu.co.id dengan memasukkan nomor rangka mobil milik pelanggan atau menghubungi call center di 1-500-898.


Terkini

mobil
Pertalite, Pertamina

Pembatasan Pembelian Pertalite Dimulai Hari Ini

Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi

motor
Yamaha AEROX

Yamaha AEROX ALPHA Hadirkan Warna dan Grafis Terbaru

Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing

news
Harga BBM

Harga BBM Pertamina di April 2026, Pertalite dan Pertamax Tetap

Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta 1 April 2026, Siapkan Rute Alternatif

Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif

news
Sim keliling bandung

Catat Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Bandung di Awal April 2026

Demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini

news
SIM Keliling Jakarta

Syarat dan Biaya SIM Keliling Jakarta Hari Ini Rabu 1 April 2026

Di awal April 2026, SIM keliling Jakarta tetap melayani pemohon yang ingin memperpanjang masa berlaku

mobil
Chery QQ3 EV

Chery QQ3 EV Meluncur, Rival Aion UT Harga Rp 100 Jutaan

Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan

mobil
Mobil listrik

Harga Naik, Penjualan Mobil Listrik CKD Terancam Stagnan

Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan