Rapor SPK Mobil Cina di GIIAS 2026: BYD Moncer, GWM Terpuruk
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
GWM Indonesia mengaku bakal mendukung kebijakan B50 serta E10 yang tengah digodok oleh Kementerian ESDM
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah Indonesia sedang mematangkan berbagai kebijakan. Terutama pada sektor bahan bakar yang ada.
Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri ingin menerapkan kebijakan biodiesel B50 atau campuran 50 persen bahan bakar nabati.
Selain itu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga bakal mewajibkan campuran etanol sebanyak 10 persen (E10).
Tentu berbagai rencana di atas menuai banyak respons. Seperti datang dari GWM Indonesia.
"Kita pasti sangat menghormati semua kebijakan, semua aturan serta standar yang diterapkan sama pemerintah," ungkap Thio Adynata, Senior Public Relation Manager GWM Indonesia di Bogor beberapa waktu lalu.
Meski begitu produsen asal Cina tersebut mengaku bakal berkoordinasi dengan prinsipal.
Sehingga teknologi mereka usung pada seluruh kendaraan GWM sesuai dengan bahan bakar yang ada di Tanah Air.
Kendati demikian Thio belum bisa memastikan apakah GWM Tank 300 Diesel sampai Haval Jolion Hev sudah mampu menenggak B50 serta E10 atau belum.
"Kita akan dukung segala bentuk kebijakan dan berkoordinasi untuk mengevaluasi kecocokan teknologi serta yang kita punya sekarang," tutur Thio.
Sebagai informasi Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM ingin segera menerapkan mandatori B50 di Tanah Air.
"Atas arahan Bapak Presiden, sudah diputuskan bahwa 2026 insya Allah akan kita dorong ke B50. Dengan demikian tidak ada lagi kita melakukan impor solar ke Indonesia," ucap Bahlil di laman resmi Kementerian ESDM.
Bahlil menerangkan, keputusan tersebut diambil setelah melihat keberhasilan program biodiesel yang telah berjalan dan terbukti ampuh menekan ketergantungan impor sekaligus menghemat devisa negara secara signifikan.
Dengan penerapan B50, pemerintah memproyeksikan adanya potensi penghematan devisa tambahan yang sangat besar, yakni mencapai 0,84 miliar dolar Amerika Serikat.
Target tersebut dipercaya dapat dicapai hanya dalam satu tahun saja atau sepanjang 2026.
"Ini adalah sebuah keputusan strategis dan bentuk keberpihakan negara terhadap kedaulatan energi kita," kata Bahlil.
Sementara untuk E10 atau etanol 10 persen juga ditargetkan bisa berjalan mulai tahun depan.
Jadi patut ditunggu bagaimana kelanjutan dua rencana dari Kementerian ESDM di atas. Apakah akan menguntungkan pemilik kendaraan atau tidak.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
02 Agustus 2026, 13:00 WIB
18 Juni 2026, 07:00 WIB
17 Juni 2026, 07:00 WIB
09 Juni 2026, 21:30 WIB
Terkini
23 Agustus 2026, 21:10 WIB
Motul boyong produk-produk unggulan yang memudahkan pembelian para pengunjung Indonesia Custom Show 2026
23 Agustus 2026, 20:38 WIB
Ipone tunjukkan komitmennya untuk mendekatkan diri dengan para pelanggan setia di Indonesia Custom Show 2026
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
Chery J6T CSH memiliki tampilan yang sama dengan versi listrik namun mempunyai jarak tempuh lebih jauh
23 Agustus 2026, 09:47 WIB
Omoda & Jaecoo Trimegah Bogor bisa memberikan fasilitas body and paint bagi konsumen dengan jaringan
22 Agustus 2026, 19:08 WIB
Program Cat Merdeka dari Penta Prima memberikan kesempatan pencinta otomotif memperbaharui tampilan kendaraan
22 Agustus 2026, 12:34 WIB
Pihak BYD sebut Denza hanya akan mengalami penyegaran identitas logo yang memang dilakukan secara global
21 Agustus 2026, 19:08 WIB
Robot Aimoga, hasil kolaborasi dengan Chery hadirkan inovasi di pameran robot di Beijing, 19-23 Agustus 2026
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
Yamaha sampai Honda terpantau tidak menaikan harga motor matic 150 cc, konsumen berkesempatan meminang unit.