Changan Optimistis Mobil REEV Diminati di Daerah
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Pemerintah Cina mulai khawatir terhadap perang harga mobil listrik karena berpotensi merusak industri
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Perang harga yang terjadi pada merek-merek mobil listrik mendapat perhatian khusus dari pemerintah Cina. Para petinggi negara menilai situasi itu bisa mengancam pertumbuhan ekonomi negara sehingga para produsen harus melakukan sesuatu.
Jika perang harga masih terus terjadi maka bukan tidak mungkin pemerintah bakal turun tangan langsung. Bila hal tersebut menjadi kenyataan tentu akan menjadi tekanan tersendiri buat industri.
Terlebih beberapa pejabat Cina pun sudah mengusulkan untuk melakukan perubahan undang-undang sehingga membatasi produsen dalam menetapkan harga terlalu rendah. Dengan demikian perang harga bisa berakhir.
Dilansir Carscoops, Xi Jinping, Presiden Cina dalam beberapa kesempatan juga sudah menyampaikan beberapa peringatan terkait bahaya dari ‘involusi’. Situasi dimana pelaku industri berinvestasi besar namun hanya mendapat hasil serta keuntungan kecil.
Meski tidak menyampaikan secara rinci, banyak yang mengungkap peringatan tersebut berlaku untuk berbagai sektor industri termasuk AI dan otomotif. Terlebih beberapa pabrikan kendaraan sudah cukup terpukul.
Salah satunya adalah Neta yang sempat diisukan bakal gulung tukar. Untungnya belakangan ini mereka dikabarkan mendapat investasi baru guna terus bertahan di pasar.
Tidak bisa dipungkiri bahwa pabrikan mobil Cina saat ini memang sangat agresif dalam mengembangkan pasar. Mereka menghadirkan beragam keunggulan menarik termasuk harga terjangkau yang belum pernah diberikan oleh perusahaan otomotif dari negara kompetitor.
BYD Atto 1 misalnya, mobil itu dijual di Indonesia dengan harga Rp 195 juta. Banderol tersebut bahkan lebih murah ketimbang Honda Brio Satya E CVT yaitu Rp 202,5 juta.
Mobil tersebut diklaim hadir sebagai opsi buat mereka yang ingin membeli EV pertama kali. Harga murah diharapkan bisa menjadi daya tarik tersendiri.
BYD Atto 1 dilengkapi pilihan baterai 30,08 kWh dan 38,88 kWh. Masing-masing menawarkan jarak tempuh 300 km serta 380 km.
Pabrikan membekalinya dengan motor listrik bertenaga 55 kW atau 73 hp dan torsi 135 Nm. Berkat ini maka kendaraan bisa melesat dari diam hingga 50 km/jam dalam 4.9 detik sementara kecepatan maksimalnya adalah 130 km/jam.
Menariknya lagi, mobil sudah dibekali oleh pengisian daya tipe AC (Type-2) maupun DC (CCS-2). Berkat ini maka pemilik hanya perlu meluangkan waktu 30 menit untuk mengisi daya dari dari 30 hingga 80 persen.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
Terkini
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memudahkan para pengendara motor dan mobil