Nilai Transaksi PEVS 2023 Capai Rp289 Miliar, Didominasi B2B

Nilai transaksi PEVS 2023 mencapai Rp289 miliar atau melampaui target awal yang hanya Rp285 miliar selama pameran

Nilai Transaksi PEVS 2023 Capai Rp289 Miliar, Didominasi B2B
Adi Hidayat

TRENOTO – Walau berlangsung lebih singkat dibanding tahun lalu, Periklindo Electric Vehicle Show atau biasa disebut PEVS 2023 berhasil mencatatkan beberapa hasil positif dibanding tahun lalu. Salah satu yang menjadi perhatian adalah nilai transaksinya.

Berdasarkan data dari penyelenggara, nilai transaksi PEVS 2023 capai Rp289 miliar atau Rp4 miliar lebih tinggi dibandingkan target awal. Jumlah ini juga lebih besar ketimbang raihan tahun lalu yang hanya membukukan angka Rp257 miliar.

“Jumlah tersebut roda empat dan B2B masih mendominasi. Sekitar 50-55 persen dari total transaksi,” ungkap Rudi MF, Project Manager Dyandra Promosindo.

Photo : TrenOto

Tetapi singkatnya waktu pameran rupanya berdampak pada jumlah pengunjung karena PEVS 2023 hanya dikunjungi oleh 30.700 orang. Sementara tahun lalu ketika pameran berlangsung selama 10 hari totalnya mencapai 45.372 orang.

Walau meraih beragam hasil positif, Moeldoko selaku Ketua Periklindo menegaskan bahwa PEVS tidak fokus pada penjualan. Ia ingin agar pameran tersebut bisa dimanfaatkan sebagai ajang sosialisasi kendaraan listrik di Indonesia.

“PEVS 2023 tidak hanya sebatas ajang penjualan tapi juga tempat sosialisasi kebijakan dari Pemerintah untuk keberlangsungan kendaraan listrik dan edukasi kepada masyarakat,” ungkap pria yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan RI.

Baca juga : PEVS 2023 Resmi Ditutup, Catatkan Banyak Hasil Positif

Hasil positif yang diraih pun dinilainya sebagai sebuah peluang agar pameran bisa dilakukan lebih besar ke depannya. Salah satunya adalah dengan menggelarnya di beberapa kota lain sehingga sosialisasi kendaraan listrik dapat lebih merata.

“Ada rencana menggelarnya di Surabaya, Bali dan Makassar. Tetapi bukan tahun ini,” tambah Moeldoko.

PEVS 2023 juga menjadi ajang pabrikan otomotif untuk mengenalkan produk-produk terbarunya. Salah satunya adalah kemunculan merek baru yaitu Seres yang akan meluncurkan produk mereka di pertengahan tahun.

Photo : TrenOto

Selain itu Mobil Anak Bangsa (MAB) juga menampilan salah satu produk mereka yaitu PSOE E-Double Cabin. Kendaraan tersebut merupakan hasil pengembangan mereka dengan pabrikan asal China untuk mengincar segmen komersial khususnya tambang.

Catatan positif ini pun membuat Periklindo optimis pameran bisa digelar kembali tahun depan. Rencananya PEVS 2024 dilaksanakan pada 30 April hingga 5 Mei.


Terkini

news
Mitsubishi Colt L300

Mitsubishi Buka Diri Masuk Kopdes Merah Putih Lewat L300

Mitsubishi Indonesia siap meningkatkan produksi L300 jika mendapat pemesanan untuk program Kopdes Merah Putih

mobil
Hino

Presiden Direktur Hino Indonesia Diganti, Bawa Strategi Baru

Presiden Direktur Hino Indonesia diganti untuk memberi penyegaran dengan strategi baru yang lebih optimal

otosport
Yamaha

Yamaha Racing Indonesia Kenalkan Skuad Balap Baru, Ada Aldi Satya

Aldi Satya Mahendra akan terus menorehkan prestasi bagi skuad Yamaha Racing Indonesia sepanjang musim ini

mobil
Toyota Vios Hybrid

Pasar Sedan Kecil, Ini Alasan Toyota Luncurkan Vios Hybrid di RI

Meskipun peminatnya terbilang lebih sedikit, Vios Hybrid hadir buat memperluas jangkauan pasar Toyota

mobil
Geely dan Zeekr

Modal Zeekr Bersaing setelah Gagal di 2025, Siap Dirakit Lokal

Zeekr kembali ke RI di bawah naungan Geely Auto Indonesia dan bakal segera dirakit lokal di masa mendatang

news
Isuzu

Isuzu Kuasai 29 Persen Pangsa Pasar, Pikap Traga Laris Manis

Isuzu berhasil mempertahankan kinerja mereka sepanjang tahun lalu meski banyak rintangan yang menghadang

news
Ganjil genap Puncak

Ganjil Genap Puncak 27 Februari 2026, Awas Diputar Balik

Ganjil genap Puncak kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan khususnya di jalur utama

news
Yogyakarta

8 Juta Orang Diperkirakan Melintas di DIY Saat Mudik Lebaran 2026

Dishub DIY memperkirakan ada 8 juta mobilitas saat arus mudik Lebaran 2026 sehingga mereka siapkan rekayasa lalu lintas