MG Tunggu Aturan Teknis Insentif Mobil Listrik 2026
10 Mei 2026, 06:01 WIB
Meski tanpa insentif pemerintah optimis produsen mobil tetap mau berinvestasi dengan membangun pabrik di Indonesia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia sepanjang 2025 masih terus mengalami tekanan. Retail sales dari Januari hingga November 2025 hanya sebesar 735.977 unit.
Jumlah itu jauh lebih kecil dibanding periode serupa tahun lalu yang membukukan 807.586 unit. Artinya retail sales mengalami penurunan 67.809 unit atau sekitar 8,4 persen.
Situasi tersebut pun membuat Gaikindo berinisiatif mengurangi target penjualan kendaraan. Dari sebelumnya sekitar 850.000 unit menjadi hanya 780.000 unit.
Tekanan pun diperkirakan bakal terus berlanjut di 2026. Hal ini karena pemerintah memutuskan tidak lagi memberi insentif pembelian kendaraan.
Meski demikian, Airlangga Hartarto, Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia mengungkap hal tersebut bisa menguntungkan negara. Pasalnya produsen mobil tetap berupaya masuk ke Tanah Air dengan berinvestasi mendirikan pabrik.
“Justru karena instentif sudah selesai maka semuanya bisa berjalan. Stimulus diberikan agar mereka mau membangun pabrik dan biaya produksinya jadi lebih rendah,” ungkapnya.
Menurutnya tidak ada alasan pabrikan otomotif enggan mendirikan fasilitas produksi di Tanah Air. Terlebih mereka yang sudah menikmati insentif dan berhasil berkembang.
“VinFast bisa berinvestasi dan membuat pabrik, jadi pabrikan lain yang belum punya pabrik tapi menikmati insentif harus bisa melakukannya juga,” tegas Airlangga.
Meski demikian dirinya memastikan pemerintah akan tetap mendorong pertumbuhan industri otomotif. Salah satunya dengan menjalankan program mobil nasional yang tengah digaungkan.
“Untuk mobil nasional tentu anggarannya sudah direncanakan. Kita bisa belajar sebenarnya dari VinFast dan semua sedang dalam proses,” tegasnya kemudian.
Pabrikan mobil asal Vietnam, VinFast pun memberi sedikit bocoran terkait membangun perusahaan otomotif. Menurut mereka prosesnya memang sangat sulit dan penuh tantangan.
“Agar bisa menjadi seperti VinFast, Indonesia harus mempunyai orang seperti Pham Nhat Vuong, Chairman kami yang sangat berdedikasi. Ia bahkan telah menggelontorkan dana USD 17 miliar untuk pengembangan kendaraan,” ungkap Pham Sanh Chau, CEO VinFast Asia.
Menurutnya, Pham Nhat Vuong membawa VinFast bukan untuk bisnis saja tapi jadi kebanggaan bangsa. Oleh sebab itu industri lokal juga dilibatkan guna memperkuat posisinya negara mereka.
Kemudian banyaknya lini bisnis Vin Group juga memberi keuntungan tersendiri. Karena masing-masing perusahaan diminta untuk berinvestasi ke VinFast sehingga perkembangan industri bisa optimal.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
10 Mei 2026, 06:01 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
06 Mei 2026, 15:00 WIB
24 April 2026, 15:00 WIB
13 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini