Penjualan Mobil Listrik di China Diprediksi Melambat pada 2026
29 Desember 2025, 19:00 WIB
Akibat faktor ekonomi global dan geopolitik, penjualan mobil listrik Mercedes-Benz tahun ini merosot
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Banyak manufaktur perlu melakukan perubahan strategi di tengah ketidakpastian perekonomian dan geopolitik. Beberapa juga harus mengalami penurunan penjualan, tidak terkecuali Mercedes-Benz.
Belum lama ini diberitakan setidaknya ada dua model mobil Mercedes-Benz mengalami penurunan yakni sedan S-Class dan EQS terkhusus untuk penjualan di Amerika Serikat.
Tidak hanya itu disebutkan bahwa sejumlah calon konsumen S-Class nampaknya justru menunggu versi facelift yang bakal meluncur tahun depan.
Menanggapi hal tersebut pabrikan asal Jerman ini mengungkapkan kondisi geopolitik, mikro dan makro ekonomi jadi penyebab utamanya.
Diberitakan sebelumnya penjualan mobil listrik Mercedes-Benz yakni EQE dan EQE SUV alami penurunan drastis sebesar 47 persen dibandingkan pada kuartal kedua 2023.
Sedangkan EQS dan EQS SUV turun 57 persen jadi 2.556 unit sepanjang 2024. Hanya saja penjualan EQB justru naik 88 persen dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) Mercedes-Benz lebih diminati.
Kembali pada penurunan penjualan mobil listrik Mercedes-Benz EQS dan sedan mewah S-Class, pihak manufaktur akhirnya mengungkap rencana pengurangan produksi kedua model itu.
Dilansir dari Handelsblatt, produksi EQS dan S-Class di fasilitas Sindelfingen, Swabia, Jerman akan dikurangi dari dua shift menjadi satu shift.
“Kami terus mengoptimasi jaringan produksi kami dan menggunakan fleksibilitas tinggi untuk merespon fluktuasi dan kondisi terus berubah terkait perkembangan geopolitik, mikro dan makro ekonomi namun tetap kompetitif,” tulis Mercedes-Benz dalam keterangan diterima Handelsblatt, dikutip Kamis (1/8).
Lebih lanjut pabrikan mengklaim bakal melakukan beberapa penyesuaian untuk kendaraan tertentu yang diproduksi di fasilitas Sindelfingen.
Belum lama ini Mercedes-Benz menghadirkan EQE SUV buat konsumen Tanah Air. Mereka sendiri masih ada rencana menghadirkan tujuh model baru sampai akhir tahun, empat di antaranya sudah hadir di GIIAS 2024.
Hanya saja merek yang sekarang dinaungi PT Inchcape Indomobil Distribution Indonesia ini mengaku penjualan mobil listrik Mercedes-Benz masih terbilang kecil.
“Porsi penjualan mobil listrik lima persen, masih di bawah ekspektasi. Butuh usaha ekstra agar bisa ditingkatkan salah satunya dengan melengkapi lewat EQE SUV,” ujar Kariyanto Hardjosoemarto, Sales and Marketing Director PT Inchcape Indomobil Distribution Indonesia beberapa waktu lalu.
Pada pameran GIIAS 2024 Mercedes-Benz justru tidak meluncurkan mobil listrik namun sedan mesin bensin dan hybrid. Model itu yakni dua seri E-Class (E 200 dan E 300), Mercedes-AMG C 64 S E Performance, dan hybrid Mercedes-AMG GLC 43 Coupé.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Desember 2025, 19:00 WIB
29 Desember 2025, 15:00 WIB
29 Desember 2025, 14:13 WIB
29 Desember 2025, 10:00 WIB
28 Desember 2025, 11:00 WIB
Terkini
29 Desember 2025, 19:00 WIB
Berakhirnya insentif dari pemerintah membuat kinerja penjualan mobil listrik di Cina pada tahun depan turun
29 Desember 2025, 18:00 WIB
Aprilia menunjukan kemajuan sangat signifikan dalam hal pengembangan motor balap milik Marco Bezzecchi
29 Desember 2025, 17:06 WIB
Bocoran tampilan interior Wuling Almaz Darion mulai terungkap di laman DJKI, pakai basis SUV Xingguang 560
29 Desember 2025, 15:00 WIB
GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen
29 Desember 2025, 14:13 WIB
Ditetapkan secara nasional di Cina, manufaktur wajib pastikan baterai mobil listrik tak bisa terbakar atau meledak
29 Desember 2025, 13:00 WIB
Dua sopir bus Damri tertangkap kamera melalukan aksi tidak terpuji, bahkan sampai membahayakan pengemudi lain
29 Desember 2025, 12:14 WIB
Model-model MPV dan LCGC masih tetap dicari konsumen mobil bekas, rentang harganya Rp 100 juta-Rp 300 jutaan
29 Desember 2025, 11:00 WIB
Menurut Mitsubishi Fuso ada beberapa kendala yang menghambat kinerja penjualan kendaraan niaga pada 2025