Michelin Buka Suara Usai Pelek Marc Marquez Pecah di Thailand
03 Maret 2026, 09:00 WIB
Michelin Indonesia meluncurkan produk terbarunya yakni BFGoodrich Advantage Touring untuk pasar Indonesia
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Pasar mobil jenis LCGC (Low Cost Green Car) di Indonesia yang seksi memberikan peluang bagi produsen ban. Oleh karena itu Michelin Indonesia meluncurkan produk terbarunya yakni BFGoodrich Advantage Touring dan menyasar pada LCGC.
Dikatakan bahwa ban tersebut dirancang secara khusus untuk jalan onroad yang ekonomis serta efisien. Tidak hanya LCGC, ban mobil ini juga menyasar segmen pasar MPV, hatchback dan SUV.
Michelin Indonesia sendiri disebutkan telah memproduksi ban mobil merek BFGoodrich di Tanah Air sejak 2020. Namun mereka fokus untuk pasar ekspor saja.
Pada kuartal keempat 2022, produsen ban asal Perancis tersebut baru memasarkannya untuk pasar Indonesia. BDGoodrich Advantage Touring diproduksi dengan ukuran mulai 14 hingga 18 inci total 43 dimensi.
“BFGoodrich Advantage Touring memiliki sejarah panjang dan kami mempercayakan produksinya di Indonesia. Ban ini telah di ekspor ke Amerika, Jepang dan banyak negara lainnya,” kata Steven Vette, Presiden Direktur Michelin Indonesia.
Selama 150 tahun merek BFGoodrich terus menawarkan evolusi pada ban onroad. Sementara produk terbarunya yakni Advantage Touring ditawarkan dengan pilihan ukuran luas serta peningkatan pada performa dan estetika.
Guna memberikan kenyamanan pada para pelanggan setianya, produk terbarunya tersebut di atas diberikan garansi pabrik selama 6 tahun. Sehingga konsumen akan merasakan pengalaman menyenangkan menggunakan ban BFGoodrich.
Lebih lanjut disebutkan bahwa BFGoodrich Advantage Touring memiliki tiga keunggulan utama. Fitur yang disematkan harapannya bisa diterima oleh para pecinta otomotif di Tanah Air.
Ban ini dirancang dengan menggunakan desain pola tapak yang baru, dinamis dan sederhana. Lalu pola tapak asimetris dioptimalkan melalui komputerisasi untuk mengurangi kebisingan kabin interior.
BFGoodrich Advantage Touring memiliki blok tapak nan tegas serta dinding yang memungkinkan kontrol lebih responsif. Blok tapak besar juga diklaim bisa memberikan kinerja pengereman luar biasa baik kondisi kering maupun basah.
Untuk memberikan rasa percaya diri dalam berkendara, ban tersebut didukung teknologi untaian rangka saling mengunci. Walhasil gesekan dan panas bisa tereduksi dan berujung pada konsumsi BBM tereduksi.
“Meskipun sama-sama diproduksi di Indonesia, BDGoodrich Advantage Touring memiliki perbedaan dengan seri untuk ekspor. Karena untuk pasar dalam negeri dirancang lebih tahan aspal panas khas negara tropis,” ucap Mochammad Fachrul Rozi, Customer Engineering Support Michelin Indonesia.
Ban BFGoodrich Advantage Touring dipasarkan dengan harga mulai dari Rp700 ribuan juga banyak pilihan ukuran dan peringkat kecepatan (H, T dan V).
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 Maret 2026, 09:00 WIB
22 Februari 2026, 17:00 WIB
21 Februari 2026, 17:00 WIB
03 November 2025, 17:20 WIB
07 Maret 2025, 20:00 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi