First Drive BAIC T1 Tangerang-Bandung, Crossover EV yang Lincah
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
Melihat kuatnya persaingan dengan pabrikan asal China, Nissan setop produksi mobil bensin mulai 2030
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Mengejar ketertinggalan dengan pabrik China produsen otomotif saat ini berlomba memperkenalkan lini kendaraan listrik untuk masyarakat. Mengingat banyak negara sudah menyatakan komitmen elektrifikasi.
Belum lama ini Makoto Uchida selaku CEO Nissan menyebut bahwa Nissan setop produksi mobil bensin dan fokus pada model mobil listrik saja khusus pasar Eropa.
Keputusan tersebut juga jadi bukti komitmen untuk beralih ke kendaraan listrik karena lebih ramah lingkungan.
“Tidak ada jalan kembali saat ini,” ujar Makoto dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters pada Selasa (26/9).
Perlahan berjalan ke arah elektrifikasi total, satu dari dua model mobil listrik terbaru Nissan dikonfirmasi bakal mengaspal untuk pasar Eropa dan dirakit di plant Sunderland, timur laut Inggris.
Kemudian di awal 2023 Nissan meningkatkan target produksi model EV untuk mendominasi pasar yang saat ini dipimpin oleh Tesla. Disebutkan per 2030 bakal ada 19 model kendaraan listrik baru.
Hanya saja sang CEO masih enggan memaparkan lebih lanjut terkait roadmap Nissan dalam menuju elektrifikasi atau bocoran tentang kapan EV terbaru mereka meluncur.
Tidak hanya Nissan nama besar lain seperti Renault, Ford dan Stellantis sudah mengumumkan rencana elektrifikasi total di Eropa per 2030. Sedangkan di tahun itu Volvo hanya akan menjual mobil listrik secara global.
Makoto sendiri mengaku ketatnya persaingan karena pasar otomotif dibanjiri nama China. Nissan tengah berusaha untuk menekan harga jual agar bisa menyamai.
“Banyak kompetisi terjadi, (produsen) China datang dalam jumlah besar. Mereka bergerak banyak dan lebih cepat dari yang kami harapkan,” ujar Makoto.
Di Indonesia sendiri Nissan sudah punya hatchback bertenaga listrik yakni Leaf. mengisi kelas di atasnya ada Serena e-Power atau hybrid pakai teknologi sama seperti pendahulunya, Kicks e-Power.
Mobil tersebut hadir dalam gelaran GIIAS 2023. Menggunakan basis Serena mesin konvensional model itu sebelumnya sudah dijual di Jepang dengan kisaran harga 3.1 juta yen sampai 4.7 juta yen atau setara Rp327.9 jutaan sampai Rp497.2 jutaan dalam kurs rupiah.
Teknologi hybrid Nissan diberi nama e-Power. Di dalamnya termasuk mesin 1.4 liter dipadukan motor listrik yang dapat menghasilkan tenaga 160.7 hp dan torsi puncak 315 Nm.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Terkini
04 September 2026, 13:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam terselenggara di pusat perbelanjaan atas beberapa masukan dari para konsumen
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan
04 September 2026, 09:00 WIB
Pameran IEE Series 2026 memasuki Energy Week, ikut dukung ekosistem kendaraan energi terbarukan di Indonesia
04 September 2026, 07:00 WIB
AUKSI memanfaatkan momentum hari pelanggan nasional untuk memberikan persembahan istimewa bagi peserta lelang
04 September 2026, 06:00 WIB
Masih ada lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
04 September 2026, 06:00 WIB
Salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang melayani pada pengendara sejak pagi, ada di BPR KS Wastu Kencana
04 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengendalikan jumlah kendaraan pribadi
03 September 2026, 16:46 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat menyambangi kota Batam dengan segala keunggulan masyarakat untuk bermobilitas