Penjualan Mobil Bekas Tumbuh 12 Persen di GIIAS 2026
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
Mobil mewah diyakini mengalami tantangan khususnya dari segi harga jual di tengah ketidakpastian kurs
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil premium yang menyasar segmen konsumen menengah ke atas cenderung kebal terhadap tantangan ekonomi di dalam negeri.
Misalnya kenaikan harga bensin. Fenomena tersebut, setidaknya menurut salah satu brand premium yakni BMW, tidak membuat konsumen melakukan penundaan pembelian.
Meskipun begitu masih ada tantangan lain menanti yakni perubahan kurs yang tidak menentu.
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar sebenarnya bakal berdampak pada harga jual mobil mewah di Indonesia yang mayoritas masih diimpor utuh dari negara asalnya.
“Kalau kita lihat lebih dalam sebenarnya efek paling besar justru di mobil premium,” kata Agung Iskandar, Chief Commercial Officer OLX Indonesia di Jakarta, Jumat (26/06).
Lebih lanjut ia mengungkapkan data penjualan mobil premium rata-rata menunjukkan penurunan.
BMW dan Mini cenderung stabil, namun tetap tidak menunjukkan lonjakan signifikan.
“Saya mungkin tidak 100 persen akurat, tetapi banyak sampai sekarang (yang dijual) masih VIN code 2025 (NIK 2025). Jadi lagi banyak paket diskon, cuci gudang stok,” ungkap dia.
Dengan banyaknya diskon, harga mobil bekas BMW pun ikut terdampak. Konsumen akhirnya cenderung membeli unit baru karena banderol lebih murah.
“Ini cukup lumrah. Selama kita hitung mobil barunya ada diskon besar, ya (konsumen) mending beli baru,” kata Agung.
Ia menegaskan nilai tukar yang bergerak melemah atau memburuk, segmen mobil premium sebenarnya menjadi yang paling terdampak.
OLX Indonesia mencatat ada pertumbuhan permintaan mobil bekas saat mobil baru justru mengalami perlambatan.
Lalu menariknya ada perbaikan dari sisi kredit. Menurut Agung, kualitas kredit di 2026 jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
“Jadi jumlah mobil tarikan konsumen bermasalah itu turun cukup jauh,” kata Agung.
Tenor atau lama cicilan mobil juga semakin lama. Menurut Agung, ini mengindikasikan pengguna mobil tidak banyak berganti-ganti kendaraan.
Hal tersebut pada akhirnya mempengaruhi jumlah suplai mobil bekas yang beredar di pasaran. Ketersediaan mobil bekas cenderung turun, namun peminatnya bertumbuh.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
18 Agustus 2026, 21:30 WIB
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
13 Agustus 2026, 22:00 WIB
Terkini
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna
24 Agustus 2026, 18:22 WIB
Avatr 07L siap menjadi rival setara buat Denza, tawarkan kendaraan premium ramah lingkungan di Indonesia
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pergeseran minat pelaku usaha menuju kendaraan elektrifikasi, khususnya hybrid, sudah mulai terlihat
24 Agustus 2026, 06:20 WIB
Untuk bisa nyaman menggunakan kendaraan pribadi di Ibu Kota, Ikuti aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini