Merek Mobil Terlaris Juli 2026: Mitsubishi Kembali ke Tiga Besar
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Penjualan mobil 2024 turun drastis bila dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu akibat banyaknya tekanan
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia mengalami penurunan cukup besar di 2024 dibanding hasil di 2023. Berdasarkan data Gaikindo, wholesales kendaraan periode Januari hingga Desember hanya 865.723 unit.
Itu artinya terjadi koreksi sebesar 140.079 unit atau sekitar 13,9 persen dari pencapaian sebelumnya sebanyak 1.005.802 unit.
Hasil ini didapatkan setelah pada Desember 2024 wholesales kendaraan mencatatkan angka sebesar 79.806 unit. Jumlah itu naik dibanding November 2024 yang hanya 74.853 unit.
Penurunan juga terjadi pada retail sales yang cuma mencatatkan angka 889.680 unit sepanjang 2024. Angka itu lebih rendah 10,9 persen dari pencapaian di periode serupa tahun lalu sebanyak 998.059 unit.
Sepanjang Desember 2024, penjualan mobil di Indonesia mencapai 82.094 unit. Angka itu baik cukup tinggi dibanding periode sebelumnya yaitu sebanyak 76.473 unit.
Meski mengalami penurunan tetapi penjualan kendaraan masih memenuhi target Gaikindo yang sudah direvisi. Pasalnya asosiasi hanya menargetkan untuk menjual 850.000 unit pada 2024 dari sebelumnya 1 juta unit.
“Otomotif lagi kontraksi, pertama yang membuat hal tersebut terjadi adalah adanya agenda politik cukup besar,” ucap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo beberapa waktu lalu.
Selain itu ia mengungkap bahwa tingginya bunga kredit di awal tahun juga memberi dampak negatif pada penjualan. Pasalnya kebanyakan penjualan memang dilakukan melalui perusahaan pembiayaan.
Tekanan pada 2024 pun tampaknya belum akan berakhir. Pasalnya pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan yang kurang populer seperti menerapkan opsen sehingga biaya kepemilikan kendaraan menjadi lebih tinggi.
"Tantangan paling sulit bagi pabrikan mobil dan konsumen adalah pajak yang diatur oleh Pemda, namanya opsen. Itu membuat sektor otomotif akan berat," ungap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian (Menperin), dilansir Antara beberapa waktu lalu.
“Karena orang lokalnya tidak bisa beli mobil dan pada akhirnya (pajak) tidak jadi masuk ke mereka serta tak dapat pemasukan,” tambahnya.
Oleh sebab itu ia pun menilai pemerintah daerah bakal melakukan beragam relaksasi untuk memastikan masyarakat tetap bisa membeli kendaraan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
28 Juni 2026, 09:00 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
Terkini
28 Agustus 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 Facelift hadir di Chengdu Auto Show dengan ubahan drastis di bagian depan, tampil mirip Defender
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Geely menemukan ada permasalahan pada LiDAR beberapa model mobil Lynk & Co yang diproduksi mulai awal 2025
28 Agustus 2026, 13:00 WIB
Ai Ogura harus masuk ke ruang operasi karena mengalami patah tulang pada tangan kiri usai kecelakaan di Jepang
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan di lima lokasi berbeda hari ini
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pihak aparat untuk membendung jumlah kendaraan di jam sibuk
27 Agustus 2026, 15:00 WIB
Changan memboyong sejumlah model andalan dari berbagai sub merek, tawarkan variasi produk buat konsumen
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Untuk pasar India, Honda ADV 160 kini pakai mesin bensin yang dapat menenggak bahan bakar campuran etanol