Persiapan Mitsubishi Fuso Hadapi Mandatori B50
08 Agustus 2026, 11:00 WIB
Bandar ikan di Maninjau, Padang berbagi cerita alasannya menggunakan Mitsubishi Fuso Canter untuk tunjang bisnisnya
Oleh Arie Prasetya
KatadataOTO – Adalah Romi Arianto seorang pengusaha atau bandar ikan di sekitaran Danau Maninjau menceritakan pengalamannya menggunakan Mitsubishi Fuso Canter. Setidaknya ada 2 alasan besar yang mendasarinya yakni durability serta aftersales service.
Munurut Romi, ia harus memiliki armada yang tangguh untuk menjalankan usaha budi daya ikan air tawar PT Bromet Era Romansa. Ini karena setiap harinya harus melakukan perjalanan jauh dengan medan menantang dalam menjalankan distribusi juga pemasaran.
"Kami melakukan pengiriman setiap hari, karena ikan sebagai kebutuhan pokok. Tujuan pengiriman seperti ke Bukittinggi, Batusangkar, Payakumbuh juga sampai Riau dan Jambi. Perjalanan atau waktu pengiriman ke Riau sekitar 10 jam sedangkan Jambi 15 jam," jelas Romi saat ditemui KatadataOTO di tempat usahanya di pinggir Danau Singkarak, Padang beberapa hari lalu.
PT Bromet Era Romansa sendiri memiliki armada aktif sebanyak 9 unit Fuso Canter. Masing-masing adalah model atau tipe FE 74S 6 unit, FE HDSN 1 unit, FE 84 GSN 1 unit serta FE 71 1 unit, seluruh armada ini mengakomodir pengiriman jarak menengah dan jauh. Sementara untuk jarak dekat mereka mengandalkan Mitsubishi L300.
"Rata-rata ada pengiriman ikan minimal 4 ton. Setiap satu unit bekerja mengangkut ikan sekitar 2.1 unit," jelas Romi.
Romi menambakan dalam bisnis ini waktu pengiriman harus tepat waktu. Misal pengiriman dengan jarak tempuh 10 jam seperti ke Riau tidak boleh telat demi kelancaran usaha para supplier mereka.
Dengan tantangan dalam bisnis yang dijalaninya, Romi menyebut dapat mengandalkan Fuso Canter. Utamanya adalah tangguh di segala medan serta mudah dalam hal perawatan.
Ia menyebut bahwa cukup fleksibel untuk merawat armada-armadanya tergantung dari tingkat kerusakan. Jika terjadi perawatan atau kerusakan kecil dapat langsung ditangani pengemudi sementara saat tergolong berat akan dimasukkan ke diler resmi.
"Supir-supir kami sudah belajar sehingga bisa menangani servis kecil seperti ganti oli, sparepart juga gampang didapat," jelas Romi.
Sejak memulai usahanya di 1992 dirinya telah memiliki 200 keramba dan 54 pekerja serta melakukan peremajaan kendaraan setiap empat tahun. Hal ini dilakukan demi menjaga waktu pengiriman yang prima.
"Paling lama 5 tahun. Dari sisi kondisi memang masih bagus tanpa kerusakan berarti. Saya cari aman aja agar memiliki armada yang selalu dalam kondisi terbaik dan harga jual kembali unit bekasnya masih bagus," tutup Romi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Agustus 2026, 11:00 WIB
06 Agustus 2026, 18:12 WIB
04 Agustus 2026, 15:23 WIB
03 Agustus 2026, 20:00 WIB
30 Juli 2026, 13:00 WIB
Terkini
04 September 2026, 07:00 WIB
AUKSI memanfaatkan momentum hari pelanggan nasional untuk memberikan persembahan istimewa bagi peserta lelang
04 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pemerintah Ibu Kota dalam mengendalikan jumlah kendaraan pribadi
04 September 2026, 06:00 WIB
Masih ada lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
04 September 2026, 06:00 WIB
Salah satu lokasi SIM keliling Bandung yang melayani pada pengendara sejak pagi, ada di BPR KS Wastu Kencana
03 September 2026, 16:46 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat menyambangi kota Batam dengan segala keunggulan masyarakat untuk bermobilitas
03 September 2026, 16:02 WIB
Pabrik BYD di Subang resmi beroperasi dengan investasi Rp11,7 triliun dengan kapasitas maksimal 150 ribu per tahun.
03 September 2026, 09:00 WIB
Jika dilihat Marc Marquez memang belum pernah menyelesaikan satu pun balapan di Sirkuit Mandalika, Lombok
03 September 2026, 07:00 WIB
Pemberian insentif motor listrik masih belum menemui kepastian di September 2026, Kementerian ESDM buka suara