Harga Tiga Mobil Baru BMW, Goda Penggemar Seri M
25 Juni 2026, 19:27 WIB
Mobil mewah diyakini mengalami tantangan khususnya dari segi harga jual di tengah ketidakpastian kurs
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil premium yang menyasar segmen konsumen menengah ke atas cenderung kebal terhadap tantangan ekonomi di dalam negeri.
Misalnya kenaikan harga bensin. Fenomena tersebut, setidaknya menurut salah satu brand premium yakni BMW, tidak membuat konsumen melakukan penundaan pembelian.
Meskipun begitu masih ada tantangan lain menanti yakni perubahan kurs yang tidak menentu.
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar sebenarnya bakal berdampak pada harga jual mobil mewah di Indonesia yang mayoritas masih diimpor utuh dari negara asalnya.
“Kalau kita lihat lebih dalam sebenarnya efek paling besar justru di mobil premium,” kata Agung Iskandar, Chief Commercial Officer OLX Indonesia di Jakarta, Jumat (26/06).
Lebih lanjut ia mengungkapkan data penjualan mobil premium rata-rata menunjukkan penurunan.
BMW dan Mini cenderung stabil, namun tetap tidak menunjukkan lonjakan signifikan.
“Saya mungkin tidak 100 persen akurat, tetapi banyak sampai sekarang (yang dijual) masih VIN code 2025 (NIK 2025). Jadi lagi banyak paket diskon, cuci gudang stok,” ungkap dia.
Dengan banyaknya diskon, harga mobil bekas BMW pun ikut terdampak. Konsumen akhirnya cenderung membeli unit baru karena banderol lebih murah.
“Ini cukup lumrah. Selama kita hitung mobil barunya ada diskon besar, ya (konsumen) mending beli baru,” kata Agung.
Ia menegaskan nilai tukar yang bergerak melemah atau memburuk, segmen mobil premium sebenarnya menjadi yang paling terdampak.
OLX Indonesia mencatat ada pertumbuhan permintaan mobil bekas saat mobil baru justru mengalami perlambatan.
Lalu menariknya ada perbaikan dari sisi kredit. Menurut Agung, kualitas kredit di 2026 jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
“Jadi jumlah mobil tarikan konsumen bermasalah itu turun cukup jauh,” kata Agung.
Tenor atau lama cicilan mobil juga semakin lama. Menurut Agung, ini mengindikasikan pengguna mobil tidak banyak berganti-ganti kendaraan.
Hal tersebut pada akhirnya mempengaruhi jumlah suplai mobil bekas yang beredar di pasaran. Ketersediaan mobil bekas cenderung turun, namun peminatnya bertumbuh.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 Juni 2026, 19:27 WIB
24 Juni 2026, 21:00 WIB
17 Juni 2026, 07:00 WIB
15 Juni 2026, 20:04 WIB
28 Mei 2026, 07:00 WIB
Terkini
27 Juni 2026, 09:00 WIB
Mitsubishi Destinator menghadirkan pengalaman berkendara yang nyaman, aman dan efisien untuk mobilitas harian
27 Juni 2026, 07:00 WIB
Yadea Indonesia membuktikan kualitas produknya melalui agenda kunjungan Wapres ke Papua beberapa waktu lalu
26 Juni 2026, 22:57 WIB
Mitsubishi Pajero Sport tawarkan keseimbangan performa mesin dan efisiensi bahan bakar untuk keluarga
26 Juni 2026, 09:00 WIB
AHM menjelaskan kalau mereka belum memutuskan bagaimana masa depan paten Honda Ryden 160 yang mereka daftarkan
26 Juni 2026, 07:00 WIB
Francesco Bagnaia mendapatkan kontrak selama empat tahun dari Aprilia dan akan berduet dengan Bezzecchi
26 Juni 2026, 06:23 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diberlakukan hari ini untuk bisa mengurai kemacetan terutama pada jam sibuk
26 Juni 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai terlewat, SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa lima lokasi sebelum akhir pekan
26 Juni 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi sejak pagi dan melayani para pengendara motor maupun mobil sebelum akhir pekan