Aspek Penentu Tercapainya Target Penjualan Mobil Baru di 2026
20 Februari 2026, 08:00 WIB
Polytron G3 mulai diminati oleh konsumen dalam negeri, angka penjualan retailnya tembus 100 unit di Oktober
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil listrik Polytron yang digadang jadi mobil nasional mulai mendapatkan respons positif dari konsumen Tanah Air.
Untuk diketahui Polytron baru menawarkan satu produk di Indonesia yakni G3. Model itu sudah mengantongi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 persen.
Walaupun merupakan merek baru, tampaknya konsumen mulai menunjukkan minat terhadap Polytron G3.
Diolah dari data Gaikindo, pada Oktober 2025 angka penjualan retail atau distribusi dari diler ke konsumen adalah 103 unit atau naik 255 persen dari bulan sebelumnya.
Jika dibandingkan pada Juli angkanya enam unit, 12 unit di Agustus dan 29 unit sepanjang September 2025.
Secara total, tahun ini Polytron G3 telah terkirim sebanyak 150 unit ke tangan konsumen. Menandakan positifnya minat masyarakat terhadap mobil listrik tersebut.
Polytron belum membeberkan rencana selanjutnya soal model lain di dalam negeri, masih berfokus ke G3 dan G3+ yang dijual mulai Rp 200 jutaan.
Sebagai informasi, mobil listrik Polytron G3 bisa didapatkan melalui skema sewa baterai ataupun buy to own alias termasuk baterai.
Harganya adalah Rp 299 jutaan jika konsumen pilih untuk meminang Polytron G3 secara penyewaan baterai.
Sedangkan apabila berminat membeli unit dengan baterai banderolnya ada di kisaran Rp 419 jutaan.
Sedangkan tipe di atasnya G3+ dijual Rp 339 jutaan (sewa) dan Rp 459 jutaan (termasuk baterai).
Ada berbagai fitur unggulan disematkan pada Polytron G3 maupun G3+. Misalnya konektivitas ke aplikasi Polytron EV.
Sehingga mobil tersebut bisa dikendalikan dengan mudah melalui gawai pintar.
Bicara soal jantung pacu, Polytron G3 dan G3+ dibenamkan baterai berkapasitas 51,9 kWh. Ini menyuguhkan daya jelajah 402 kilometer dalam satu kali pengisian daya.
Baterai bisa diisi dalam waktu singkat berkat teknologi fast charging. Sehingga kapasitas dari 20 persen ke 70 persen dapat dicapai dalam waktu di bawah 35 menit saja.
Kemudian dapat menghasilkan tenaga 150 kW atau setara 201 hp dan torsi puncak 320 Nm. Tenaga disalurkan ke roda depan menggunakan penggerak Front Wheel Drive (FWD).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Februari 2026, 08:00 WIB
19 Februari 2026, 15:00 WIB
19 Februari 2026, 09:00 WIB
19 Februari 2026, 08:00 WIB
18 Februari 2026, 17:00 WIB
Terkini
21 Februari 2026, 21:00 WIB
Isuzu merupakan salah satu produsen kendaraan niaga yang sudah merakit lokal truk dan mobil pikap di RI
21 Februari 2026, 19:00 WIB
Pemerintah telah menyiapkan 10 tol fungsional untuk beroperasi saat mudik Lebaran 2026 agar mengurangi kemacetan
21 Februari 2026, 17:00 WIB
Michelin mengingatkan masyarakat yang hendak mudik ke kampung halaman agar memperhatikan kondisi ban kendaraan
21 Februari 2026, 13:00 WIB
GIAMM sebut industri komponen otomotif berpotensi dirugikan oleh keputusan impor ratusan ribu pikap dari India
21 Februari 2026, 11:00 WIB
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI menilai impor pikap akan berdampak buruk bagi industri otomotif di dalam negeri
21 Februari 2026, 09:00 WIB
Menurut data yang dihimpun, total transaksi di IIMS 2026 hanya naik sekitar Rp 700 miliar dari tahun lalu
21 Februari 2026, 07:00 WIB
Suzuki Jimny modifikasi hadir di IIMS 2026 sebagai bahan referensi maupun inspirasi modifikasi para pengunjung
20 Februari 2026, 20:00 WIB
Agus Gumiwang Kartasasmita, Menperin mengatakan bahwa produksi pikap lokal mencapai satu juta unit per tahun