Sirkuit All-Terrain BYD Tawarkan Pengalaman Unik Buat Pengunjung
15 Januari 2026, 21:34 WIB
Pemerintah melalui Menteri Perindustrian merayu Daihatsu buat mobil listrik di Indonesia dalam waktu dekat
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Sebab baru ada dua pabrikan yang masuk skema subsidi mobil listrik dari Presiden Joko Widodo.
Keduanya adalah Wuling Air ev dan Hyundai Ioniq 5. Maka dari itu, pemerintah membujuk Daihatsu buat mobil listrik di Tanah Air.
Hal tersebut dilontarkan saat Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian melakukan pertemuan dengan Daihatsu Motor Co.m Ltd di Tokyo. Dia meminta pabrikan asal negeri Sakura turut menghadirkan kendaraan setrum.
Terlebih sekarang sudah ada aturan mengenai mobil listrik. Langkah itu setelah ditandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022.
Di dalamnya dijelaskan tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah.
“Dengan adanya peraturan yang mewajibkan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah untuk membelanjakan anggaran buat kendaraan listrik, demand terhadap EV di Indonesia menjadi potensial digarap oleh Daihatsu,” ujar Agus dalam keterangannya.
Lebih jauh Agus menuturkan kalau Presiden Jokowi bakal membantu para prinsipal otomotif asal Jepang yang berinvestasi di Indonesia dengan menyiapkan berbagai fasilitas insentif pengembangan kendaraan listrik.
Sekitar tiga bulan lalu, Indonesia mengeluarkan program insentif untuk belanja mobil dan motor elektrik. Syaratnya, kendaraan tersebut sepenuhnya EV serta mampu memenuhi ketentuan minimal TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) telah ditetapkan.
"Kami berharap Daihatsu buat mobil listrik, karena baru ada dua perusahaan yang eligible masuk dalam program ini," katanya.
Agar permintaannya bisa diwujudkan, Agus berjanji mendukung Daihatsu buat meningkatkan penggunaan komponen lokal dalam produksinya. Khususnya yang dihasilkan oleh industri kecil dan menengah.
“Komponen perusahaan Indonesia telah mampu memenuhi spesifikasi, standar maupun kualitas yang ditetapkan pabrikan Jepang,” tegasnya.
Mendengar hal tersebut, Matsubayashi Sunao, Chairman Daihatsu Co., Ltd mengungkapkan pihaknya akan mengupayakan hadirnya kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Kendati demikian perlu bekerja keras lagi untuk menyiapkan line up produksi yang sesuai dengan daya beli masyarakat.
"Daihatsu belum memproduksi EV di Jepang. Rencananya tahun depan baru akan memulai membuat EV,” ungkapkannya.
Seperti diketahui sebelumnya Jokowi telah memutuskan pajak kendaraan listrik gratis alias nol persen. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 6 tahun 2023 di pasal 10 nomor 1.
Selain pajak kendaraan listrik gratis, Permendagri mengatur BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor) buat motor maupun mobil elektrik berbasis baterai juga bernilai nol persen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Januari 2026, 21:34 WIB
15 Januari 2026, 16:00 WIB
15 Januari 2026, 14:00 WIB
15 Januari 2026, 13:00 WIB
15 Januari 2026, 08:00 WIB
Terkini
15 Januari 2026, 21:34 WIB
BYD hadirkan Sirkuit All-Terrain untuk membuktikan ketangguhan teknologi kendaraan listrik yang mereka kembangkan
15 Januari 2026, 19:00 WIB
FIM menetapkan aturan baru terkait prosedur menyalakan motor pasca kecelakaan di tengah balapan MotoGP
15 Januari 2026, 17:00 WIB
Valentino Rossi percaya Desmosedici milik Ducati masih akan kompetitif usai peraturan MotoGP 2027 dijalankan
15 Januari 2026, 16:00 WIB
Insiden mobil listrik terbakar tidak semata-mata disebabkan oleh baterai, berikut analisa EVSafe Indonesia
15 Januari 2026, 15:00 WIB
Menurut informasi yang dihimpun, Toyota Innova Zenix paling murah dipasarkan dengan banderol Rp 437,3 jutaan
15 Januari 2026, 14:00 WIB
Harga Hyundai Ioniq 5 langsung terkerek tinggi dibandingkan tahun lalu, sehingga bisa memberatkan konsumen
15 Januari 2026, 13:00 WIB
MG Motor Indonesia menggelar program penawaran menarik untuk konsumen setia di Tanah Air di awal 2026
15 Januari 2026, 12:00 WIB
Airlangga mengaku tengah melakukan evaluasi insentif otomotif untuk di 2026 agar industri bisa tetap berjalan