Chery Q Debut di GIIAS 2026, Sudah Terpesan 3.000 Unit
19 Juli 2026, 12:00 WIB
Akibat faktor ekonomi global dan geopolitik, penjualan mobil listrik Mercedes-Benz tahun ini merosot
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Banyak manufaktur perlu melakukan perubahan strategi di tengah ketidakpastian perekonomian dan geopolitik. Beberapa juga harus mengalami penurunan penjualan, tidak terkecuali Mercedes-Benz.
Belum lama ini diberitakan setidaknya ada dua model mobil Mercedes-Benz mengalami penurunan yakni sedan S-Class dan EQS terkhusus untuk penjualan di Amerika Serikat.
Tidak hanya itu disebutkan bahwa sejumlah calon konsumen S-Class nampaknya justru menunggu versi facelift yang bakal meluncur tahun depan.
Menanggapi hal tersebut pabrikan asal Jerman ini mengungkapkan kondisi geopolitik, mikro dan makro ekonomi jadi penyebab utamanya.
Diberitakan sebelumnya penjualan mobil listrik Mercedes-Benz yakni EQE dan EQE SUV alami penurunan drastis sebesar 47 persen dibandingkan pada kuartal kedua 2023.
Sedangkan EQS dan EQS SUV turun 57 persen jadi 2.556 unit sepanjang 2024. Hanya saja penjualan EQB justru naik 88 persen dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) Mercedes-Benz lebih diminati.
Kembali pada penurunan penjualan mobil listrik Mercedes-Benz EQS dan sedan mewah S-Class, pihak manufaktur akhirnya mengungkap rencana pengurangan produksi kedua model itu.
Dilansir dari Handelsblatt, produksi EQS dan S-Class di fasilitas Sindelfingen, Swabia, Jerman akan dikurangi dari dua shift menjadi satu shift.
“Kami terus mengoptimasi jaringan produksi kami dan menggunakan fleksibilitas tinggi untuk merespon fluktuasi dan kondisi terus berubah terkait perkembangan geopolitik, mikro dan makro ekonomi namun tetap kompetitif,” tulis Mercedes-Benz dalam keterangan diterima Handelsblatt, dikutip Kamis (1/8).
Lebih lanjut pabrikan mengklaim bakal melakukan beberapa penyesuaian untuk kendaraan tertentu yang diproduksi di fasilitas Sindelfingen.
Belum lama ini Mercedes-Benz menghadirkan EQE SUV buat konsumen Tanah Air. Mereka sendiri masih ada rencana menghadirkan tujuh model baru sampai akhir tahun, empat di antaranya sudah hadir di GIIAS 2024.
Hanya saja merek yang sekarang dinaungi PT Inchcape Indomobil Distribution Indonesia ini mengaku penjualan mobil listrik Mercedes-Benz masih terbilang kecil.
“Porsi penjualan mobil listrik lima persen, masih di bawah ekspektasi. Butuh usaha ekstra agar bisa ditingkatkan salah satunya dengan melengkapi lewat EQE SUV,” ujar Kariyanto Hardjosoemarto, Sales and Marketing Director PT Inchcape Indomobil Distribution Indonesia beberapa waktu lalu.
Pada pameran GIIAS 2024 Mercedes-Benz justru tidak meluncurkan mobil listrik namun sedan mesin bensin dan hybrid. Model itu yakni dua seri E-Class (E 200 dan E 300), Mercedes-AMG C 64 S E Performance, dan hybrid Mercedes-AMG GLC 43 Coupé.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Juli 2026, 12:00 WIB
16 Juli 2026, 19:27 WIB
16 Juli 2026, 07:00 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
14 Juli 2026, 22:00 WIB
Terkini
21 Juli 2026, 23:36 WIB
Fitur V2L pada Chery Tiggo 9 CSH bisa berguna saat rumah tengah mengalami pemadaman listrik secara massal
21 Juli 2026, 21:23 WIB
Changan Deepal S05 resmi dipasarkan untuk para konsumen di Indonesia, mobil ini dipasarkan dalam dua varian
21 Juli 2026, 13:00 WIB
Helm pembalap tampil semakin istimewa dan mudah dikenali dengan penambahan livery maupun corak khusus
21 Juli 2026, 11:00 WIB
Mitsubishi XForce Hybrid tidak disarankan menggunakan BBM dengan RON 90 atau setara Pertalite dari Pertamina
21 Juli 2026, 09:47 WIB
Penjualan motor listrik Honda disebut masih stagnan, adopsinya di masyarakat belum bisa dibilang maksimal
21 Juli 2026, 07:00 WIB
SUV kompak Geely Coolray masuk Indonesia secara impor, namun jumlahnya terbatas mengikuti permintaan konsumen
21 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini masih berlaku untuk memecah kebuntuan pada arus lalu lintas Ibu Kota di jam padat
21 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hadir untuk melayani masyarakat yang ingin mengurus masa berlaku dokumen berkendara