Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Pemerintah Cina mulai khawatir terhadap perang harga mobil listrik karena berpotensi merusak industri
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Perang harga yang terjadi pada merek-merek mobil listrik mendapat perhatian khusus dari pemerintah Cina. Para petinggi negara menilai situasi itu bisa mengancam pertumbuhan ekonomi negara sehingga para produsen harus melakukan sesuatu.
Jika perang harga masih terus terjadi maka bukan tidak mungkin pemerintah bakal turun tangan langsung. Bila hal tersebut menjadi kenyataan tentu akan menjadi tekanan tersendiri buat industri.
Terlebih beberapa pejabat Cina pun sudah mengusulkan untuk melakukan perubahan undang-undang sehingga membatasi produsen dalam menetapkan harga terlalu rendah. Dengan demikian perang harga bisa berakhir.
Dilansir Carscoops, Xi Jinping, Presiden Cina dalam beberapa kesempatan juga sudah menyampaikan beberapa peringatan terkait bahaya dari ‘involusi’. Situasi dimana pelaku industri berinvestasi besar namun hanya mendapat hasil serta keuntungan kecil.
Meski tidak menyampaikan secara rinci, banyak yang mengungkap peringatan tersebut berlaku untuk berbagai sektor industri termasuk AI dan otomotif. Terlebih beberapa pabrikan kendaraan sudah cukup terpukul.
Salah satunya adalah Neta yang sempat diisukan bakal gulung tukar. Untungnya belakangan ini mereka dikabarkan mendapat investasi baru guna terus bertahan di pasar.
Tidak bisa dipungkiri bahwa pabrikan mobil Cina saat ini memang sangat agresif dalam mengembangkan pasar. Mereka menghadirkan beragam keunggulan menarik termasuk harga terjangkau yang belum pernah diberikan oleh perusahaan otomotif dari negara kompetitor.
BYD Atto 1 misalnya, mobil itu dijual di Indonesia dengan harga Rp 195 juta. Banderol tersebut bahkan lebih murah ketimbang Honda Brio Satya E CVT yaitu Rp 202,5 juta.
Mobil tersebut diklaim hadir sebagai opsi buat mereka yang ingin membeli EV pertama kali. Harga murah diharapkan bisa menjadi daya tarik tersendiri.
BYD Atto 1 dilengkapi pilihan baterai 30,08 kWh dan 38,88 kWh. Masing-masing menawarkan jarak tempuh 300 km serta 380 km.
Pabrikan membekalinya dengan motor listrik bertenaga 55 kW atau 73 hp dan torsi 135 Nm. Berkat ini maka kendaraan bisa melesat dari diam hingga 50 km/jam dalam 4.9 detik sementara kecepatan maksimalnya adalah 130 km/jam.
Menariknya lagi, mobil sudah dibekali oleh pengisian daya tipe AC (Type-2) maupun DC (CCS-2). Berkat ini maka pemilik hanya perlu meluangkan waktu 30 menit untuk mengisi daya dari dari 30 hingga 80 persen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Terkini
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
30 Juni 2026, 06:37 WIB
Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi