GWM Bikin Mobil Baru Bergaya Retro, Mirip VW Beetle
21 Desember 2025, 15:00 WIB
GWM Indonesia mengaku bakal mendukung kebijakan B50 serta E10 yang tengah digodok oleh Kementerian ESDM
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah Indonesia sedang mematangkan berbagai kebijakan. Terutama pada sektor bahan bakar yang ada.
Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri ingin menerapkan kebijakan biodiesel B50 atau campuran 50 persen bahan bakar nabati.
Selain itu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga bakal mewajibkan campuran etanol sebanyak 10 persen (E10).
Tentu berbagai rencana di atas menuai banyak respons. Seperti datang dari GWM Indonesia.
"Kita pasti sangat menghormati semua kebijakan, semua aturan serta standar yang diterapkan sama pemerintah," ungkap Thio Adynata, Senior Public Relation Manager GWM Indonesia di Bogor beberapa waktu lalu.
Meski begitu produsen asal Cina tersebut mengaku bakal berkoordinasi dengan prinsipal.
Sehingga teknologi mereka usung pada seluruh kendaraan GWM sesuai dengan bahan bakar yang ada di Tanah Air.
Kendati demikian Thio belum bisa memastikan apakah GWM Tank 300 Diesel sampai Haval Jolion Hev sudah mampu menenggak B50 serta E10 atau belum.
"Kita akan dukung segala bentuk kebijakan dan berkoordinasi untuk mengevaluasi kecocokan teknologi serta yang kita punya sekarang," tutur Thio.
Sebagai informasi Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM ingin segera menerapkan mandatori B50 di Tanah Air.
"Atas arahan Bapak Presiden, sudah diputuskan bahwa 2026 insya Allah akan kita dorong ke B50. Dengan demikian tidak ada lagi kita melakukan impor solar ke Indonesia," ucap Bahlil di laman resmi Kementerian ESDM.
Bahlil menerangkan, keputusan tersebut diambil setelah melihat keberhasilan program biodiesel yang telah berjalan dan terbukti ampuh menekan ketergantungan impor sekaligus menghemat devisa negara secara signifikan.
Dengan penerapan B50, pemerintah memproyeksikan adanya potensi penghematan devisa tambahan yang sangat besar, yakni mencapai 0,84 miliar dolar Amerika Serikat.
Target tersebut dipercaya dapat dicapai hanya dalam satu tahun saja atau sepanjang 2026.
"Ini adalah sebuah keputusan strategis dan bentuk keberpihakan negara terhadap kedaulatan energi kita," kata Bahlil.
Sementara untuk E10 atau etanol 10 persen juga ditargetkan bisa berjalan mulai tahun depan.
Jadi patut ditunggu bagaimana kelanjutan dua rencana dari Kementerian ESDM di atas. Apakah akan menguntungkan pemilik kendaraan atau tidak.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Desember 2025, 15:00 WIB
17 Desember 2025, 16:00 WIB
11 Desember 2025, 16:00 WIB
20 November 2025, 14:00 WIB
14 November 2025, 15:00 WIB
Terkini
17 Januari 2026, 17:00 WIB
Harga Chery J6T resmi naik di awal tahun meski peluncuran kendaraan baru dilakukan pada November 2025
17 Januari 2026, 15:00 WIB
Seorang wiraniaga menawarkan diskon Suzuki XL7 Hybrid untuk semua metode pembelian, baik tunai atau kredit
17 Januari 2026, 13:00 WIB
Ada tiga model baru motor listrik VinFast yang meluncur di Vietnam, salah satunya tampil mirip Honda Vario
17 Januari 2026, 11:00 WIB
Toyota Kijang Innova bekas masih menjadi pilihan menarik untuk pelanggan yang membutuhkan MPV tangguh
17 Januari 2026, 09:00 WIB
Desain utuh Starlight 560 alias Wuling Almaz Darion telah terdaftar di DJKI, peluncurannya semakin dekat
17 Januari 2026, 08:00 WIB
BYD berkomitmen bahwa pabrik mereka di Subang akan mulai aktif kuartal 1 2026 dan langsung produksi beberapa model
17 Januari 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia yang ada guna meningkatkan layanan
16 Januari 2026, 21:00 WIB
Motor TVS Callisto 125 mendapatkan dua tambahan warna baru, melengkapi empat opsi kelir yang sudah ada