Rapor Penjualan Honda Agustus 2026 di Tengah Tantangan
18 September 2026, 16:50 WIB
Nissan dikabarkan bakal kembali dekati Honda untuk lakukan merger meski harus memecat Makoto Uchida, CEO mereka saat ini
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kesepakatan merger Nissan dan Honda telah dipastikan batal pada Februari lalu. Hal ini karena kedua perusahaan tidak menemukan kesepakatan yang diinginkan masing-masing pihak.
Namun rupanya Nissan masih berkolaborasi dengan Honda untuk menyelamatkan diri dari kebangkrutan. Mereka bahkan dikabarkan siap melakukan beragam cara agar bisa terus bertahan hidup di masa depan.
Salah satunya adalah dengan memecat Makoto Uchida, Chief Executive Officer mereka saat ini yang sudah memimpin perusahaan sejak 2019.
Dilansir dari Carscoops, keputusan untuk memecat Uchida terbilang masuk akal. Pasalnya ia dianggap sebagai penyebab kegagalan merger Nissan dan Honda.
Menurutnya, merger Nissan dan Honda merugikan karena menjadikan mereka sebagai anak perusahaan. Padahal di awal permbicaraan, kedua perusahaan seharusnya bisa menjadi rekan yang setara serta saling menguntungkan.
"Kami tidak yakin seberapa besar independensi Nissan terjamin dan apakah potensi perusahaan bisa terwujud jika menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Honda,” ungkap Uchida dilansir Carscoops (06/03)
Namun dirinya juga pernah mengungkap siap dipecat jika Komite Nissan, Dewan Direksi serta para pemegang saham menginginkannya.
Pertemuan dikabarkan bakal segera dilakukan untuk memastikan arah perusahaan. Kemudian bila Uchida benar disingkirkan maka kemungkinan Jeremy Papin, Chief Financial Officer akan menggantikannya sementara.
Ia pun bakal ditugaskan melakukan negosiasi baru dengan Honda dan keluar dari situasi sulit sekarang ini.
Uchida pun dikabarkan telah berjuang menstabilkan bisnis Nissan sebelum meninggalkan jabatannya. Tetapi ia baru menyampaikan pada pemegang saham bahwa perusahaan kemungkinan bakal mengalami kerugian bersih sebesar $536 juta untuk tahun fiskal yang berakhir pada bulan Maret.
Selain Honda, Nissan pun sebenarnya dikabarkan masih memiliki beberapa solusi lain. Salah satunya adalah dengan menggandeng Foxconn, sebuah perusahaan teknologi asal Taiwan.
Saat ini Foxconn memproduksi iPhone Apple dan tengah berupaya memperluas bisnisnya ke kendaraan listrik. Mereka bahkan pernah mengajukan penawaran ke Nissan namun ditolak pada Desember 2024.
Sayangnya sampai sekarang belum ada perkembangan pembicaraan antara Nissan dan Foxconn.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 September 2026, 16:50 WIB
12 September 2026, 08:14 WIB
11 September 2026, 12:25 WIB
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
Terkini
18 September 2026, 17:00 WIB
Jorge Martin mengaku siap untuk kembali bersaing dengan Marc Marquez di MotoGP Austria 2026 di akhir pekan
18 September 2026, 16:50 WIB
Penjualan Honda pulih di Agustus 2026, namun masih ada PR besar untuk kembali ke lima besar merek terlaris
18 September 2026, 09:36 WIB
Wuling Eksion PHEV hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tidak hanya bermobilitas di dalam kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Mobil pribadi dengan pelat nomor yang tidak sesuai diharapkan tidak melintas area Ganjil Genap Jakarta
18 September 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tetap beroperasi di lima lokasi di sekitar ibu kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang
17 September 2026, 22:00 WIB
Sejumlah motor matic murah dari Suzuki dan TVS mengalami kenaikan bervariasi pada periode September 2026
17 September 2026, 18:59 WIB
Tim satelit KTM, yakni Tech3 baru mengumumkan Agius untuk masuk ke susunan sementara pembalap MotoGP 2027