Xpeng Luncurkan X9 Facelift dan G6 AWD, Bertambah Fitur Kekinian
28 Juni 2026, 07:15 WIB
Penjualan Tesla melejit dan mendominasi di Norwegia sehingga membuat populasi kendaraan listrik meningkat tajam di sana
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Penjualan mobil-mobil listrik buatan Tesla dikatakan mengalami peningkatan permintaan di Norwegia. Dibandingkan bulan lalu, permintaan mobil listrik di Norwegia mencapai hampir 80 persen.
Dikutip Antara dari Reuters, Norwegia saat ini telah menjadi pemimpin global dalam penggunaan kendaraan listrik. Adapun negara tersebut sudah mulai beralih dari kendaraan mesin bakar atau konvensional, ke listrik.
Lebih jauh dikatakan bahwa Norwegia tengah berusaha untuk menjadi negara pertama di dunia, dalam mengakhiri penjualan mobil bensin dan diesel pada 2025. Indonesia sendiri dikatakan baru akan mengakhiri pada 2030.
Menurut Federasi Jalan Norwegia (OFV), populasi kendaraan listrik dengan baterai pada September mencapai 77.5 persen. Kondisi ini naik 61.5 persen dari tahun lalu pada periode yang sama.
Tesla Model Y yang merupakan kendaraan sport kompak menjadi unit paling laris dengan 19.8 persen dari pasar mobil di sana. Sementara tesla Model 3 meraih 12.3 persen dan Skoda Enyaq meraih posisi ketiga terlaris dengan 4.4 persen.
Tesla Model Y sendiri merupakan unit yang pertama kalinya diluncurkan pada 2019 di California. Kendaraan ini belum lama ini ditawarkan untuk pasar Eropa.
Penjualan mobil listrik di banyak negara di dunia mendapatkan keistimewaan khusus. Mobil listrik mendapat kebebasan pajak untuk bisa menggairahkan minat calon konsumen dan produsen.
Sama dengan Indonesia yang membebaskan pajak untuk kendaraan listrik berbasis baterai. Pabrikan mobil lain juga didorong oleh Pemerintah Indonesia untuk segera memasarkan mobil listrik.
Namun untuk Norwegia, skema mobil listrik bebas pajak digadang-gadang akan berubah. Hal ini tergantung dari Pemerintahan baru yang dimenangkan Partai Buruh.
Jika pajak mulai diterapkan pada mobil-mobil listrik di sana, maka produsen yang terdampak tidak hanya Tesla. Porsche, Audi dan Mercedes-Benz juga akan ikut terpengaruh dengan skema baru tersebut.
“Pembebasan pajak untuk pembelian mobil listrik dimaksudkan sebagai cara untuk memperkenalkan teknologi baru. Itu subsidi dan semakin mahal mobilnya, maka semakin besar subsidinya,” ucap Svein Roald Hansen, juru bicara kebijakan pajak Partai Buruh.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
19 Juni 2026, 19:00 WIB
18 Juni 2026, 17:29 WIB
Terkini
28 Juni 2026, 07:15 WIB
X9 Facelitft dan G6 AWD menjadi andalan baru bagi Xpeng untuk menggoda para konsumen berkantong tebal
27 Juni 2026, 21:00 WIB
AHM meminta konsumen tidak perlu ragu dengan kualitas new Honda Vario Evo 160 yang diluncurkan di Indonesia
27 Juni 2026, 20:34 WIB
Sprint Race MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen berlangsung sengit, dua rider Trackhouse Aprilia naik podium
27 Juni 2026, 18:15 WIB
Mobil mewah diyakini mengalami tantangan khususnya dari segi harga jual di tengah ketidakpastian kurs
27 Juni 2026, 09:00 WIB
Mitsubishi Destinator menghadirkan pengalaman berkendara yang nyaman, aman dan efisien untuk mobilitas harian
27 Juni 2026, 07:00 WIB
Yadea Indonesia membuktikan kualitas produknya melalui agenda kunjungan Wapres ke Papua beberapa waktu lalu
26 Juni 2026, 22:57 WIB
Mitsubishi Pajero Sport tawarkan keseimbangan performa mesin dan efisiensi bahan bakar untuk keluarga
26 Juni 2026, 09:00 WIB
AHM menjelaskan kalau mereka belum memutuskan bagaimana masa depan paten Honda Ryden 160 yang mereka daftarkan