Gaikindo Segera Tentukan Target Penjualan Mobil baru untuk 2026
05 Januari 2026, 09:00 WIB
Melihat ketidakpastian insentif tahun ini, ekonom yakin penjualan mobil baru belum bisa tembus 1 juta unit
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia belum bisa kembali ke angka satu juta unit. Terakhir kali capaian tersebut diraih pada 2023, tepatnya sebanyak 1.005.802 unit.
Tahun lalu angkanya juga diprediksi hanya bisa mencapai sekitar 800 ribu unit. Bahkan pengamat menilai target realistisnya adalah 730 ribu sampai 760 ribu unit.
Ketidakpastian insentif otomotif di 2026 juga diyakini bakal menjadi biang kerok landainya penjualan mobil baru di Indonesia.
“Kalau tahun ini benar insentif otomotif tidak diberikan, saya melihat penjualan mobil cenderung sulit melonjak dan lebih besar peluangnya hanya bergerak tipis dari 2025, bahkan bisa kembali mendatar,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO belum lama ini.
Namun Josua turut menyorot faktor-faktor lain di samping absennya insentif atau program pendorong penjualan.
Ia menegaskan masalah dasarnya adalah dari sisi permintaan, di mana daya beli masyarakat masih lemah dan konsumen berhati-hati dalam melakukan pembelian mobil baru.
Pada sembilan bulan pertama 2025, Joshua mengungkapkan terjadi penurunan 11,3 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
“Di saat yang sama ketika konsumen tertekan, mereka turun kelas ke opsi lebih murah. Terlihat dari pembiayaan mobil bekas tetap tumbuh, sementara pembiayaan mobil baru melambat dan bahkan menyusut,” kata Josua.
Banyak kendaraan terjual dalam volume besar di dalam negeri merupakan produk di segmen harga di bawah Rp 500 jutaan.
Segmen itu disebut sensitif terhadap perubahan harga. Sehingga insentif dari pemerintah jadi satu dari sekian banyak faktor buat mempertahankan banderol kendaraan.
Sebagai informasi, penjualan mobil baru secara retail (distribusi dari diler ke konsumen) di dalam negeri pada periode Januari-November 2025 adalah 739.977 unit.
Sedangkan angka wholesales atau pengiriman dari pabrik ke diler ada di angka 710.084 unit. Lambatnya pertumbuhan itu membuat Gaikindo kemudian melakukan revisi target dari 850 ribu unit menjadi 780 ribu unit.
Artinya penjualan mobil baru di Desember 2025 harus bisa mencapai setidaknya 70 ribu unit untuk bisa mencapai target Gaikindo.
Hal itu mungkin dicapai apabila melihat tren penjualan retail yang perlahan membaik sejak Oktober.
Sebagai gambaran, penjualan retail di Oktober 2025 adalah 74.720 unit. Sementara di November 2025 angkanya naik 79.310 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 Januari 2026, 09:00 WIB
03 Januari 2026, 19:00 WIB
02 Januari 2026, 14:16 WIB
02 Januari 2026, 07:00 WIB
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Terkini
05 Januari 2026, 11:00 WIB
Sejumlah proyek strategis milik pemerintah yang ingin dijalankan dipercaya membawa efek bagi pasar motor baru
05 Januari 2026, 10:00 WIB
Harga mobil hybrid di RI belum mengalami penyesuaian, ada model baru Toyota dan varian anyar Chery Tiggo 8
05 Januari 2026, 09:00 WIB
Gakindo berharap penjualan pasar mobil baru di dalam negeri bisa segera bangkit, terutama untuk periode 2026
05 Januari 2026, 08:00 WIB
Julian Johan berhasil selesaikan SS 1 Rally Dakar 2026 setelah melintasi perjalanan 365 km yang penuh tantangan
05 Januari 2026, 07:00 WIB
Biaya pembuatan dan perpanjang SIM di Indonesia masih belum mengalami perubahan apapun dari pemerintah
05 Januari 2026, 06:00 WIB
Demi melayani kebutuhan masyarakat, kepolisian menghadirkan dua lokasi SIM keliling Bandung pada hari ini
05 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali digelar hari ini untuk mengantisipasi macet setelah warga Ibu Kota kembali beraktivitas
05 Januari 2026, 06:00 WIB
Ada lima lokasi fasilitas SIM keliling Jakarta yang beroperasi hari ini, pemohon perlu bawa dokumen pelengkap