BYD Atto 2 Terdaftar di Indonesia, Versi Terbarunya Debut
22 September 2026, 07:00 WIB
Penjualan Tesla melejit dan mendominasi di Norwegia sehingga membuat populasi kendaraan listrik meningkat tajam di sana
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Penjualan mobil-mobil listrik buatan Tesla dikatakan mengalami peningkatan permintaan di Norwegia. Dibandingkan bulan lalu, permintaan mobil listrik di Norwegia mencapai hampir 80 persen.
Dikutip Antara dari Reuters, Norwegia saat ini telah menjadi pemimpin global dalam penggunaan kendaraan listrik. Adapun negara tersebut sudah mulai beralih dari kendaraan mesin bakar atau konvensional, ke listrik.
Lebih jauh dikatakan bahwa Norwegia tengah berusaha untuk menjadi negara pertama di dunia, dalam mengakhiri penjualan mobil bensin dan diesel pada 2025. Indonesia sendiri dikatakan baru akan mengakhiri pada 2030.
Menurut Federasi Jalan Norwegia (OFV), populasi kendaraan listrik dengan baterai pada September mencapai 77.5 persen. Kondisi ini naik 61.5 persen dari tahun lalu pada periode yang sama.
Tesla Model Y yang merupakan kendaraan sport kompak menjadi unit paling laris dengan 19.8 persen dari pasar mobil di sana. Sementara tesla Model 3 meraih 12.3 persen dan Skoda Enyaq meraih posisi ketiga terlaris dengan 4.4 persen.
Tesla Model Y sendiri merupakan unit yang pertama kalinya diluncurkan pada 2019 di California. Kendaraan ini belum lama ini ditawarkan untuk pasar Eropa.
Penjualan mobil listrik di banyak negara di dunia mendapatkan keistimewaan khusus. Mobil listrik mendapat kebebasan pajak untuk bisa menggairahkan minat calon konsumen dan produsen.
Sama dengan Indonesia yang membebaskan pajak untuk kendaraan listrik berbasis baterai. Pabrikan mobil lain juga didorong oleh Pemerintah Indonesia untuk segera memasarkan mobil listrik.
Namun untuk Norwegia, skema mobil listrik bebas pajak digadang-gadang akan berubah. Hal ini tergantung dari Pemerintahan baru yang dimenangkan Partai Buruh.
Jika pajak mulai diterapkan pada mobil-mobil listrik di sana, maka produsen yang terdampak tidak hanya Tesla. Porsche, Audi dan Mercedes-Benz juga akan ikut terpengaruh dengan skema baru tersebut.
“Pembebasan pajak untuk pembelian mobil listrik dimaksudkan sebagai cara untuk memperkenalkan teknologi baru. Itu subsidi dan semakin mahal mobilnya, maka semakin besar subsidinya,” ucap Svein Roald Hansen, juru bicara kebijakan pajak Partai Buruh.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
22 September 2026, 13:00 WIB
Honda meyakini LCGC punya pasarnya sendiri terkhusus untuk pembeli mobil pertama, belum tergantikan EV murah
22 September 2026, 11:35 WIB
Changan mencatatkan penjualan retail 305 unit sepanjang periode 2026, masih berusaha naik di Agustus 2026
22 September 2026, 07:00 WIB
Belum kunjung hadir di RI, BYD Atto 2 versi baru diperkenalkan di negara asalnya dengan sejumlah penyegaran
22 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini beroperasi sejak pagi untuk mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang
22 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan dalam mengurai kemacetan panjang terutama pada jam-jam sibuk
21 September 2026, 21:00 WIB
Menurut catatan, Daihatsu berhasil meniagakan hingga 97 ribu mobil baru sejak Januari hingga Agustus 2026
21 September 2026, 19:00 WIB
Hyundai dan Shell resmi melanjutkan kerja sama di Indonesia, untuk memberikan pelayanan terbaik ke pelanggan
21 September 2026, 15:43 WIB
KatadataOTO berkesempatan untuk menguji kemampuan SUV mewah Toyota Land Cruiser 300 Hybrid EV di Gumuk Pasir