Cina Segera Tertibkan Mobil Bekas Nol Kilometer, Buat Aturan Baru
22 Desember 2025, 13:00 WIB
Ada insentif mobil hybrid, pabrik Mitsubishi di Indonesia siap produksi dan ekspor HEV di masa mendatang
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – PT MMKI (Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia) menyambut baik adanya insentif mobil hybrid dari pemerintah. Untuk diketahui besarannya adalah tiga persen.
Meskipun terbilang lebih kecil dari insentif untuk BEV (Battery Electric Vehicle) atau mobil listrik murni, hal ini cukup menjadi daya tarik tersendiri buat sejumlah pabrikan otomotif termasuk Mitsubishi.
Mereka akhirnya juga membuka peluang kemungkinan Xpander Hybrid yang telah meluncur di Thailand untuk diboyong juga buat konsumen Indonesia. Karena harganya bisa semakin kompetitif dengan adanya insentif.
Tidak hanya itu, pabrikan berlambang tiga berlian ini menyatakan niatnya untuk melakukan ekspor mobil hybrid dari Indonesia di masa mendatang.
“Kita akan produksi mungkin mobil hybrid. Jadi nantinya model hybrid itu akan diekspor ke negara-negara tersebut,” kata Takao Kato, President dan CEO Mitsubishi Motors Corporation di Cikarang beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan pabrik Mitsubishi di Indonesia yang beroperasi sejak 2017 itu merupakan fasilitas penting untuk Mitsubishi Motors, karena memproduksi sejumlah model strategis dan diekspor ke lebih dari 50 negara.
Setelah berhasil mencapai angka produksi kumulatif 1 juta unit di Oktober 2024, Kato berkomitmen Mitsubishi bakal terus mengembangkan kapasitas dan model yang diproduksi di pabrik Cikarang itu.
“Saya akan meningkatkan volume produksi MMKI jadi lebih banyak dan kita bakal memperkenalkan banyak model baru, termasuk elektrifikasi seperti hybrid,” tegas dia.
Bicara soal insentif mobil hybrid dari pemerintah, ia mengatakan angkanya lebih baik jika lebih tinggi atau berada di atas tiga persen.
Di masa mendatang Kato menyorot pentingnya untuk terus ada diskusi antara Kementerian Perindustrian dan pihak terkait bersama merek-merek otomotif di Indonesia buat menentukan insentif mobil hybrid yang sesuai.
“Tentu saya bilang lagi, insentif yang lebih besar pastinya lebih bagus untuk kita,” tegas Kato.
Sebagai informasi, Xpander Hybrid dan Xpander Cross Hybrid meluncur di Thailand pada Februari 2024. Harganya adalah 912.000 baht sampai 946.000 baht atau sekitar Rp 405 jutaan-Rp 420,1 jutaan jika dikonversi ke dalam kurs rupiah.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 Desember 2025, 13:00 WIB
17 Desember 2025, 18:00 WIB
17 Desember 2025, 17:00 WIB
17 Desember 2025, 08:00 WIB
15 Desember 2025, 18:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV