Gaikindo Berharap Penjualan Mobil Baru 2026 Tembus 1 Juta Unit
18 Desember 2025, 16:00 WIB
Beberapa faktor disebut sebagai penyebab penjualan mobil di Indonesia stunting, 2023 tak tembus 1 juta unit
Oleh Arie Prasetya
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia pada 2023 disebut mengalami perlambatan alias tidak mengalami perkembangan. Jika pada 2022 total penjualan bisa tembus 1.048.040 unit, tahun ini sepertinya akan finis di 900an ribu saja.
Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menyebutkan bahwa Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sudah memprediksi kondisi ini. Ia kemudian menyebut ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya.
"Bicara mengenai total market dan demand, volume industri di awal tahun Gaikindo sudah memperkirakan tahun ini kurang lebih akan sama dengan 2022 yaitu 1 juta unit lebih sedikit. Kalau kita lihat progres sampai November 2023, sepertinya dapat mencapai 900 ribu unit lebih sedikit saja," jelas Irwan.
Ia kemudian menyebut bahwa industri otomotif sejatinya di pertengahan tahun menunjukkan peningkatan penjualan. Namun setelahnya terjadi perlambatan karena beberapa faktor yang menjadi penyebab.
"Mulai dari krisis global, isu semikonduktor di awal tahun, krisis global hingga naiknya suku bunga. Pemilu itu juga (penyebab turunnya penjualan) dari pengalaman sebelumnya ada dampaknya namun akan cepat recovery," kata Irwan.
Pada kesempatan yang sama Tommy Adianto, Manager of Sales Group MMKSI mengatakan beberapa hal terjadi di 2023 berimbas pada anomali.
"Kita flashback 3 tahun terakhir, setelah pandemi ada stimulus PPNBM, itu sangat membantu dan kemudian harga komoditi mencapai puncaknya. Hanya saja pasca pecah perang Rusia dengan Ukrania plus konflik Israel-Palestina berdampak pada ekonomi makro kemudian harga minyak naik," kata Tommy.
Ia juga menyebut bahwa faktor lain adalah kenaikan dari Non Performing Loan (NPL) di semua pembiayaan menjadi isu utama di 2023. Hal ini mengakibatkan apporval rate sulit dan kemudian turun.
Tommy juga menambahkan bahwa kondisi dilapangan sudah mulai terasa berat saat mendapat informasi dari beberapa Perusahaan pembiayaan yang ditemui di Semarang. Keluhan terjadi karena jika di tahun kedua pandemi terjadi pertumbuhan justru efeknya sekarang terjadi perlambatan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 Desember 2025, 16:00 WIB
17 Desember 2025, 15:00 WIB
17 Desember 2025, 07:00 WIB
16 Desember 2025, 15:00 WIB
16 Desember 2025, 08:00 WIB
Terkini
29 Desember 2025, 19:00 WIB
Berakhirnya insentif dari pemerintah membuat kinerja penjualan mobil listrik di Cina pada tahun depan turun
29 Desember 2025, 18:00 WIB
Aprilia menunjukan kemajuan sangat signifikan dalam hal pengembangan motor balap milik Marco Bezzecchi
29 Desember 2025, 17:06 WIB
Bocoran tampilan interior Wuling Almaz Darion mulai terungkap di laman DJKI, pakai basis SUV Xingguang 560
29 Desember 2025, 15:00 WIB
GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen
29 Desember 2025, 14:13 WIB
Ditetapkan secara nasional di Cina, manufaktur wajib pastikan baterai mobil listrik tak bisa terbakar atau meledak
29 Desember 2025, 13:00 WIB
Dua sopir bus Damri tertangkap kamera melalukan aksi tidak terpuji, bahkan sampai membahayakan pengemudi lain
29 Desember 2025, 12:14 WIB
Model-model MPV dan LCGC masih tetap dicari konsumen mobil bekas, rentang harganya Rp 100 juta-Rp 300 jutaan
29 Desember 2025, 11:00 WIB
Menurut Mitsubishi Fuso ada beberapa kendala yang menghambat kinerja penjualan kendaraan niaga pada 2025