Strategi Pertamina Dorong Industri Otomotif Nasional di GIIAS 2026
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
Menteri Perindustrian akui sektor otomotif sedang tidak baik-baik saja sehingga perlu mendapat perhatian
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kementerian Perindustrian mengakui bahwa sektor otomotif di Indonesia dalam kondisi penuh tekanan. Hal ini bisa terlihat dari angka penjualan yang jauh lebih rendah dibandingkan pencapaian tahun lalu.
Situasi ini dinilai mengkhawatirkan sehingga perlu ada banyak hal harus dilakukan agar para pelaku industri otomotif global tetap tertarik berinvestasi.
“Sektor otomotif sedang tidak baik-baik saja, terlihat dari penjualannya sudah menurun,” ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian Republik Indonesia di sela-sela pengiriman pertama ekspor Chery siang hari tadi (01/11).
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Wholesales mobil baru Januari – September mencapai 633.218 unit. Padahal pada periode serupa tahun lalu, sudah ada 755.778 unit dikirim dari pabrik ke diler.
Sementara untuk Retail Sales situasinya pun tidak beda jauh karena hanya ada 657.223 unit dikirim ke pelanggan. Angka itu turun dibandingkan Januari-September 2023 yang sebesar 746.246 unit.
Penurunan itu disebabkan oleh banyak hal termasuk pelemahan daya beli masyarakat yang terjadi belakangan. Situasi tersebut pun membuat pemerintah berencana untuk memberikan insentif dari berbagai bagian.
“Ada kemungkinan untuk diberikan penambahan insentif yang memang dibutuhkan sektor otomotif. Gakindo bahkan sudah melakukan revisi target sehingga memang diperlukan intervensi dari negara dengan menerbitkan berbagai program atau stimulus,” tambahnya.
Sayang dirinya tidak menyampaikan program seperti apa yang akan diberikan karena memerlukan studi lebih dalam.
“Sedang dipelajari karena industri otomotif itu sangat besar dan seluruh ekosistemnya merupakan sebuah kesatuan,” tegasnya.
Perlu diketahui bahwa Gaikindo melakukan revisi target penjualan dari sebelumnya diatas 1 juta unit menjadi cuma 850.000 unit. Keputusan diambil setelah melihat lesunya pasar otomotif dibandingkan tahun lalu.
Angka tersebut pun dinilai realistis oleh sejumlah pabrikan mobil di Tanah Air ketimbang harus tetap mengejar angka 1 juta unit. Pasalnya waktu yang tersisa sudah semakin sempit namun pasar belum menunjukkan perbaikan.
Tak hanya itu, sejumlah pabrikan telah menyiapkan beragam promo guna mendorong pertumbuhan pasar di Tanah Air. Terlebih masih tersisa pameran otomotif sehingga penjualan diperkirakan bakal mengalami peningkatan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
30 Juli 2026, 16:49 WIB
03 Juni 2026, 20:37 WIB
18 Mei 2026, 19:17 WIB
01 April 2026, 20:00 WIB
Terkini
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya
24 September 2026, 06:00 WIB
Jika ingin mengurus dokumen berkendara, Anda bisa memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung hari ini
23 September 2026, 22:39 WIB
Pertamina Lubricants dan Telkomsel berkolaborasi untuk menghadirkan Promo Gokil untuk para ojek online