Mobil Listrik Chery J6T CSH, SUV Boxy Beridentitas Adventure
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
Melihat strategi produsen mobil Cina yang memasang banderol unitnya di kisaran Rp 400 - Rp 500 jutaan
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Mobil Cina yang masuk ke Indonesia memiliki beberapa kesamaan. Salah satunya adalah harga jual mirip-mirip.
Rata-rata pabrikan asal Tiongkok memasarkan kendaraan di kisaran harga Rp 400 – Rp 500 jutaan. Baik kendaraan bermesin bensin hingga bertenaga Hybrid hingga listrik murni.
Lebih mengerucut lagi rerata harga jual tersebut di atas diterapkan pada jenis SUV (Sport Utility Vehicle). Menjadi menarik karena beberapa model yang ditawarkan mendapat respon positif di Tanah Air.
Adapun ketika dikonfirmasi, beberapa merek mobil Cina menyatakan dengan seragam bahwa mereka tidak ada alasan khusus dalam menentukan banderol kendaraan.
“Sebenarnya dalam hal penetapan harga, kami melihat dari teknologi ditawarkan untuk masyarakat. Fitur-fitur yang disematkan pada mobil sudah sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujar Yusuf Anshori, Brand Director PT Geely Auto Indonesia beberapa waktu lalu.
Senada sama Moch. Ranggy Radiansyah selaku Marketing Director Jetour Motor Indonesia di kesempatan terpisah. Bahkan ia mengatakan fitur pada mobil sudah melebihi dari harga melebihi kompetitor.
Sekadar informasi bahwa SUV asal Cina yang diniagakan dengan angka Rp 400 – Rp 500 jutaan meliputi Geely EX5, Jetour X70 Plus, Jetour Dashing, BAIC X55, Wuling Almaz, Neta X, MG ZS EV, BYD Atto 3, GWM Haval Jolion, Chery dan Jaecoo.
Lalu menurut pengamat bahwa produsen asal negeri Tirai Bambu bermain di area yang masih kosong. Adapun penawaran nan disuguhkan lebih menarik daripada produsen dari negara lain.
“Pasar mobil pada rentang (harga) Rp 400 – Rp 500 jutaan juga menjadi terbesar kedua. Menandakan terdapat ceruk pasar konsumen di kelas tersebut,” ungkap Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Artinya dominasi mobil paling laris di Indonesia masih di rentang harga Rp 200 – Rp 300 jutaan. Dan secara umum pembeli mobil di segmen ini adalah first car buyer.
Di kelas konsumen seperti tersebut di atas, Daihatsu menjadi salah satu pemain. Bahkan mereka menguasai market share nasional sebesar 17.5 persen (retail sales).
“Daihatsu tetap berkomitmen memenuhi kebutuhan pasar segmen LCGC, SUV medium sampai pikap. Yang harganya kurang lebih Rp 200 – 300 jutaan,” ucap Sri Agung Handayani, Marketing Director and Corporate Planning & Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) di Jakarta (20/05).
Dengan kata lain, konsumen yang membeli mobil di rentang Rp 400 – 500 jutaan merupakan second car buyer atau additional buyer.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
18 Agustus 2026, 14:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Terkini
27 Agustus 2026, 09:00 WIB
Baru-baru ini beredar isu kenaikan tarif parkir untuk mobil di Jakarta menjadi Rp 60 ribu yang menuai kontra
27 Agustus 2026, 07:00 WIB
Marini dan Aldeguer akhirnya menentukan masa depan mereka dan mengisi susunan sementara pembalap MotoGP 2027
27 Agustus 2026, 06:07 WIB
Di hari ini SIM keliling Bandung beroperasi sejak pagi dan mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang
27 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di lima lokasi dan pada jam yang terbatas, simak informasi lengkapnya
27 Agustus 2026, 06:00 WIB
Jadwal, titik-titik lokasi hingga jenis kendaraan yang boleh melintas Ganjil Genap Jakarta dirangkum di bawah
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
SUV EV kompak Changan Nevo Q05 membuktikan keandalannya sebagai mobil listrik urban, simak ulasan lengkapnya
26 Agustus 2026, 11:59 WIB
Ford akan memproduksi SUV crossover pakai platform GEA yang saat ini juga dipakai Geely EX5 dan Starray
26 Agustus 2026, 06:00 WIB
Setelah libur nasional, layanan SIM keliling Jakarta kembali tersedia di lima lokasi berbeda sekitar