Cara Pakai Fitur ACC di Mitsubishi XForce Ultimate DS
30 Maret 2025, 06:00 WIB
Gaikindo berharap Pilkada 2024 yang dilakukan serentak di Indonesia tidak mempengaruhi penjualan mobil
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Terdapat banyak halangan yang membuat penjualan mobil di Indonesia melorot. Salah satunya adalah gelaran Pemilu (Pemilihan Umum) 2024.
Hajatan demokrasi tersebut membawa efek domino ke industri otomotif nasional. Hal itu karena membuat masyarakat menunda pembelian kendaraan roda empat.
Akibatnya angka penjualan mobil sempat melorot di enam bulan awal 2024. Hanya ada 408.012 unit yang terdistribusi dari pabrik ke diler (Wholesales).
Angka tersebut terkoreksi cukup dalam, sekitar 19,5 persen dibanding periode serupa pada 2023. Karena tahun lalu mampu mencatatkan 506.427 kendaraan.
Sementara penjualan mobil secara retail tidak jauh berbeda. Di enam bulan awal 2024 hanya mencetak 431.987 unit.
Jumlah di atas 14 persen lebih rendah daripada periode serupa di 2023. Sebab tahun lalu sukses membukukan 502.533 unit.
Melihat fakta tersebut beberapa pihak khawatir penjualan mobil di semester dua tidak berjalan maksimal. Pasalnya masih ada satu agenda besar, yakni Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) 2024 yang dilakukan serentak.
“Kalau Pilkada kan sifatnya lokal, jadi mudah-mudahan tidak terlalu ada dampak (ke pasar kendaraan roda empat),” ungkap Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Kukuh pun berharap di Pilkada 2024 tidak ada sesuatu hal negatif terjadi. Sebab bakal bawa pengaruh besar bagi sektor otomotif nasional.
Hal senada turut dilontarkan oleh Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif sekaligus akademisi ITB (Institut Teknologi Bandung). Menurutnya ada beberapa faktor akan mempengaruhi penjualan mobil saat Pilkada 2024 nanti.
“Seperti intensitas kampanye, stabilitas keamanan dan kebijakan pemerintah daerah terkait pembatasan kegiatan ekonomi,” ucap Yannes.
Ia menilai kalau ajang tersebut sepertinya bakal berjalan lancar. Tidak akan ada keributan seperti beberapa tahun lalu.
“Sejauh ini tampaknya tidak ada indikasi ke arah Chaos. Sehingga kuncinya bergantung pada daya beli Middle Income Class yang menjadi pasar terbesar otomotif,” tegas Yannes.
Ia pun berharap kondisi di seluruh daerah tetap baik-baik saja meski Pilkada 2024 bakal selenggarakan sebentar lagi, yaitu pada 27 November 2024.
Hal ini agar penjualan mobil di semester dua bisa kembali normal. Tidak mengalami penurunan seperti pada periode Januari sampai Juni kemarin.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Maret 2025, 06:00 WIB
29 Maret 2025, 17:00 WIB
26 Maret 2025, 22:30 WIB
25 Maret 2025, 16:00 WIB
25 Maret 2025, 15:42 WIB
Terkini
31 Maret 2025, 16:17 WIB
Hybrid BYD Shark semakin dekat ke Indonesia, debut di Thailand dengan harga di kisaran Rp 800 jutaan
31 Maret 2025, 12:03 WIB
200 peserta mengikuti program mudik gratis bareng Diton 2025 dengan berbagai kota tujuan seperti ke Semarang
31 Maret 2025, 09:00 WIB
Chery mengungkapkan ada tantangan tersendiri dalam memasarkan SUV crossover listrik Omoda E5 di Indonesia
31 Maret 2025, 07:00 WIB
Haka Auto buka bengkel siaga saat Lebaran untuk menemani perjalanan pelanggan BYD mudik ke kampung halamannya
31 Maret 2025, 06:00 WIB
Kepolisian prediksi ada lonjakan arus mudik dan kepadatan di sejumlah titik setelah pelaksanaan sholat Id
31 Maret 2025, 05:08 WIB
Francesco Bagnaia akhirnya keluar sebagai pemenang pada MotoGP Amerika 2025 usai Marc Marquez terjatuh
30 Maret 2025, 22:03 WIB
Satu unit mobil listrik Hyundai Ioniq 5 N terlibat kecelakaan fatal dengan sebuah truk di Tol JORR, Cengkareng
30 Maret 2025, 12:00 WIB
Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga BBM, disebut sebagai hadiah Lebaran 2025 bagi pengendara