Penjualan Datar, BMW Tetap Pede Bawa iX3 di GIIAS 2026
30 Juni 2026, 21:00 WIB
Mobil mewah diyakini mengalami tantangan khususnya dari segi harga jual di tengah ketidakpastian kurs
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil premium yang menyasar segmen konsumen menengah ke atas cenderung kebal terhadap tantangan ekonomi di dalam negeri.
Misalnya kenaikan harga bensin. Fenomena tersebut, setidaknya menurut salah satu brand premium yakni BMW, tidak membuat konsumen melakukan penundaan pembelian.
Meskipun begitu masih ada tantangan lain menanti yakni perubahan kurs yang tidak menentu.
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar sebenarnya bakal berdampak pada harga jual mobil mewah di Indonesia yang mayoritas masih diimpor utuh dari negara asalnya.
“Kalau kita lihat lebih dalam sebenarnya efek paling besar justru di mobil premium,” kata Agung Iskandar, Chief Commercial Officer OLX Indonesia di Jakarta, Jumat (26/06).
Lebih lanjut ia mengungkapkan data penjualan mobil premium rata-rata menunjukkan penurunan.
BMW dan Mini cenderung stabil, namun tetap tidak menunjukkan lonjakan signifikan.
“Saya mungkin tidak 100 persen akurat, tetapi banyak sampai sekarang (yang dijual) masih VIN code 2025 (NIK 2025). Jadi lagi banyak paket diskon, cuci gudang stok,” ungkap dia.
Dengan banyaknya diskon, harga mobil bekas BMW pun ikut terdampak. Konsumen akhirnya cenderung membeli unit baru karena banderol lebih murah.
“Ini cukup lumrah. Selama kita hitung mobil barunya ada diskon besar, ya (konsumen) mending beli baru,” kata Agung.
Ia menegaskan nilai tukar yang bergerak melemah atau memburuk, segmen mobil premium sebenarnya menjadi yang paling terdampak.
OLX Indonesia mencatat ada pertumbuhan permintaan mobil bekas saat mobil baru justru mengalami perlambatan.
Lalu menariknya ada perbaikan dari sisi kredit. Menurut Agung, kualitas kredit di 2026 jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
“Jadi jumlah mobil tarikan konsumen bermasalah itu turun cukup jauh,” kata Agung.
Tenor atau lama cicilan mobil juga semakin lama. Menurut Agung, ini mengindikasikan pengguna mobil tidak banyak berganti-ganti kendaraan.
Hal tersebut pada akhirnya mempengaruhi jumlah suplai mobil bekas yang beredar di pasaran. Ketersediaan mobil bekas cenderung turun, namun peminatnya bertumbuh.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 21:00 WIB
28 Juni 2026, 09:00 WIB
25 Juni 2026, 19:27 WIB
24 Juni 2026, 21:00 WIB
17 Juni 2026, 07:00 WIB
Terkini
14 Juli 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih dipertahankan untuk mengurai kemacetan di Ibu Kota pada jam-jam sibuk
14 Juli 2026, 06:00 WIB
Hari ini SIM keliling Jakarta tersebar di lima lokasi berbeda, simak informasi lengkap dan persyaratannya
14 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi hari ini untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
13 Juli 2026, 21:00 WIB
Honda Super One menjadi mobil listrik baru yang mencoba peruntungan di era elektrifikasi di pasar Indonesia
13 Juli 2026, 20:41 WIB
Persaingan papan atas klasemen sementara MotoGP 2026 memanas usai Ogura tampil kompetitif selama beberapa seri
13 Juli 2026, 18:43 WIB
Pameran otomotif terbesar di Indonesia, GIIAS 2026 dibuka untuk publik mulai 30 Juli sampai 9 Agustus 2026
13 Juli 2026, 13:00 WIB
Wuling Aira ev menjadi lini elektrifikasi pelengkap Air ev, incar konsumen dengan mobilitas di area perkotaan
13 Juli 2026, 09:00 WIB
Para masyarakat memanfaatkan fitur V2L pada mobil listrik dan hybrid mereka sebagai sumber energi saat banjir