Penjualan Daihatsu Agustus 2026 Tembus 12 Ribu, Gran Max Andalan
09 September 2026, 20:17 WIB
Toyota, Daihatsu maupun Honda dapat menempuh beragam siasat demi menggairahkan pasar mobil LCGC di 2026
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kinerja pasar mobil Low Cost Green Car (LCGC) kurang maksimal pada 2025. Bahkan sampai terkoreksi cukup dalam.
Situasi di atas membuat para pabrikan seperti Toyota, Daihatsu sampai Honda harus gigit jari sepanjang tahun lalu.
“Banjirnya EV murah impor dengan insentif penuh menjadi penyebab utama, karena harganya bisa menyentuh Rp 200 juta sampai Rp 250 juta, hampir menyamai LCGC,” ungkap Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO, Rabu (04/02).
Lebih jauh Yannes menjabarkan, turunnya minat mobil LCGC di 2025 karena daya beli masyarakat yang melemah.
Selain itu, bunga kredit yang tinggi turut membuat segmen kendaraan roda empat entry-level ini tertekan pada 2025.
Berangkat dari fakta di atas, ada beberapa siasat yang bisa dilakukan para pabrikan, agar peminat Toyota Calya, Daihatsu Sigra maupun Honda Brio Satya meningkat.
“Untuk merebut kembali pasar di 2026, produsen LCGC harus menghadirkan varian hybrid dengan harga tetap di bawah Rp 250 juta,” Yannes menuturkan.
Agar lebih ideal, Toyota sampai Daihatsu juga bisa menghadirkan beragam produk dengan banderol antara Rp 100 juta hingga Rp 150 juta.
Tidak ketinggalan memberikan penyegaran desain maupun fitur. Kemudian mengoptimalkan produksi lokal demi menurunkan biaya harus dikeluarkan.
“Mengingat model bisnis banting harga secara agresif sulit dilakukan, sehingga para APM perlu segera mencari segmen (konsumen) baru,” tegas Yannes.
Yannes mengutarakan, produsen kendaraan roda empat bisa menawarkan mobil LCGC untuk konsumen di segmen fleet atau perusahaan.
Selanjutnya turut menyasar first car buyer di pedesaan, mengingat Indonesia memiliki wilayah yang luas. Jadi dapat memaksimalkan pemasaran ke berbagai daerah.
Dengan begitu, strategi di atas dinilai lebih realistis demi mendongkrak penjualan mobil LCGC pada 2026. Lalu agar dapat bersaing bersama EV entry level.
Sebagai informasi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) mobil LCGC di periode Januari sampai Desember 2025 hanya 122.686 unit.
Jumlah di atas terkoreksi cukup dalam jika dibandingkan dengan perolehan di 2024. Dua tahun lalu, pasar kendaraan roda empat LCGC berhasil mencatat angka wholesales sebesar 176.766 unit.
Berarti ada penurunan sekitar 54.083 unit atau mencapai 30,6 persen antara total 2024 serta 2025.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 September 2026, 20:17 WIB
08 September 2026, 09:00 WIB
07 September 2026, 12:34 WIB
06 September 2026, 12:15 WIB
05 September 2026, 19:21 WIB
Terkini
17 September 2026, 22:00 WIB
Sejumlah motor matic murah dari Suzuki dan TVS mengalami kenaikan bervariasi pada periode September 2026
17 September 2026, 18:59 WIB
Tim satelit KTM, yakni Tech3 baru mengumumkan Agius untuk masuk ke susunan sementara pembalap MotoGP 2027
17 September 2026, 17:00 WIB
Pameran otomotif GIIAS siap berlanjut ke Semarang di akhir September 2026, ada promo pembelian tiket
17 September 2026, 15:00 WIB
Merek mobil mewah di RI alami kenaikan penjualan sepanjang periode Agustus 2026, termasuk BMW dan Lexus
17 September 2026, 13:00 WIB
Kei car bertenaga listrik Suzuki e Sky punya peluang hadir di Indonesia sebagai perkenalan atau bahan studi
17 September 2026, 11:00 WIB
Penjualan landai, GWM percaya diri kehadiran produk baru masih bisa bantu tumbuhkan penjualan di 2026
17 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai tampaknya tengah menyiapkan versi baru dari Stargazer Cartenz, PT HMID masih enggan buka suara
17 September 2026, 07:41 WIB
Changan Deepal S05 hadir di Indonesia sebagai kendaraaan dengan jenis penggera REEV pertama di Tanah Air