10 Merek Mobil Cina Terlaris Juni 2026: BYD Kembali Memimpin
23 Juli 2026, 18:32 WIB
Melihat strategi produsen mobil Cina yang memasang banderol unitnya di kisaran Rp 400 - Rp 500 jutaan
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Mobil Cina yang masuk ke Indonesia memiliki beberapa kesamaan. Salah satunya adalah harga jual mirip-mirip.
Rata-rata pabrikan asal Tiongkok memasarkan kendaraan di kisaran harga Rp 400 – Rp 500 jutaan. Baik kendaraan bermesin bensin hingga bertenaga Hybrid hingga listrik murni.
Lebih mengerucut lagi rerata harga jual tersebut di atas diterapkan pada jenis SUV (Sport Utility Vehicle). Menjadi menarik karena beberapa model yang ditawarkan mendapat respon positif di Tanah Air.
Adapun ketika dikonfirmasi, beberapa merek mobil Cina menyatakan dengan seragam bahwa mereka tidak ada alasan khusus dalam menentukan banderol kendaraan.
“Sebenarnya dalam hal penetapan harga, kami melihat dari teknologi ditawarkan untuk masyarakat. Fitur-fitur yang disematkan pada mobil sudah sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujar Yusuf Anshori, Brand Director PT Geely Auto Indonesia beberapa waktu lalu.
Senada sama Moch. Ranggy Radiansyah selaku Marketing Director Jetour Motor Indonesia di kesempatan terpisah. Bahkan ia mengatakan fitur pada mobil sudah melebihi dari harga melebihi kompetitor.
Sekadar informasi bahwa SUV asal Cina yang diniagakan dengan angka Rp 400 – Rp 500 jutaan meliputi Geely EX5, Jetour X70 Plus, Jetour Dashing, BAIC X55, Wuling Almaz, Neta X, MG ZS EV, BYD Atto 3, GWM Haval Jolion, Chery dan Jaecoo.
Lalu menurut pengamat bahwa produsen asal negeri Tirai Bambu bermain di area yang masih kosong. Adapun penawaran nan disuguhkan lebih menarik daripada produsen dari negara lain.
“Pasar mobil pada rentang (harga) Rp 400 – Rp 500 jutaan juga menjadi terbesar kedua. Menandakan terdapat ceruk pasar konsumen di kelas tersebut,” ungkap Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Artinya dominasi mobil paling laris di Indonesia masih di rentang harga Rp 200 – Rp 300 jutaan. Dan secara umum pembeli mobil di segmen ini adalah first car buyer.
Di kelas konsumen seperti tersebut di atas, Daihatsu menjadi salah satu pemain. Bahkan mereka menguasai market share nasional sebesar 17.5 persen (retail sales).
“Daihatsu tetap berkomitmen memenuhi kebutuhan pasar segmen LCGC, SUV medium sampai pikap. Yang harganya kurang lebih Rp 200 – 300 jutaan,” ucap Sri Agung Handayani, Marketing Director and Corporate Planning & Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) di Jakarta (20/05).
Dengan kata lain, konsumen yang membeli mobil di rentang Rp 400 – 500 jutaan merupakan second car buyer atau additional buyer.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Juli 2026, 18:32 WIB
18 Juli 2026, 21:09 WIB
14 Juli 2026, 22:00 WIB
13 Juli 2026, 21:00 WIB
13 Juli 2026, 09:00 WIB
Terkini
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia
24 Juli 2026, 23:00 WIB
SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan
24 Juli 2026, 22:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Mobil listrik MG S5 EV memiliki potensi overheating, ada ribuan unit yang mulai ditarik dari pasaran
24 Juli 2026, 09:00 WIB
Menutup pekan terakhir di Juli 2026, Sistem lalu lintas Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap diberlakukan
24 Juli 2026, 09:00 WIB
DFSK E5 Plus segera debut di GIIAS 2026, punya klaim daya jelajah komprehensif sampai 1.400 kilometer
24 Juli 2026, 07:00 WIB
Menurut Marc Marquez kuda besi skuad Ducati Corse untuk MotoGP 2027 masih harus dilakukan beberapa penyesuaian