BYD Gerah Desain Mobil Mereka Selalu Ditiru Kompetitor
02 Januari 2026, 16:00 WIB
Mobil listrik ini stop produksi karena penjualannya nol unit sehingga pabrikan harus mengambil langkah drastis
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Fiat menghentikan sementara produksi mobil listrik mereka yaitu 500e karena minimnya permintaan terhadap kendaraan tersebut. Penjualannya bahkan mencatatkan angka nol pada beberapa bulan terakahir
Penghentian dilakukan selama empat minggu mulai 13 September 2024. Keputusan ini merupakan kejadian besar karena untuk pertama kalinya sejak 2007 tidak akan ada Fiat 500 baru jenis apapun yang diproduksi di Eropa.
“Langkah ini perlu diambil karena sedikitnya pesanan yang didapatkan karena adanya kesulitan di pasar kendaraan listrik Eropa,” ungkap Stellantis, dilansir dari Carscoops.
Sebenarnya Fiat 500 bermesin bensin sempat dibuat di Polandia namun kini sudah tidak dihentikan karena tidak memenuhi perundangan berlaku. Pabrikan pun tidak berminat untuk memperbaruinya.
Meski demikian produksi kendaraan tersebut tidak sepenuhnya berhenti karena sekarang masih dibuat di Afrika Utara. Sayangnya mobil itu tak memenuhi syarat dijual di Eropa.
Dalam beberapa kesempatan Fiat pun mengumumkan rencana untuk meluncurkan versi hybrid dari 500e. Mobil itu menggabungkan mesin kecil dan motor listrik sehingga konsumsi bahan bakarnya lebih optimal.
Namun model tersebut diperkirakan baru siap pada akhir 2025 atau awal 2026. Padahal model itu digadang-gadang akan menjadi tulang punggung penjualan di masa depan.
“Sama seperti orang lain, kami beripikir bahwa dunia akan beralih ke kendaraan listrik lebih cepat sehingga biayanya segera turun. Tetapi Covid telah mengubahnya lalu inilah yang terjadi dan semua harus menghadapi kenyataan,” tutur Olivier Francois, CEO Fiat.
Pabrikan asal Italia itu bukanlah satu-satunya produsen mobil yang terpaksa mengubah strateginya dalam menghadapi rendahnya pemintaan kendaraan listrik. Beberapa pabrikan lain seperti Toyota, GM, Ford, hingga Mercedes Benz pun melakukan langkah serupa.
Bahkan Toyota terbilang cukup keras menentang peralihan secara drastis dari kendaraan konvensional ke listrik. Sejak awal mereka justru lebih fokus untuk mengembangkan teknologi hybrid dibandingkan listrik.
Keputusan tersebut pun berbuah manis karena kini penjualan kendaraan hybrid telah menghasilkan pasar yang cukup besar dan menjadi alternatif di mata masyarakat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Januari 2026, 16:00 WIB
02 Januari 2026, 15:00 WIB
02 Januari 2026, 14:16 WIB
02 Januari 2026, 12:00 WIB
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Terkini
02 Januari 2026, 17:00 WIB
Penjualan BYD di Indonesia selama periode 2024-2025 tembus 50 ribu unit dan wajib dirakit lokal tahun ini
02 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD menilai terobosan serta inovasi pada mobil listrik sebagai kontribusi dalam pengembangan industri
02 Januari 2026, 15:00 WIB
Leapmotor merupakan salah satu merek asal Tiongkok yang bakal masuk Indonesia melalui Indomobil Group
02 Januari 2026, 14:16 WIB
Tiga merek mobil Cina catat penjualan positif di Inggris, angka penjualannya diproyeksikan 200 ribu di 2025
02 Januari 2026, 13:38 WIB
Aismoli mengungkapkan ada cara lain untuk kembali menggairahkan pasar motor listrik pada periode 2026
02 Januari 2026, 12:00 WIB
Harga mobil listrik di Indonesia bervariasi mulai Rp 100 juta sampai Rp 1 miliar ke atas, berikut daftarnya
02 Januari 2026, 11:00 WIB
Meski masih terdapat 22 seri di tahun ini, namun ada beberapa ubahan signifikan pada jadwal MotoGP 2026
02 Januari 2026, 10:00 WIB
Geely berniat membawa mobil bermesin konvensional ke Indonesia, diyakini merupakan Monjaro dan Okavango