Stelato S9T, Station Wagon Racikan Huawei-BAIC Terdaftar di RI
08 Desember 2025, 11:00 WIB
Penjualan Tesla melejit dan mendominasi di Norwegia sehingga membuat populasi kendaraan listrik meningkat tajam di sana
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Penjualan mobil-mobil listrik buatan Tesla dikatakan mengalami peningkatan permintaan di Norwegia. Dibandingkan bulan lalu, permintaan mobil listrik di Norwegia mencapai hampir 80 persen.
Dikutip Antara dari Reuters, Norwegia saat ini telah menjadi pemimpin global dalam penggunaan kendaraan listrik. Adapun negara tersebut sudah mulai beralih dari kendaraan mesin bakar atau konvensional, ke listrik.
Lebih jauh dikatakan bahwa Norwegia tengah berusaha untuk menjadi negara pertama di dunia, dalam mengakhiri penjualan mobil bensin dan diesel pada 2025. Indonesia sendiri dikatakan baru akan mengakhiri pada 2030.
Menurut Federasi Jalan Norwegia (OFV), populasi kendaraan listrik dengan baterai pada September mencapai 77.5 persen. Kondisi ini naik 61.5 persen dari tahun lalu pada periode yang sama.
Tesla Model Y yang merupakan kendaraan sport kompak menjadi unit paling laris dengan 19.8 persen dari pasar mobil di sana. Sementara tesla Model 3 meraih 12.3 persen dan Skoda Enyaq meraih posisi ketiga terlaris dengan 4.4 persen.
Tesla Model Y sendiri merupakan unit yang pertama kalinya diluncurkan pada 2019 di California. Kendaraan ini belum lama ini ditawarkan untuk pasar Eropa.
Penjualan mobil listrik di banyak negara di dunia mendapatkan keistimewaan khusus. Mobil listrik mendapat kebebasan pajak untuk bisa menggairahkan minat calon konsumen dan produsen.
Sama dengan Indonesia yang membebaskan pajak untuk kendaraan listrik berbasis baterai. Pabrikan mobil lain juga didorong oleh Pemerintah Indonesia untuk segera memasarkan mobil listrik.
Namun untuk Norwegia, skema mobil listrik bebas pajak digadang-gadang akan berubah. Hal ini tergantung dari Pemerintahan baru yang dimenangkan Partai Buruh.
Jika pajak mulai diterapkan pada mobil-mobil listrik di sana, maka produsen yang terdampak tidak hanya Tesla. Porsche, Audi dan Mercedes-Benz juga akan ikut terpengaruh dengan skema baru tersebut.
“Pembebasan pajak untuk pembelian mobil listrik dimaksudkan sebagai cara untuk memperkenalkan teknologi baru. Itu subsidi dan semakin mahal mobilnya, maka semakin besar subsidinya,” ucap Svein Roald Hansen, juru bicara kebijakan pajak Partai Buruh.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Desember 2025, 11:00 WIB
07 Desember 2025, 13:00 WIB
04 Desember 2025, 16:00 WIB
04 Desember 2025, 14:00 WIB
04 Desember 2025, 13:00 WIB
Terkini
08 Desember 2025, 20:00 WIB
Menurut laporan Gaikindo pada Senin (08/12), penjualan mobil baru di bulan lalu berhasil menyentuh 79.310 unit
08 Desember 2025, 19:00 WIB
Keberadaan ETLE dinilai cukup penting bagi Polda Metro Jaya, sebab merekam ribuan pelanggar setiap hari
08 Desember 2025, 18:00 WIB
Auto2000 siap menjalani persaingan penjualan mobil baru tahun depan dengan bermodalkan strategi kuat
08 Desember 2025, 17:00 WIB
Ada beberapa hal yang patut jadi perhatian dalam penanganan untuk mobil yang terkena musibah banjir bandang
08 Desember 2025, 16:00 WIB
Federal Oil menggandeng mitra bengkel SiTepat untuk menggelar program yang melibatkan puluhan bikers
08 Desember 2025, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya mengungkap jumlah pelanggaran operasi Zebra 2025 di Jakarta telah mengalami penurunan
08 Desember 2025, 14:00 WIB
Pertamina yang baru saja mengirimkan pasokan BBM ke SPBU Shell Indonesia kini sudah bisa dinikmati konsumen
08 Desember 2025, 13:00 WIB
Toyota masih memimpin sebagai merek mobil terlaris di November 2025 disusul Daihatsu, simak daftar lengkapnya