GAC Aion Kejar TKDN 60 Persen Untuk 2027
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
Menurut data Kemenperin, pemerintah secara total mengantongi investasi dari sembilan merek mobil listrik
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Banyak merek mobil listrik yang menginvestasikan uangnya di Indonesia. Terutama setelah pemerintah memberikan sejumlah insentif.
Seperti contoh insentif untuk kendaraan roda empat setrum impor atau Completely Built Up (CBU) yang diniagakan di dalam negeri.
Namun bantuan tersebut tidak cuma-cuma diberikan pemerintah. Sebab para manufaktur diwajibkan menanamkan uangnya di Indonesia.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) setidaknya mencatat ada sembilan merek mobil listrik yang sudah berinvestasi.
Seluruhnya menikmati insentif mobil listrik impor. Seperti contoh BYD, Vinfast, Xpeng, Geely serta Great Wall Motor (GWM).
Tak ketinggalan investasi datang dari grup PT National Assemblers. Terdiri dari Citroen, Maxus, VW hingga Aion.
“Terdapat total rencana penambahan investasi sebesar Rp 15 triliun serta rencana penambahan kapasitas produksi sebesar 305 ribu unit,” ungkap Mahardi Tunggul Wicaksono, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (ILMATAP) Kemenperin di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sekadar mengingatkan, permohonan usulan insentif mobil listrik impor sudah berakhir pada 31 Maret 2025. Sedangkan batas importasi kendaraan selesai di 31 Desember mendatang.
Sehingga manufaktur kendaraan roda empat setrum tersebut sudah harus melakukan produksi secara lokal mulai tahun depan. Kemudian menjual produknya sesuai total kuantitas impor mereka.
Selanjutnya pada 2028 pemerintah akan mengaudit kesesuaian produksi dengan jumlah impor Aion, Citroen, Xpeng dan kawan-kawan.
Perlu diketahui, terdapat dua perusahaan melakukan kerja sama perakitan dengan local assembler, yakni Geely Motor Indonesia dan Era Industri Otomotif (Xpeng).
Sedangkan dua perusahaan melakukan perluasan kapasitas produksi, yaitu National Assemblers dan PT Inchcape Indomobil Energi baru.
Sementara BYD Auto Indonesia bersama VinFast Automobile Indonesia memilih membangun pabrik baru di Subang, Jawa Barat.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi