iCar V23 Pro Plus Collector Dikirim ke Konsumen, Stok Terbatas
19 April 2026, 21:01 WIB
Akibat faktor ekonomi global dan geopolitik, penjualan mobil listrik Mercedes-Benz tahun ini merosot
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Banyak manufaktur perlu melakukan perubahan strategi di tengah ketidakpastian perekonomian dan geopolitik. Beberapa juga harus mengalami penurunan penjualan, tidak terkecuali Mercedes-Benz.
Belum lama ini diberitakan setidaknya ada dua model mobil Mercedes-Benz mengalami penurunan yakni sedan S-Class dan EQS terkhusus untuk penjualan di Amerika Serikat.
Tidak hanya itu disebutkan bahwa sejumlah calon konsumen S-Class nampaknya justru menunggu versi facelift yang bakal meluncur tahun depan.
Menanggapi hal tersebut pabrikan asal Jerman ini mengungkapkan kondisi geopolitik, mikro dan makro ekonomi jadi penyebab utamanya.
Diberitakan sebelumnya penjualan mobil listrik Mercedes-Benz yakni EQE dan EQE SUV alami penurunan drastis sebesar 47 persen dibandingkan pada kuartal kedua 2023.
Sedangkan EQS dan EQS SUV turun 57 persen jadi 2.556 unit sepanjang 2024. Hanya saja penjualan EQB justru naik 88 persen dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) Mercedes-Benz lebih diminati.
Kembali pada penurunan penjualan mobil listrik Mercedes-Benz EQS dan sedan mewah S-Class, pihak manufaktur akhirnya mengungkap rencana pengurangan produksi kedua model itu.
Dilansir dari Handelsblatt, produksi EQS dan S-Class di fasilitas Sindelfingen, Swabia, Jerman akan dikurangi dari dua shift menjadi satu shift.
“Kami terus mengoptimasi jaringan produksi kami dan menggunakan fleksibilitas tinggi untuk merespon fluktuasi dan kondisi terus berubah terkait perkembangan geopolitik, mikro dan makro ekonomi namun tetap kompetitif,” tulis Mercedes-Benz dalam keterangan diterima Handelsblatt, dikutip Kamis (1/8).
Lebih lanjut pabrikan mengklaim bakal melakukan beberapa penyesuaian untuk kendaraan tertentu yang diproduksi di fasilitas Sindelfingen.
Belum lama ini Mercedes-Benz menghadirkan EQE SUV buat konsumen Tanah Air. Mereka sendiri masih ada rencana menghadirkan tujuh model baru sampai akhir tahun, empat di antaranya sudah hadir di GIIAS 2024.
Hanya saja merek yang sekarang dinaungi PT Inchcape Indomobil Distribution Indonesia ini mengaku penjualan mobil listrik Mercedes-Benz masih terbilang kecil.
“Porsi penjualan mobil listrik lima persen, masih di bawah ekspektasi. Butuh usaha ekstra agar bisa ditingkatkan salah satunya dengan melengkapi lewat EQE SUV,” ujar Kariyanto Hardjosoemarto, Sales and Marketing Director PT Inchcape Indomobil Distribution Indonesia beberapa waktu lalu.
Pada pameran GIIAS 2024 Mercedes-Benz justru tidak meluncurkan mobil listrik namun sedan mesin bensin dan hybrid. Model itu yakni dua seri E-Class (E 200 dan E 300), Mercedes-AMG C 64 S E Performance, dan hybrid Mercedes-AMG GLC 43 Coupé.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 April 2026, 21:01 WIB
17 April 2026, 07:42 WIB
16 April 2026, 07:56 WIB
14 April 2026, 16:40 WIB
14 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
19 April 2026, 21:01 WIB
Sebanyak sembilan unit iCar V23 Pro Plus Collector Series sudah diserahkan kepada konsumen di Indonesia
19 April 2026, 13:00 WIB
BYD kalah gugatan dari PT Worcas Nusantara Abadi, berpotensi ganti nama Denza khusus pasar Indonesia
19 April 2026, 11:05 WIB
Pertamina dan BP AKR menaikan harga BBM mereka pada Sabtu (18/04) hingga menyentuh Rp 25 ribu per liter
18 April 2026, 18:17 WIB
ACC Carnival kini berkunjung ke kota Samarinda, Kalimatan Timur untuk memberikan kemudahan konsumen di sana
18 April 2026, 12:00 WIB
Harga Wuling Eksion digadang-gadang akan lebih murah dari versi MPV yakni Darion, dan sama-sama ada EV dan PHEV
18 April 2026, 10:07 WIB
Toyota Calya mampu menjadi mobil LCGC terlaris pada bulan lalu setelah terdistribusi sebanyak 2.067 unit
18 April 2026, 08:42 WIB
Pameran BMW Festival of Joy dibuka untuk umum 17-19 April 2026 dan bisa dikunjungi tanpa dikenakan biaya
17 April 2026, 14:33 WIB
Ajang reli ini untuk pertama kalinya dihelat di Jakarta, sirkuit Ancol bakal disulap jadi trek Rallycross