Chery QQ3 EV Meluncur, Rival Aion UT Harga Rp 100 Jutaan
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Belum ada kelanjutan tentang investasi di Indonesia, Tesla berencana produksi mobil listrik murah di India
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Tesla merupakan salah satu produsen mobil listrik yang sempat diharapkan berinvestasi di Tanah Air. Namun alih-alih Indonesia pabrik besutan Elon Musk ini terbarunya justru investasi di Malaysia.
Kemudian belum lama juga terungkap Tesla berencana produksi mobil listrik murah di India. Sebelumnya diketahui Tesla memang memiliki rancangan EV dengan harga lebih terjangkau di US$24.000, dalam kurs rupiah setara Rp361.8 jutaan.
Tentu ini berbeda jauh dari harga model Tesla lainnya. Seluruh sedan listriknya sekarang dibanderol mulai Rp1 miliar sampai Rp4 miliar tergantung tipenya.
Dilansir dari Reuters, Jumat (28/7) seorang sumber internal anonim mengungkapkan pihak Tesla siap bertemu menteri perindustrian India untuk membahas pembangunan pabrik khusus produksi mobil listrik murah.
Ia juga mengatakan Tesla menunjukan ketertarikan mendirikan pabrik mobil listirk murah baik untuk pasar lokal maupun ekspor. Pembicaraan ini menyusul upaya pejabat pemerintah India yang berkomitmen untuk merakit mobil secara lokal.
Diketahui Elon Musk selaku CEO Tesla sudah bertemu Narendra Modi, Perdana Menteri India pada Juni 2023 membahas kelanjutan pembangunan pabrik tersebut.
“Kami tidak ingin terburu-buru melakukan pengumuman tapi saya pikir besar kemungkinan akan ada investasi dan hubungan signifikan (Tesla) dengan India di masa depan,” ujar Elon.
Menurutnya pasar India menjanjikan lebih banyak hal ketimbang negara-negara besar lainnya.
Pemerintah masih terus mengusahakan investasi Tesla di Tanah Air. Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) bakal kembali bertemu Elon Musk awal Agustus 2023.
“Saya mau ketemu Elon nanti tanggal 2 bulan depan. Kita mau finalkan (investasi Tesla di Indonesia),” ungkap Luhut.
Meski akhirnya dibalap Malaysia pemerintah menegaskan negosiasi masih terus berjalan dan terkunci dalam perjanjian kerahasiaan atau NDA (non-disclosure agreement).
Selain Tesla pemerintah juga mengincar merek lain khususnya dari China seperti BYD yang telah menandatangani nota kesepahaman terkait penjajakan potensi investasi dalam pengembangan mobil listrik di Tanah Air.
Persetujuan tersebut dilakukan oleh Rachmat Kaimuddin selaku Deputi Koordinator Bidang Transportasi dan Infrastruktur Kemenko Marves bersama Liu Xueliang, General Manager BYD Divisi Penjualan Mobil Asia Pasifik pada Mei 2023.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
31 Maret 2026, 17:00 WIB
31 Maret 2026, 11:00 WIB
31 Maret 2026, 09:47 WIB
27 Maret 2026, 20:00 WIB
26 Maret 2026, 20:07 WIB
Terkini
01 April 2026, 09:00 WIB
Aturan pembelian BBM bersubsidi termasuk Pertalite merupakan langkah preventif pemerintah hadapi krisis energi
01 April 2026, 08:14 WIB
Yamaha AEROX ALPHA ditawarkan dengan enam pilihan varian yang memiliki keunggulan dan nilai masing-masing
01 April 2026, 07:00 WIB
Pemerintah telah menetapkan bahwa harga BBM subsidi dan nonsubsidi tidak mengalami kenaikan pada April 2026
01 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif
01 April 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
01 April 2026, 06:00 WIB
Di awal April 2026, SIM keliling Jakarta tetap melayani pemohon yang ingin memperpanjang masa berlaku
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan