Pemerintah Incar Mobil Buatan Jepang untuk Dijejali Etanol
20 November 2025, 14:00 WIB
GWM Indonesia mengaku bakal mendukung kebijakan B50 serta E10 yang tengah digodok oleh Kementerian ESDM
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah Indonesia sedang mematangkan berbagai kebijakan. Terutama pada sektor bahan bakar yang ada.
Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri ingin menerapkan kebijakan biodiesel B50 atau campuran 50 persen bahan bakar nabati.
Selain itu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga bakal mewajibkan campuran etanol sebanyak 10 persen (E10).
Tentu berbagai rencana di atas menuai banyak respons. Seperti datang dari GWM Indonesia.
"Kita pasti sangat menghormati semua kebijakan, semua aturan serta standar yang diterapkan sama pemerintah," ungkap Thio Adynata, Senior Public Relation Manager GWM Indonesia di Bogor beberapa waktu lalu.
Meski begitu produsen asal Cina tersebut mengaku bakal berkoordinasi dengan prinsipal.
Sehingga teknologi mereka usung pada seluruh kendaraan GWM sesuai dengan bahan bakar yang ada di Tanah Air.
Kendati demikian Thio belum bisa memastikan apakah GWM Tank 300 Diesel sampai Haval Jolion Hev sudah mampu menenggak B50 serta E10 atau belum.
"Kita akan dukung segala bentuk kebijakan dan berkoordinasi untuk mengevaluasi kecocokan teknologi serta yang kita punya sekarang," tutur Thio.
Sebagai informasi Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM ingin segera menerapkan mandatori B50 di Tanah Air.
"Atas arahan Bapak Presiden, sudah diputuskan bahwa 2026 insya Allah akan kita dorong ke B50. Dengan demikian tidak ada lagi kita melakukan impor solar ke Indonesia," ucap Bahlil di laman resmi Kementerian ESDM.
Bahlil menerangkan, keputusan tersebut diambil setelah melihat keberhasilan program biodiesel yang telah berjalan dan terbukti ampuh menekan ketergantungan impor sekaligus menghemat devisa negara secara signifikan.
Dengan penerapan B50, pemerintah memproyeksikan adanya potensi penghematan devisa tambahan yang sangat besar, yakni mencapai 0,84 miliar dolar Amerika Serikat.
Target tersebut dipercaya dapat dicapai hanya dalam satu tahun saja atau sepanjang 2026.
"Ini adalah sebuah keputusan strategis dan bentuk keberpihakan negara terhadap kedaulatan energi kita," kata Bahlil.
Sementara untuk E10 atau etanol 10 persen juga ditargetkan bisa berjalan mulai tahun depan.
Jadi patut ditunggu bagaimana kelanjutan dua rencana dari Kementerian ESDM di atas. Apakah akan menguntungkan pemilik kendaraan atau tidak.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 November 2025, 14:00 WIB
14 November 2025, 15:00 WIB
11 November 2025, 15:00 WIB
10 November 2025, 13:00 WIB
28 Oktober 2025, 10:00 WIB
Terkini
09 Desember 2025, 22:00 WIB
Yamaha Lexi dimodifikasi warga Aceh agar bisa menyala lewat handphone sehingga terkesan lebih modern
09 Desember 2025, 20:00 WIB
Motor sport naked Kawasaki Z1100 ABS 2026 merupakan model flagship yang dibawa PT KMI sebagai penerus Z1000
09 Desember 2025, 19:00 WIB
Salah satu pilihan motor matic yang bisa memenuhi kebutuhan mobilitas di perkotaan adalah Yamaha Nmax Turbo
09 Desember 2025, 17:00 WIB
Penjualan mobil mewah mengalami kenaikan perlahan, posisi pertama masih dipegang oleh BMW disusul Lexus
09 Desember 2025, 16:00 WIB
Yamaha Grand Filano memiliki beberapa keunggulan, ambil contoh desain retro sampai jantung mekanis hybrid
09 Desember 2025, 15:00 WIB
Memasuki November 2025, hanya BYD yang berhasil mencatatkan angka penjualan retail di atas 1.000 unit
09 Desember 2025, 14:00 WIB
Bagi Anda yang berniat memboyong Yamaha MX-King 150, ada dua opsi kelir anyar masing-masing biru dan silver
09 Desember 2025, 13:00 WIB
Mobil Lubricants menutup program konsumen berhadiah sekaligus edukasi produk oli asli bagi konsumen setia