Ekonomi Lesu, Rental Mobil Ikut Kena Imbasnya
02 Maret 2026, 14:00 WIB
Gaikindo berharap Pilkada 2024 yang dilakukan serentak di Indonesia tidak mempengaruhi penjualan mobil
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Terdapat banyak halangan yang membuat penjualan mobil di Indonesia melorot. Salah satunya adalah gelaran Pemilu (Pemilihan Umum) 2024.
Hajatan demokrasi tersebut membawa efek domino ke industri otomotif nasional. Hal itu karena membuat masyarakat menunda pembelian kendaraan roda empat.
Akibatnya angka penjualan mobil sempat melorot di enam bulan awal 2024. Hanya ada 408.012 unit yang terdistribusi dari pabrik ke diler (Wholesales).
Angka tersebut terkoreksi cukup dalam, sekitar 19,5 persen dibanding periode serupa pada 2023. Karena tahun lalu mampu mencatatkan 506.427 kendaraan.
Sementara penjualan mobil secara retail tidak jauh berbeda. Di enam bulan awal 2024 hanya mencetak 431.987 unit.
Jumlah di atas 14 persen lebih rendah daripada periode serupa di 2023. Sebab tahun lalu sukses membukukan 502.533 unit.
Melihat fakta tersebut beberapa pihak khawatir penjualan mobil di semester dua tidak berjalan maksimal. Pasalnya masih ada satu agenda besar, yakni Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) 2024 yang dilakukan serentak.
“Kalau Pilkada kan sifatnya lokal, jadi mudah-mudahan tidak terlalu ada dampak (ke pasar kendaraan roda empat),” ungkap Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Kukuh pun berharap di Pilkada 2024 tidak ada sesuatu hal negatif terjadi. Sebab bakal bawa pengaruh besar bagi sektor otomotif nasional.
Hal senada turut dilontarkan oleh Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif sekaligus akademisi ITB (Institut Teknologi Bandung). Menurutnya ada beberapa faktor akan mempengaruhi penjualan mobil saat Pilkada 2024 nanti.
“Seperti intensitas kampanye, stabilitas keamanan dan kebijakan pemerintah daerah terkait pembatasan kegiatan ekonomi,” ucap Yannes.
Ia menilai kalau ajang tersebut sepertinya bakal berjalan lancar. Tidak akan ada keributan seperti beberapa tahun lalu.
“Sejauh ini tampaknya tidak ada indikasi ke arah Chaos. Sehingga kuncinya bergantung pada daya beli Middle Income Class yang menjadi pasar terbesar otomotif,” tegas Yannes.
Ia pun berharap kondisi di seluruh daerah tetap baik-baik saja meski Pilkada 2024 bakal selenggarakan sebentar lagi, yaitu pada 27 November 2024.
Hal ini agar penjualan mobil di semester dua bisa kembali normal. Tidak mengalami penurunan seperti pada periode Januari sampai Juni kemarin.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 Maret 2026, 14:00 WIB
26 Februari 2026, 13:00 WIB
24 Februari 2026, 11:01 WIB
23 Februari 2026, 17:00 WIB
23 Februari 2026, 11:00 WIB
Terkini
03 Maret 2026, 12:34 WIB
Meskipun angka kepemilikannya masih 18 persen, konsumen Indonesia melihat EV sebagai sesuatu yang positif
03 Maret 2026, 12:00 WIB
Haka Auto berkomitmen untuk membangun 10 diler BYD dan Denza di semester 1 2026 guna memperkuat posisi perusahaan
03 Maret 2026, 11:00 WIB
BYD dikabarkan siap luncurkan mobil PHEV yang dijual dengan harga yang lebih murah ketimbang mobil listrik
03 Maret 2026, 09:24 WIB
Denza D9 jadi pertimbangan sejumlah konsumen di segmen premium, tawarkan berbagai fitur dan keunggulan
03 Maret 2026, 09:00 WIB
Tingginya suhu di Sirkuit Buriram menjadi salah satu penyebab pelek motor balap milik Marc Marquez pecah
03 Maret 2026, 07:24 WIB
Yamaha Tmax baru yang diluncurkan pada awal 2026 di Indonesia, diklaim sudah terjual lebih dari 50 unit
03 Maret 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk mengatasi kemacetan lalu lintas
03 Maret 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu opsi terbaik bagi masyarakat untuk mengurus dokumen berkendara