Ekonom Sebut Insentif Masih Dibutuhkan buat Pertahankan Penjualan
11 Februari 2026, 19:00 WIB
Kabar kehadirannya mulai terdengar, PT EMI ungkap ketertarikannya memboyong Mazda EZ-6 ke pasar Indonesia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Persaingan mobil listrik di pasar global semakin sengit dari waktu ke waktu. Apalagi dengan kehadiran banyak produk asal Tiongkok.
Produsen Jepang perlu memperkenalkan lebih banyak model inovatif dengan banderol menarik jika ingin menghadapi menjamurnya merek Cina, khususnya produk elektrifikasi.
Mazda sebagai salah satu pabrikan Jepang saat ini baru memiliki satu EV (Electric Vehicle) di RI, yakni MX-30.
Hanya saja model itu nampaknya mengincar segmen konsumen terbatas. Desainnya tidak konvensional, daya jelajah di kisaran 200 km dan dijual Rp 800 jutaan.
PT EMI (Eurokars Motor Indonesia) tidak menampik bakal ada model baru khususnya BEV (Battery Electric Vehicle), sebagai salah satu bentuk dukungan pada komitmen elektrifikasi pemerintah.
“Rencana ke arah sana sudah ada,” kata Ricky Thio, Chief Operating Officer PT EMI kepada KatadataOTO, Rabu (28/05).
Dia menegaskan PT EMI menyambut baik pengembangan produk yang dilakukan oleh pihak Mazda.
Ia menegaskan Mazda EZ-6 adalah bagian dari langkah strategis elektrifikasi Mazda di pasar global.
“Saat ini kami masih menunggu arahan strategis dari Mazda Motor Corporation perihal rencana pemasaran (EZ-6) di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia,” tegas Ricky.
Sekadar informasi, Mazda EZ-6 atau 6e disebut sebagai penerus Mazda 6 yang masih menggunakan mesin konvensional alias ICE (Internal Combustion Engine).
Apabila dibandingkan dengan mobil listrik Mazda MX-30, EZ-6 dibekali jarak tempuh lebih mumpuni yaitu 600 km dalam satu kali pengisian daya.
Meskipun pasar sedan di Indonesia terbilang kecil, di segmen EV peminatnya bertumbuh. Hal ini terlihat dari respons positif konsumen terhadap BYD Seal yang debut tahun lalu.
Hanya saja Mazda perlu memperhatikan faktor harga apabila berniat melawan pabrikan otomotif Cina. Sebab BYD Seal dilego Rp 600 jutaan sampai Rp 700 jutaan dan bakal dirakit lokal.
Rival sedan EV lain seperti Hyundai Ioniq 6 masih di angka Rp 1 miliar ke atas dan berstatus CBU (Completely Built Up). PT HMID (Hyundai Motors Indonesia) belum ada rencana merakit model tersebut di fasilitas mereka.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Februari 2026, 19:00 WIB
11 Februari 2026, 13:00 WIB
11 Februari 2026, 12:00 WIB
11 Februari 2026, 10:00 WIB
10 Februari 2026, 13:00 WIB
Terkini
12 Februari 2026, 10:00 WIB
GWM Tank 500 Diesel segera dikirim ke rumah konsumen, agar bisa diandalkan untuk kebutuhan mobilitas
12 Februari 2026, 09:00 WIB
Suzuki kembali menggelar program promo spareparts pada di IIMS 2026, sehingga memudahkan para konsumen
12 Februari 2026, 08:00 WIB
Demi menggoda konsumen di Tanah Air, motor matic Honda PCX 160 diberikan penyegaraan dari sisi tampilan
12 Februari 2026, 07:00 WIB
Mobil hybrid perdana Mitsubishi di Indonesia akan langsung dirakit lokal, diyakini LMPV Xpander Hybrid
12 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan dengan diawasi langsung oleh kepolisian di sejumlah titik rawan
12 Februari 2026, 06:00 WIB
Pemohon perlu menyiapkan dokumen SIM A atau C asli dan salinannya untuk perpanjangan di SIM keliling Jakarta
12 Februari 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung menjadi salah satu opsi bagi masyaraka yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
11 Februari 2026, 21:00 WIB
Harga BYD Atto 1 disebut masih akan bertahan mulai dari Rp 199 jutaan meskipun statusnya diimpor utuh