Changan Optimistis Mobil REEV Diminati di Daerah
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Volkswagen resmi menutup pabrik di Jerman untuk pertama kalinya, alami kerugian dan banyak tantangan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Volkswagen menutup fasilitas perakitannya di Dresden, Jerman. Ini menjadi kali pertama dalam 88 tahun, VW menghentikan produksi di negara asalnya.
Model mobil listrik VW ID.3 GTX berkelir merah disebut sebagai produk terakhir Volkswagen yang dirakit di Dresden.
Ada beberapa hal jadi pertimbangan pihak Volkswagen mengambil keputusan tersebut. Salah satunya adalah arus kas melemah imbas pelemahan penjualan di Cina.
Aturan terkait tarif juga disebut memberatkan Volkswagen dan membuatnya tidak dapat menjual kendaraan secara maksimal di Amerika Serikat.
Dalam beberapa waktu, manufaktur yang berbasis di Jerman ini memang tengah mencari cara untuk mengurangi pengeluaran.
“Keputusan untuk mengakhiri produksi kendaraan di Transparent Factory setelah 20 tahun bukanlah keputusan mudah. Tetapi penting jika dilihat dari perspektif ekonomi,” kata Thomas Schaefer, CEO Volkswagen dikutip dari France 24, Kamis (18/12).
Di tengah era elektrifikasi dan kemajuan teknologi, Volkswagen menghadapi tantangan dalam melakukan pengembangan mobil bermesin bensin.
Tidak dapat dipungkiri, gempuran mobil energi terbarukan dari Tiongkok menjadi ancaman buat banyak pabrikan.
Harga yang ditawarkan terpaut lebih rendah dengan teknologi terkini. Banyak di antaranya juga merambah ke segmen premium, sebelumnya didominasi oleh pabrikan Eropa.
Pabrik Volkswagen di Jerman bakal dijadikan pusat riset dan pengembangan (RND) berfokus pada chip, Artificial Intelligence (AI) dan robot bersama Technical University of Dresden.
Kemudian sejumlah pekerja pabrik yang bertugas Dresden itu akan mendapatkan penawaran di fasilitas lain.
Sekadar informasi, Volkswagen masih menawarkan sejumlah model buat konsumen Indonesia seperti Tiguan dan mobil listrik VW ID Buzz.
Berada di bawah naungan Indomobil Group, sepanjang 2025 Volkswagen mencatatkan penjualan retail 232 unit di periode Januari-November.
Diolah dari data Gaikindo, angka penjualan terendah mereka tercatat pada April 2025 yakni 6 unit. Sementara tertingginya 50 unit di Mei.
Total: 232 unit
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
Terkini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung