Pengamat Ungkap Syarat Insentif Mobil Hybrid Bisa Efektif
28 Oktober 2026, 09:00 WIB
Periklindo menilai mobil hybrid turut berkontribusi dalam pengurangan konsumsi BBM dan emisi CO2 di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Baru-baru ini muncul usulan mengenai pemberian insentif mobil hybrid . Namun rencana itu menuai beragam tanggapan.
Salah satunya datang dari Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia ( Periklindo ). Mereka mengakui mendukung wacana satu ini.
Asosiasi tersebut berharap pemerintah segera memberikan insentif untuk pembelian mobil hybrid di Tanah Air. Padahal pada 2024, organisasi tersebut dengan tegas menolak subsidi mobil hybrid.
“Kita berpandangan mobil hybrid juga masih memberikan kontribusi terhadap pengurangan (konsumsi) BBM juga CO2,” ungkap Moeldoko, Ketua Umum Periklindo di Jakarta belum lama ini.
Moeldoko mengatakan bahwa mereka telah melakukan diskusi serta kajian secara internal, untuk mempertimbangkan agar kendaraan roda empat berjantung pacu hybrid ini mendapatkan bantuan.
Periklindo berpendapat, mobil hybrid layak masuk dalam kategori kendaraan listrik (EV) sehingga berhak menerima perhatian lebih.
Sementara guna mempercepat penetrasi kendaraan ramah lingkungan, Periklindo memandang insentif nonfiskal memegang fungsi krusial.
Terlebih lagi jika dijalankan dengan memberikan insentif fiskal, seperti keringanan pajak bagi masyarakat.
“Ya dua-duanya biar lebih cepat. Contohnya kemarin saya diskusi dengan Pak Gubernur (DKI Jakarta) bagaimana insentif nonfiskal, di antaranya memberikan zonasi untuk daerah-daerah tertentu yang bisa diakses menggunakan EV,” tegas Moeldoko.
Kebijakan tersebut berpotensi memberikan keuntungan bagi pengguna kendaraan elektrifikasi, terutama jika akses ke kawasan tertentu menjadi lebih mudah.
Namun, penerapannya tetap memerlukan pengaturan lebih lanjut dari pemerintah daerah, termasuk mengenai jenis kendaraan yang dapat memperoleh fasilitas tersebut.
Moeldoko juga menilai kebijakan serupa dapat diterapkan di wilayah lain, terutama kawasan wisata yang memerlukan pengelolaan mobilitas dan emisi kendaraan.
Sekadar mengingatkan, Menteri Perindustrian (Menperin) ingin mempercepat pemberian insentif kepada mobil hybrid, plug-in hybrid serta Range Extended Electric Vehicle (REEV).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 Oktober 2026, 09:00 WIB
26 Oktober 2026, 17:17 WIB
26 Oktober 2026, 11:00 WIB
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Terkini
28 Oktober 2026, 09:00 WIB
Muncul wacana insentif mobil hybrid, realisasinya berpeluang menambah angka penjualan lini kendaraan HEV
28 Oktober 2026, 07:00 WIB
Kepolisian coba mengantisipasi penumpukan kendaraan di sejumlah titik saat ada Demo Mahasiswa 28 Oktober 2026
27 Oktober 2026, 21:00 WIB
Sejumlah pembalap disebut menolak untuk melakoni MotoGP Qatar 2026 pekan depan karena masalah keamanan
27 Oktober 2026, 18:59 WIB
Marquez memiliki peluang besar untuk menjadi pemenang dan mendulang poin sempurna di MotoGP Malaysia 2026
27 Oktober 2026, 13:00 WIB
Try Mandala Putra menjadi konsumen yang berhasil memenangkan hadiah utama Daihatsu Mid Year Surprise Deals
27 Oktober 2026, 11:00 WIB
Piaggio Indonesia menawarkan banyak model Vespa matic, sesuai dengan kebutuhan dan minat para konsumen
27 Oktober 2026, 09:00 WIB
Setelah Phillip Island MotoGP Australia akan beralih ke Adelaide Circuit, trek jalan raya alias street circuit
27 Oktober 2026, 07:00 WIB
Kia Carens EV dibuka keran pemesanannya dan prediksi harganya mulai dari Rp 300 jutaan hingga Rp 400 jutaan