Penjualan Toyota di Indonesia Tahun Lalu, Disokong Fleet 28 Persen
03 Februari 2026, 09:00 WIB
Toyota, Daihatsu maupun Honda dapat menempuh beragam siasat demi menggairahkan pasar mobil LCGC di 2026
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kinerja pasar mobil Low Cost Green Car (LCGC) kurang maksimal pada 2025. Bahkan sampai terkoreksi cukup dalam.
Situasi di atas membuat para pabrikan seperti Toyota, Daihatsu sampai Honda harus gigit jari sepanjang tahun lalu.
“Banjirnya EV murah impor dengan insentif penuh menjadi penyebab utama, karena harganya bisa menyentuh Rp 200 juta sampai Rp 250 juta, hampir menyamai LCGC,” ungkap Yannes Martinus Pasaribu, pengamat otomotif dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada KatadataOTO, Rabu (04/02).
Lebih jauh Yannes menjabarkan, turunnya minat mobil LCGC di 2025 karena daya beli masyarakat yang melemah.
Selain itu, bunga kredit yang tinggi turut membuat segmen kendaraan roda empat entry-level ini tertekan pada 2025.
Berangkat dari fakta di atas, ada beberapa siasat yang bisa dilakukan para pabrikan, agar peminat Toyota Calya, Daihatsu Sigra maupun Honda Brio Satya meningkat.
“Untuk merebut kembali pasar di 2026, produsen LCGC harus menghadirkan varian hybrid dengan harga tetap di bawah Rp 250 juta,” Yannes menuturkan.
Agar lebih ideal, Toyota sampai Daihatsu juga bisa menghadirkan beragam produk dengan banderol antara Rp 100 juta hingga Rp 150 juta.
Tidak ketinggalan memberikan penyegaran desain maupun fitur. Kemudian mengoptimalkan produksi lokal demi menurunkan biaya harus dikeluarkan.
“Mengingat model bisnis banting harga secara agresif sulit dilakukan, sehingga para APM perlu segera mencari segmen (konsumen) baru,” tegas Yannes.
Yannes mengutarakan, produsen kendaraan roda empat bisa menawarkan mobil LCGC untuk konsumen di segmen fleet atau perusahaan.
Selanjutnya turut menyasar first car buyer di pedesaan, mengingat Indonesia memiliki wilayah yang luas. Jadi dapat memaksimalkan pemasaran ke berbagai daerah.
Dengan begitu, strategi di atas dinilai lebih realistis demi mendongkrak penjualan mobil LCGC pada 2026. Lalu agar dapat bersaing bersama EV entry level.
Sebagai informasi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan distribusi dari pabrik ke diler (wholesales) mobil LCGC di periode Januari sampai Desember 2025 hanya 122.686 unit.
Jumlah di atas terkoreksi cukup dalam jika dibandingkan dengan perolehan di 2024. Dua tahun lalu, pasar kendaraan roda empat LCGC berhasil mencatat angka wholesales sebesar 176.766 unit.
Berarti ada penurunan sekitar 54.083 unit atau mencapai 30,6 persen antara total 2024 serta 2025.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Februari 2026, 09:00 WIB
02 Februari 2026, 15:00 WIB
01 Februari 2026, 13:00 WIB
01 Februari 2026, 11:00 WIB
29 Januari 2026, 12:00 WIB
Terkini
04 Februari 2026, 14:00 WIB
Menurut Yamaha pemerintah harus memperhatikan kebutuhan maupun spesifikasi dari permintaan chip semikonduktor
04 Februari 2026, 13:00 WIB
Harga Chery C5 CSH ada di kisaran Rp 400 jutaan, jadi opsi menarik dari rival terdekatnya Honda HR-V Hybrid
04 Februari 2026, 13:00 WIB
MG berharap produk anyar mereka S5 EV bisa mendapatkan keringanan dan dijual dengan harga kompetitif
04 Februari 2026, 12:00 WIB
148 unit Suzuki Grand Vitara terkena recall akibat adanya potensi kerusakan pada Speedometer Assy Comb
04 Februari 2026, 11:00 WIB
Suzuki akui penjualan Ertiga mengalami penurunan serta tergantikan oleh produk SUV seperti XL7 dan Fronx
04 Februari 2026, 10:00 WIB
Sebagai perayaan 140 tahun, sebanyak 2.600 pelanggan terpilih Mercedes-Benz mendapatkan penawaran khusus
04 Februari 2026, 09:00 WIB
iCar V23 dipastikan akan tampil dalam ajang IIMS 2026 yang bakal berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta
04 Februari 2026, 08:00 WIB
Salah satu tenaga penjual menuturkan, harga Suzuki e Vitara akan diumumkan dalam ajang IIMS 2026 mendatang