Rencana BAIC Bangun Pabrik Mandiri, Tunggu Penjualan Naik
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Mobil listrik ini stop produksi karena penjualannya nol unit sehingga pabrikan harus mengambil langkah drastis
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Fiat menghentikan sementara produksi mobil listrik mereka yaitu 500e karena minimnya permintaan terhadap kendaraan tersebut. Penjualannya bahkan mencatatkan angka nol pada beberapa bulan terakahir
Penghentian dilakukan selama empat minggu mulai 13 September 2024. Keputusan ini merupakan kejadian besar karena untuk pertama kalinya sejak 2007 tidak akan ada Fiat 500 baru jenis apapun yang diproduksi di Eropa.
“Langkah ini perlu diambil karena sedikitnya pesanan yang didapatkan karena adanya kesulitan di pasar kendaraan listrik Eropa,” ungkap Stellantis, dilansir dari Carscoops.
Sebenarnya Fiat 500 bermesin bensin sempat dibuat di Polandia namun kini sudah tidak dihentikan karena tidak memenuhi perundangan berlaku. Pabrikan pun tidak berminat untuk memperbaruinya.
Meski demikian produksi kendaraan tersebut tidak sepenuhnya berhenti karena sekarang masih dibuat di Afrika Utara. Sayangnya mobil itu tak memenuhi syarat dijual di Eropa.
Dalam beberapa kesempatan Fiat pun mengumumkan rencana untuk meluncurkan versi hybrid dari 500e. Mobil itu menggabungkan mesin kecil dan motor listrik sehingga konsumsi bahan bakarnya lebih optimal.
Namun model tersebut diperkirakan baru siap pada akhir 2025 atau awal 2026. Padahal model itu digadang-gadang akan menjadi tulang punggung penjualan di masa depan.
“Sama seperti orang lain, kami beripikir bahwa dunia akan beralih ke kendaraan listrik lebih cepat sehingga biayanya segera turun. Tetapi Covid telah mengubahnya lalu inilah yang terjadi dan semua harus menghadapi kenyataan,” tutur Olivier Francois, CEO Fiat.
Pabrikan asal Italia itu bukanlah satu-satunya produsen mobil yang terpaksa mengubah strateginya dalam menghadapi rendahnya pemintaan kendaraan listrik. Beberapa pabrikan lain seperti Toyota, GM, Ford, hingga Mercedes Benz pun melakukan langkah serupa.
Bahkan Toyota terbilang cukup keras menentang peralihan secara drastis dari kendaraan konvensional ke listrik. Sejak awal mereka justru lebih fokus untuk mengembangkan teknologi hybrid dibandingkan listrik.
Keputusan tersebut pun berbuah manis karena kini penjualan kendaraan hybrid telah menghasilkan pasar yang cukup besar dan menjadi alternatif di mata masyarakat.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Terkini
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
Ford akan memproduksi SUV crossover pakai platform GEA yang saat ini juga dipakai Geely EX5 dan Starray
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen berkendara
25 Agustus 2026, 19:00 WIB
Suzuki e Sky hadir sebagai versi produksi dari prototipe Vision e-Sky, siap hadang BYD Racco dan Chery Emta
25 Agustus 2026, 17:00 WIB
Pertamina Lubricants beri layanan ganti oli gratis untuk 1.000 pengemudi ojol, libatkan siswa sekolah binaan
25 Agustus 2026, 15:52 WIB
MotoGP Aragon 2026 menjadi salah satu seri yang paling ditunggu, sebab Marc Marquez cukup diunggulkan di sana
25 Agustus 2026, 08:57 WIB
Eneos NXP berkolaborasi dengan HiTEQ untuk menggelar touring bertemakan Ride Merah Putih pada Hari Kemerdekaan