Penerimaan Mobil Listrik dan Hybrid di RI Kian Positif di 2026
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
Penjualan Tesla melejit dan mendominasi di Norwegia sehingga membuat populasi kendaraan listrik meningkat tajam di sana
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Penjualan mobil-mobil listrik buatan Tesla dikatakan mengalami peningkatan permintaan di Norwegia. Dibandingkan bulan lalu, permintaan mobil listrik di Norwegia mencapai hampir 80 persen.
Dikutip Antara dari Reuters, Norwegia saat ini telah menjadi pemimpin global dalam penggunaan kendaraan listrik. Adapun negara tersebut sudah mulai beralih dari kendaraan mesin bakar atau konvensional, ke listrik.
Lebih jauh dikatakan bahwa Norwegia tengah berusaha untuk menjadi negara pertama di dunia, dalam mengakhiri penjualan mobil bensin dan diesel pada 2025. Indonesia sendiri dikatakan baru akan mengakhiri pada 2030.
Menurut Federasi Jalan Norwegia (OFV), populasi kendaraan listrik dengan baterai pada September mencapai 77.5 persen. Kondisi ini naik 61.5 persen dari tahun lalu pada periode yang sama.
Tesla Model Y yang merupakan kendaraan sport kompak menjadi unit paling laris dengan 19.8 persen dari pasar mobil di sana. Sementara tesla Model 3 meraih 12.3 persen dan Skoda Enyaq meraih posisi ketiga terlaris dengan 4.4 persen.
Tesla Model Y sendiri merupakan unit yang pertama kalinya diluncurkan pada 2019 di California. Kendaraan ini belum lama ini ditawarkan untuk pasar Eropa.
Penjualan mobil listrik di banyak negara di dunia mendapatkan keistimewaan khusus. Mobil listrik mendapat kebebasan pajak untuk bisa menggairahkan minat calon konsumen dan produsen.
Sama dengan Indonesia yang membebaskan pajak untuk kendaraan listrik berbasis baterai. Pabrikan mobil lain juga didorong oleh Pemerintah Indonesia untuk segera memasarkan mobil listrik.
Namun untuk Norwegia, skema mobil listrik bebas pajak digadang-gadang akan berubah. Hal ini tergantung dari Pemerintahan baru yang dimenangkan Partai Buruh.
Jika pajak mulai diterapkan pada mobil-mobil listrik di sana, maka produsen yang terdampak tidak hanya Tesla. Porsche, Audi dan Mercedes-Benz juga akan ikut terpengaruh dengan skema baru tersebut.
“Pembebasan pajak untuk pembelian mobil listrik dimaksudkan sebagai cara untuk memperkenalkan teknologi baru. Itu subsidi dan semakin mahal mobilnya, maka semakin besar subsidinya,” ucap Svein Roald Hansen, juru bicara kebijakan pajak Partai Buruh.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
04 Agustus 2026, 07:00 WIB
03 Agustus 2026, 12:00 WIB
02 Agustus 2026, 07:00 WIB
Terkini
10 Agustus 2026, 16:22 WIB
Kolaborasi Motul dan Von Dutch diramaikan komunitas sepeda motor bergaya otentik dan klasik yang berkelas
10 Agustus 2026, 12:01 WIB
UD Trucks kembali menggelar ajang kompetensi para pengemudi truck berskala nasional EMC 2026 beberapa waktu lalu
10 Agustus 2026, 10:00 WIB
Meskipun penjualannya sudah terbilang baik, Gaikindo menilai insentif mobil hybrid masih tetap diperlukan
10 Agustus 2026, 08:31 WIB
DFSK E5 Plus Punya Tawaran Fitur dan Teknologi Yang Lengkap dan Siap Tantang SUV PHEV Sekelasnya di Tanah Air
10 Agustus 2026, 06:37 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu fasilitas dari kepolisian yang dapat dimanfaatkan masyarakat hari ini
10 Agustus 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa memecah kebuntuan khususnya di jam-jam sibuk Ibu Kota, Ganjil Genap Jakarta bisa menjadi solusi
09 Agustus 2026, 20:36 WIB
Berlangsung sengit dan banyak pembalap gagal menaklukkan Sirkuit Silverstone, ini jalannya MotoGP Inggris 2026
09 Agustus 2026, 19:15 WIB
Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian mengunjungi booth Jetour di GIIAS 2026 untuk melihat berbagai inovasi