Penjualan Mobil Listrik Di Indonesia Naik Dratis Tanpa Subsidi

Penjualan mobil listrik di Indonesia mengalami kenaikan drastis hingga 1.153 persen dibandingkan tahun lalu

Penjualan Mobil Listrik Di Indonesia Naik Dratis Tanpa Subsidi
Denny Basudewa

TRENOTO – Penjualan mobil listrik di Indonesia mengalami kenaikan drastis dibandingkan tahun lalu. Raihan tersebut didapatkan meskipun belum ada subsidi dari Pemerintah.

Disitat dari Katadata penjualan mobil listrik pada 2022 mengalami kenaikan lebih dari 11 kali lipat dibandingkan 2021. Berdasarkan data wholesales (Pabrik ke diler) angkanya mencapai 7.923 unit medio Januari – November 2023.

Pencapaian tahun ini mengalami lonjakan sebesar 1.153 persen. Adapun penjualan mobil listrik berbasis baterai tahun lalu hanya mencapai 687 unit sepanjang tahun.

Photo : 123RF

“Penjualannya bisa naik 13 kali lipat jika dihitung sampai akhir 2022,” kata Yohannes nangoi, Ketua Umum Gaikindo seperti dikutip Katadata.

Tidak hanya mobil listrik berbasis baterai karena penjualan mobil hybrid juga mengalami kenaikan cukup besar. Medio Januari – November 202 sebanyak 7.385 unit mobil hybrid atau HEV (Hybrid Electric Vehicle) terjual ke konsumen.

Sementara pada 2021 penjualan kendaraan hybrid dikatakan hanya sebanyak 2.472 unit. Artinya terdapat kenaikan lebih dari dua kali lipat.

Baca juga : Pemerintah Siapkan Subsidi Mobil Listrik, Hybrid Kebagian

Hadirnya model-model terbaru mobil listrik dari beragam merek menyumbang kenaikan penjualan. Tidak hanya listrik murni, tahun ini terdapat beberapa pabrikan yang meluncurkan produk hybrid dengan banderol lebih terjangkau.

Peta penjualan unit listrik di Tanah Air diprediksi akan lebih meroket pada tahun depan. Dikarenakan Pemerintah melalui beberapa kementrian tengah mengkaji pemberian subsidi mobil dan motor listrik.

Berdasarkan keterangan Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian pemerintah tengah menyiapkan sejumlah skema pemberian insentif. Namun angkanya sudah disebutkan yakni Rp80 juta untuk mobil listrik, Rp40 juta mobil hybrid, Rp8 juta motor listrik dan Rp5 juta motor konversi.

Photo : Istimewa

Lebih lanjut dikatakan bahwa insentif akan diberikan pada kendaraan ramah lingkungan yang merupakan produksi dalam negeri. Hal ini dilakukan untuk merangsang pabrikan lainnya membuka pabrik sehingga menjadi investasi baru bagi negara.

Dengan adanya subsidi dari pemerintah diharapkan banderol kendaraan listrik bisa terkoreksi. Pada akhirnya bisa memperbesar peluang masyarakat untuk memiliki mobil maupun motor listrik.

Pemberian insentif mobil dan motor listrik telah sukses dilakukan berbagai negara. Singapura merupakan salah satu negara yang memberikan keringanan pembelian dan terbilang sukses.


Terkini

news
Motul

Motul Transfer Edukasi Bengkel Independen di Palembang

Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang

mobil
Automechanika Jakarta 2026

Berburu Keperluan Mobil Balap di Automechanika Jakarta 2026

Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026

motor
Motor listrik

Insentif Motor Listrik Tak Kunjung Cair, Masih Tunggu Regulasi

Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang

mobil
Suzuki e Sky

Sudah Terdaftar, Suzuki Tanggapi Kehadiran e Sky di RI

Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya

news
Motul

Motul Hadirkan Pengalaman Motorsport yang Berkesan

Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa

news
Astra Otoparts

Integrasi Layanan Astra Otoparts di Automechanika Jakarta 2026

Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif

news
Mitsubishi Fuso

Strategi Mitsubishi Fuso Tingkatkan Layanan ke Pengguna Canter

Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia

news
Ganjil Genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 25 September 2026, Ada 26 Titik

Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota