Honda Super One Ogah Disebut Brio Listrik, Melantai di GIIAS 2026
13 Juli 2026, 21:00 WIB
Bila Honda produksi mobil listrik di Indonesia maka pilihan kendaraan elektrifikasi yang disubsidi bisa makin murah
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Keputusan Honda meluncurkan mobil hybrid tahun depan boleh dikatakan tepat. Pasalnya pemerintah melalui kementerian perindustrian mengaku sedang menggodok kebijakan subsidi untuk kendaraan elektrifikasi.
Dengan adanya subsidi untuk kendaraan hybrid maka bukan tidak mungkin kehadiran model baru mereka akan diterima masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor.
“Wacana ini telah mempertimbangkan insentif untuk berbagai teknologi listrik termasuk hybrid. Sehingga menurut kami dapat berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas buang,” ungkapnya pada TrenOto.
Ia pun tidak mempermasalahkan besar kecilnya subsidi yang diberikan pemerintah. Menurutnya semua kebijakan sudah dihitung sedemikian rupa agar bisa mendorong industri tanpa menggangu pemasukan negara.
“Mengenai besaran subsidi tentunya sudah dipertimbangkan secara maksimal oleh pemerintah ya,” tambahnya.
Sejak pertengahan tahun lalu, Honda sudah mengumumkan hendak meluncurkan kendaraan hybrid. Bahkan mereka telah menegaskan siap memproduksi secara lokal kendaraan elektrifikasi di tahun-tahun selajutnya.
“Kami sudah mempunyai road map untuk penerapan kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Tahun depan kami akan mulai mengenalkan kendaraan elektrifikasi khususnya hybrid,” tegasnya.
Jika Honda produksi mobil listrik di Indonesia maka jumlah model yang berhak atas subsidi akan menjadi lebih banyak. Hal ini tentunya menguntungkan bagi masyarakat karena pilihannya beragam dan bisa memilih sesuai kebutuhannya masing-masing.
Sementara itu Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian RI mengatakan bahwa kebijakan subsidi itu bisa memaksa pabrikan untuk memproduksi kendaran listrik di Tanah Air. Bila tidak maka kemungkinan pabrikan tersebut akan tertinggal kompetitornya.
"Dengan memberikan insentif ke pembelian mobil atau motor listrik kami dapat memaksa produsen kendaraan mempercepat realisasi investasi. Indonesia ingin mendorong penggunaan mobil atau motor elektrifikasi menjadi lebih cepat," tegas Agus
Sejauh ini baru beberapa pabrikan yang berhasil memenuhi syarat untuk mendapat subsidi dari pemerintah. Dengan hadirnya insentif maka bukan tidak mungkin tahun depan persaingan akan menjadi lebih ramai.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Juli 2026, 21:00 WIB
20 Mei 2025, 20:00 WIB
22 Maret 2025, 13:00 WIB
14 Februari 2025, 18:00 WIB
23 Oktober 2024, 08:00 WIB
Terkini
12 Agustus 2026, 21:12 WIB
Astra Financial menyatakan bahwa target selama GIIAS 2026 terlampaui melalui pembiayaan kendaraan ACC dan TAF
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
iGreen+ meresmikan SPKLU Ultra Fast Charging ke-17 untuk memudahkan para pengguna mobil listrik di Indonesia
12 Agustus 2026, 16:34 WIB
Kendaraan listrik Farizon SV menjadi armada baru perusahaan transportasi Daytrans untuk rute favorit
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Penjualan mobil di Indonesia mengalami pemulihan di periode Juli 2026, tercatat 77.412 unit secara retail
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
Sejauh ini, kebakaran EV yang terjadi di Indonesia bukan disebabkan oleh baterai dan masih dapat dipadamkan
12 Agustus 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 i-DM resmi diluncurkan dalam ajang GIIAS 2026, SUV satu ini dipasarkan dengan banderol Rp 699 juta
12 Agustus 2026, 06:16 WIB
Ada lima lokasi SIM keliling Jakarta yang dapat melayani prosedur perpanjangan Surat Izin Mengemudi A dan C
12 Agustus 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan fasilitas yang dihadirkan untuk memudahkan para pengendara di Kota Kembang