Komitmen Leapmotor Penuhi TKDN 60 Persen, Potensi Harga Naik
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Periklindo berharap pemerintah turut memberikan perhatian untuk kendaraan niaga listrik agar semakin diminati
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah terus menggenjot adopsi mobil listrik di Indonesia, seperti dengan memberikan insentif untuk pembelian kendaraan listrik ( EV ).
Bantuan tersebut diberikan sejak beberapa tahun yang lalu. Namun pada 2026, insentif mobil listrik tidak lagi diberikan.
Kendati demikian, Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia ( Periklindo ) meminta pemerintah tidak hanya fokus pada kendaraan roda empat setrum.
Mereka ingin Presiden Prabowo Subianto beserta para menteri, juga mengucurkan bantuan untuk segmen kendaraan niaga listrik .
"Ke depan harus memikirkan bagaimana mobilitas masa depan. Pemerintah juga harus memperhatikan memberikan insentif pada kendaraan listrik komersial," ungkap Moeldoko, Ketua Umum Periklindo di Jakarta beberapa waktu lalu.
Menurut Moeldoko penggunaan EV bukan hanya sekedar transisi, tetapi juga transformasi secara menyeluruh.
Terlebih lagi jika pemerintah Indonesia, ingin mengurangi subsidi BBM dan emisi karbon dioksida di Tanah Air.
“Selama ini hanya mobil penumpang saja (yang diberikan insentif), ini perlu kita dorong,” tutur Moeldoko.
Lebih jauh kendaraan niaga listrik dinilai memiliki kontribusi cukup besar, dalam menurunkan polusi serta mengurangi konsumsi BBM bersubsidi.
Mengingat sampai sekarang, banyak armada truk maupun bus yang masih menggunakan bahan bakar fosil serta menghasilkan emisi CO2.
Karena itu Ketua Umum Periklindo tersebut, meminta kendaraan niaga listrik juga mendapat perhatian lebih dari pemerintah.
“Harapan kami karena biaya logistik dan rantai pasok masih relatif tinggi, insentif bisa menekan biaya itu,” tegas Moeldoko.
Kemudian pemberian insentif untuk kendaraan niaga listrik, juga dapat membantu meningkatkan efisiensi biaya operasional di sektor transportasi dan logistik.
Pasalnya biaya rantai pasok logistik di Indonesia dinilai masih relatif tinggi. Penggunaan kendaraan listrik di sektor tersebut diharapkan dapat mengurangi pengeluaran.
Terutama dalam armada operasional yang membutuhkan mobilitas tinggi, seperti bus antarkota dan antar provinsi.
“Kami menyampaikan kepada pemerintah kalau ada pemberian insentif, kendaraan komersial dimasukkan. Bentuknya bisa sama dengan kendaraan penumpang, yaitu pengurangan pajak,” pungkas dia.
Oleh karena itu, pelaku usaha di sektor logistik mempunyai dorongan tambahan untuk beralih menggunakan kendaraan listrik.
Periklindo berharap pemerintah mempertimbangkan kebutuhan elektrifikasi kendaraan komersial dalam kebijakan insentif di kemudian hari.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
21 Oktober 2026, 06:39 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
Terkini
26 Oktober 2026, 09:00 WIB
BMW dan Mercedes-Benz jadi merek mobil mewah yang mencatatkan kenaikan penjualan pada periode September 2026
26 Oktober 2026, 07:00 WIB
Mulai masuk pasar premium, pengamat otomotif menilai mobil Cina akan menghadapi persaingan sengit di RI
25 Oktober 2026, 13:18 WIB
Honda Bikers Day 2026 sukses diselenggarakan di Lapangan Panglima Jenderal Sudirman, Ambarawa, Jawa Tengah
24 Oktober 2026, 16:12 WIB
Marc Marquez menjadi yang terdepan di sprint race MotoGP Australia 2026 dan Jorge Martin mengalami kecelakaan
24 Oktober 2026, 15:00 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk menjadi pemenang di MotoGP Australia 2026 dan menumbangkan Jorge Martin
24 Oktober 2026, 13:00 WIB
Honda Bikers Day 2026 akan digelar di Ambara, Jawa Tengah dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah
24 Oktober 2026, 10:15 WIB
Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, diharapkan bisa mendorong kesadaraan berkendara aman di jalan
24 Oktober 2026, 07:00 WIB
Chery bersiap ikut meramaikan pasar kendaraan roda dua, patenkan satu desain motor berteknologi REEV