BMW Pimpin Penjualan Segmen Premium Indonesia di 2025
23 Januari 2026, 15:00 WIB
Melihat ketidakpastian insentif tahun ini, ekonom yakin penjualan mobil baru belum bisa tembus 1 juta unit
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia belum bisa kembali ke angka satu juta unit. Terakhir kali capaian tersebut diraih pada 2023, tepatnya sebanyak 1.005.802 unit.
Tahun lalu angkanya juga diprediksi hanya bisa mencapai sekitar 800 ribu unit. Bahkan pengamat menilai target realistisnya adalah 730 ribu sampai 760 ribu unit.
Ketidakpastian insentif otomotif di 2026 juga diyakini bakal menjadi biang kerok landainya penjualan mobil baru di Indonesia.
“Kalau tahun ini benar insentif otomotif tidak diberikan, saya melihat penjualan mobil cenderung sulit melonjak dan lebih besar peluangnya hanya bergerak tipis dari 2025, bahkan bisa kembali mendatar,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO belum lama ini.
Namun Josua turut menyorot faktor-faktor lain di samping absennya insentif atau program pendorong penjualan.
Ia menegaskan masalah dasarnya adalah dari sisi permintaan, di mana daya beli masyarakat masih lemah dan konsumen berhati-hati dalam melakukan pembelian mobil baru.
Pada sembilan bulan pertama 2025, Joshua mengungkapkan terjadi penurunan 11,3 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
“Di saat yang sama ketika konsumen tertekan, mereka turun kelas ke opsi lebih murah. Terlihat dari pembiayaan mobil bekas tetap tumbuh, sementara pembiayaan mobil baru melambat dan bahkan menyusut,” kata Josua.
Banyak kendaraan terjual dalam volume besar di dalam negeri merupakan produk di segmen harga di bawah Rp 500 jutaan.
Segmen itu disebut sensitif terhadap perubahan harga. Sehingga insentif dari pemerintah jadi satu dari sekian banyak faktor buat mempertahankan banderol kendaraan.
Sebagai informasi, penjualan mobil baru secara retail (distribusi dari diler ke konsumen) di dalam negeri pada periode Januari-November 2025 adalah 739.977 unit.
Sedangkan angka wholesales atau pengiriman dari pabrik ke diler ada di angka 710.084 unit. Lambatnya pertumbuhan itu membuat Gaikindo kemudian melakukan revisi target dari 850 ribu unit menjadi 780 ribu unit.
Artinya penjualan mobil baru di Desember 2025 harus bisa mencapai setidaknya 70 ribu unit untuk bisa mencapai target Gaikindo.
Hal itu mungkin dicapai apabila melihat tren penjualan retail yang perlahan membaik sejak Oktober.
Sebagai gambaran, penjualan retail di Oktober 2025 adalah 74.720 unit. Sementara di November 2025 angkanya naik 79.310 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Januari 2026, 15:00 WIB
23 Januari 2026, 12:00 WIB
22 Januari 2026, 08:00 WIB
21 Januari 2026, 12:00 WIB
21 Januari 2026, 11:00 WIB
Terkini
25 Januari 2026, 07:00 WIB
Menjelang akhir Januari hampir semua harga LCGC mengalami kenaikan, Honda Brio Satya tipe tertinggi Rp 4 juta
24 Januari 2026, 17:00 WIB
Jaecoo Indonesia meminta maaf atas lamanya pengiriman unit J5 EV yang pesanannya lebih tinggi dari perhitungan awal
24 Januari 2026, 15:00 WIB
Farizon SV hadir di Indonesia dan siap menantang Toyota Hiace di bidang transportasi perkotaan Tanah Air
24 Januari 2026, 13:00 WIB
Jaecoo ingin para konsumen di Indonesia tidak merasa berat ketika ingin membeli mobil listrik mereka di 2026
24 Januari 2026, 11:17 WIB
Yamaha Fazzio Hybrid tampil lebih segar di awal 2026 dengan diberikan warna maupun grafis baru di seluruh tipe
24 Januari 2026, 09:00 WIB
Guna meningkatkan TKDN, Aletra akan memperbanyak aktivitas pabrik terkhusus prosedur perakitan baterai
24 Januari 2026, 07:00 WIB
Pemesanan Honda Prelude sudah mulai dibuka pada 23 Januari, namun hanya tersedia di diler-diler tertentu
23 Januari 2026, 21:06 WIB
Demi memberikan wadah kepada para pencinta modifikasi di Indonesia, kick off IMX 2026 baru saja dimulai