5 Unit Toyota Veloz Hybrid Sudah Terpesan di Lombok
03 Desember 2025, 13:25 WIB
Tahun depan ada wacana kenaikan opsen dan PPN, Mazda menilai penjualan mobil masih akan merangkak di 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pelemahan daya beli masih dirasakan oleh berbagai manufaktur otomotif Indonesia. Hal ini diprediksi berlanjut tahun depan khususnya jika wacana kenaikan opsen dan PPN diterapkan.
Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) sebelumnya telah menetapkan target penjualan 2025 di satu juta unit, tetapi melihat terlebih dulu kondisi pasar.
“Terus terang kami tadinya menargetkan satu juta unit. Tetapi dengan adanya dampak pajak itu saya masih belum lihat, saya coba lihat sampai nanti awal tahun,” kata Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo di ICE BSD, Tangerang belum lama ini.
Menjelang tutup tahun, Mazda sebagai salah satu merek otomotif juga menilai penjualan mobil di 2025 bakal tetap mengalami perlambatan.
“Kuartal pertama tahun depan (penjualan mobil) mungkin merangkak pelan, semoga saja tidak,” kata Ricky Thyo, Chief Operating Officer PT EMI (Eurokars Motor Indonesia) di Jakarta Selatan belum lama ini.
Lebih lanjut ia berharap agar opsen dan PPN tidak mengalami kenaikan. Karena akan berpengaruh pada harga jual mobil dan berpeluang memperlambat penjualan kendaraan di 2025.
Ia sendiri menegaskan pihaknya belum menetapkan target pasti penjualan Mazda Indonesia di 2025, karena masih menganalisis keadaan pasar otomotif saat ini.
“Saya juga masih agak gelap (proyeksi tahun depan). Saya tidak ingin mendahului bapak-bapak dari Gaikindo (soal target),” tegas dia.
Namun dia meyakini rangkaian kebijakan baru yang berupa kenaikan pajak itu dapat berdampak signifikan terhadap angka penjualan mobil baru.
Sebagai informasi saat ini Mazda Indonesia banyak menawarkan produk-produk SUV (Sport Utility Vehicle) ke konsumen tanah air, karena tengah menjadi tren dan cukup diminati.
Bicara soal elektrifikasi, ada satu model yang telah dibekali teknologi mild hybrid atau MHEV (M Hybrid Boost System) yakni CX-60 dijual seharga Rp 1,18 miliar OTR (On The Road) Jakarta.
Sementara BEV (Battery Electric Vehicle) ada Mazda MX-30, hanya saja memiliki strategi pasar berbeda dari kebanyakan mobil listrik di RI. Karena mengincar konsumen terbatas yang cenderung penghobi atau penggemar Mazda.
Di masa mendatang Mazda memastikan bakal ada kendaraan ramah lingkungan lain, bukan BEV tetapi Full Hybrid.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Desember 2025, 13:25 WIB
03 Desember 2025, 12:00 WIB
03 Desember 2025, 10:00 WIB
03 Desember 2025, 09:00 WIB
02 Desember 2025, 21:32 WIB
Terkini
03 Desember 2025, 19:37 WIB
Rofbell Ardante Sahroni siap melanjutkan balap Drift tahun depan di kelas Pro dengan persaingan sengit
03 Desember 2025, 17:25 WIB
BMW mengungkapkan alasan di balik terganggunya penjualan mobil mewah mereka di Indonesia jelang tutup tahun
03 Desember 2025, 14:00 WIB
Rano Karno berharap para petugas pemadam kebakaran di DKI Jakarta memiliki SOP untuk menghadapi kebakaran EV
03 Desember 2025, 13:25 WIB
Sejak pertama diluncurkan, Toyota Veloz Hybrid sudah menjangkau banyak wilayah di Indonesia termasuk NTB
03 Desember 2025, 12:00 WIB
Changan disinyalir mengembangkan mobil elektrifikasi 7-seater untuk pasar Indonesia, ini model yang potensial
03 Desember 2025, 11:19 WIB
All new Honda Vario 125 tetap menggunakan rangka tubular untuk menyangga mesin 125 cc yang disematkan
03 Desember 2025, 10:00 WIB
Menjelang akhir tahun harga mobil hybrid cenderung stabil, hanya Toyota yang melakukan penyesuaian banderol
03 Desember 2025, 09:00 WIB
Gaikindo baru saja resmi merevisi target penjualan mobil baru di 2025, menjadi hanya berkisar 780 ribu unit