10 Merek Mobil Terlaris September 2026: BYD Berjaya
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
Gaikindo berharap Pilkada 2024 yang dilakukan serentak di Indonesia tidak mempengaruhi penjualan mobil
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Terdapat banyak halangan yang membuat penjualan mobil di Indonesia melorot. Salah satunya adalah gelaran Pemilu (Pemilihan Umum) 2024.
Hajatan demokrasi tersebut membawa efek domino ke industri otomotif nasional. Hal itu karena membuat masyarakat menunda pembelian kendaraan roda empat.
Akibatnya angka penjualan mobil sempat melorot di enam bulan awal 2024. Hanya ada 408.012 unit yang terdistribusi dari pabrik ke diler (Wholesales).
Angka tersebut terkoreksi cukup dalam, sekitar 19,5 persen dibanding periode serupa pada 2023. Karena tahun lalu mampu mencatatkan 506.427 kendaraan.
Sementara penjualan mobil secara retail tidak jauh berbeda. Di enam bulan awal 2024 hanya mencetak 431.987 unit.
Jumlah di atas 14 persen lebih rendah daripada periode serupa di 2023. Sebab tahun lalu sukses membukukan 502.533 unit.
Melihat fakta tersebut beberapa pihak khawatir penjualan mobil di semester dua tidak berjalan maksimal. Pasalnya masih ada satu agenda besar, yakni Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) 2024 yang dilakukan serentak.
“Kalau Pilkada kan sifatnya lokal, jadi mudah-mudahan tidak terlalu ada dampak (ke pasar kendaraan roda empat),” ungkap Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Kukuh pun berharap di Pilkada 2024 tidak ada sesuatu hal negatif terjadi. Sebab bakal bawa pengaruh besar bagi sektor otomotif nasional.
Hal senada turut dilontarkan oleh Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif sekaligus akademisi ITB (Institut Teknologi Bandung). Menurutnya ada beberapa faktor akan mempengaruhi penjualan mobil saat Pilkada 2024 nanti.
“Seperti intensitas kampanye, stabilitas keamanan dan kebijakan pemerintah daerah terkait pembatasan kegiatan ekonomi,” ucap Yannes.
Ia menilai kalau ajang tersebut sepertinya bakal berjalan lancar. Tidak akan ada keributan seperti beberapa tahun lalu.
“Sejauh ini tampaknya tidak ada indikasi ke arah Chaos. Sehingga kuncinya bergantung pada daya beli Middle Income Class yang menjadi pasar terbesar otomotif,” tegas Yannes.
Ia pun berharap kondisi di seluruh daerah tetap baik-baik saja meski Pilkada 2024 bakal selenggarakan sebentar lagi, yaitu pada 27 November 2024.
Hal ini agar penjualan mobil di semester dua bisa kembali normal. Tidak mengalami penurunan seperti pada periode Januari sampai Juni kemarin.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
12 Oktober 2026, 21:50 WIB
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
27 September 2026, 09:55 WIB
11 September 2026, 16:01 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan
14 Oktober 2026, 22:28 WIB
Itamotor baru saja meluncurkan handrip untuk skutik premium yang diklaim dapat memberikan kenyamanan lebih
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
BYD Flash Charging bisa digunakan untuk lini mobil listrik Danza yang dipasarkan di Indonesia, seperti D9
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik MG S6 EV jadi opsi baru SUV keluarga di Indonesia, segera meluncur di pameran otomotif GAW 2026
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Shooting brake perdana dari BYD, Danza Z9GT resmi diluncurkan ke konsumen dengan harga Rp 2,25 miliar
14 Oktober 2026, 16:12 WIB
Pasar mobil listrik kembali kedatangan produk baru, kali ini new Danza D9 dan Z9 GT diluncurkan di Tanah Air
14 Oktober 2026, 11:00 WIB
Leapmotor B03 incar konsumen urban, mobil listrik berukuran kompak yang incar konsumen area perkotaan