Bridgestone Bawa Dayton Masuk Indonesia, Harga Lebih Terjangkau
24 September 2026, 09:12 WIB
Tekanan angin ban mobil penting untuk disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Tekanan angin ban mobil berbeda-beda berdasarkan tipe dan jenisnya. Setiap pabrikan mobil pastinya memiliki standar untuk tekanan angin produk-produknya.
Pada umumnya pabrikan telah memperhitungkan dan menyesuaikan dengan bobot, kapasitas angkut hingga dimensi mobil. Hal ini guna memberikan kenyamanan dan keamanan pada perjalanan.
Sejatinya untuk mengetahui tekanan angin ban mobil sesuai dengan rekomendasi pabrikan cukup mudah caranya. Pada pilar pintu depan kanan atau bagian supir sudah tertera ukurannya secara gamblang.
Adapula pada beberapa mobil modern yang telah menyematkan teknologi pembaca tekanan angin. Tire Pressure Monitoring System (TPMS) bisa dijadikan acuan mengetahui kondisi ban mobil Anda.
Meskipun tetap harus mengecek kondisi aslinya sebelum perjalanan, untuk lebih yakin.
Biasanya terdapat dua ukuran yakni kosong maupun penuh muatan. Atau bahasa lainnya batas atas dan batas bawah besaran tekanan angin pada mobil.
Tidak hanya tekanan angin, namun pabrikan juga menyertakan ukuran ban mobil yang digunakan. Satuannya menggunakan sistem metrik (kilopascals atau kPa) dan imperial (pound per square inch atau psi).
Kebanyakan tukang tambal ban pinggir jalan atau bengkel menggunakan satuan psi. Sehingga akan lebih baik patokannya adalah psi.
Tekanan angin ban berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan berkendara seperti disebutkan di atas. Maka dari itu, ukurannya harus pas jika menginginkan perjalanan ideal.
Karena jika terlalu tinggi akan membuat bantingan mobil menjadi lebih keras. Sehingga kenyamanan dalam kendaraan akan sedikit berkurang.
Selanjutnya ban kurang mendapat traksi maksimal pada bidang jalan, walhasil bisa menimbulkan bahaya. Kondisi tersebut juga menimbulkan risiko pecah atau meledak.
Lalu jika tekanan angin kurang atau rendah akan membuat tarikan mobil menjadi berat. Imbasnya mesin akan bekerja lebih keras dan berimbas pada penggunaan bahan bakar lebih boros.
Kurang angin pada ban bisa menimbulkan potensi kecelakaan terutama saat berbelok tajam karena bisa kehilangan traksi. Adapun bisa merusak bibir pelek karena ketinggian ban berkurang.
Mengutip dari Auto2000, tekanan angin ban mobil dibedakan dengan jenis kendaraan. Secara umum rekomendasi pabrikan seperti di bawah ini :
Untuk Anda yang mengganti ukuran ban maupun velg dengan produk aftermarket, jangan bingung. Karena tekanan angin pada ban tetap sama, hanya volumenya yang berbeda.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
24 September 2026, 09:12 WIB
03 Agustus 2026, 18:00 WIB
25 Juli 2026, 08:00 WIB
22 Februari 2026, 17:00 WIB
21 Februari 2026, 17:00 WIB
Terkini
23 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sengketa kepemilikan merek Denza masih berlanjut, BYD kini dituntut PT Raden Reza Adi sebesar Rp 9 triliun
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
PEVS 2026 akan diikuti oleh 38 brand motor dan mobil listrik dan tidak ketinggalan industri pendukung lain
23 Oktober 2026, 13:00 WIB
Chery Indonesia akan melakukan studi terkait kesesuaian SUV Omoda X untuk pasar Tanah Air di masa depan
23 Oktober 2026, 11:00 WIB
AiMOGA Robotics, perusahaan robotik dari Chery Group resmi membuka pemesanan untuk robot pintar Mobo
23 Oktober 2026, 09:00 WIB
Asia CAN 2026 diikuti oleh peserta dari sembilan negara berbeda, mereka saling adu kemampuan meracik audio
22 Oktober 2026, 21:16 WIB
Track My Chery Q memberikan akses kepada konsumen untuk memantau perkembangan unit sejak tahap produksi
22 Oktober 2026, 15:44 WIB
Debut di Chery Brand Night, Tiggo X7 dan all new Tiggo 7 jadi amunisi baru untuk penjualan di pasar global
22 Oktober 2026, 13:08 WIB
Toyota Innova Zenix Hybrid kini dilengkapi T Intouch terbaru, berbagai fungsi kendaraan dapat diakses dari HP