BYD Berniat Punya Pabrik Baterai di Subang Demi Tingkatkan TKDN
06 September 2026, 01:22 WIB
Kabar kehadirannya mulai terdengar, PT EMI ungkap ketertarikannya memboyong Mazda EZ-6 ke pasar Indonesia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Persaingan mobil listrik di pasar global semakin sengit dari waktu ke waktu. Apalagi dengan kehadiran banyak produk asal Tiongkok.
Produsen Jepang perlu memperkenalkan lebih banyak model inovatif dengan banderol menarik jika ingin menghadapi menjamurnya merek Cina, khususnya produk elektrifikasi.
Mazda sebagai salah satu pabrikan Jepang saat ini baru memiliki satu EV (Electric Vehicle) di RI, yakni MX-30.
Hanya saja model itu nampaknya mengincar segmen konsumen terbatas. Desainnya tidak konvensional, daya jelajah di kisaran 200 km dan dijual Rp 800 jutaan.
PT EMI (Eurokars Motor Indonesia) tidak menampik bakal ada model baru khususnya BEV (Battery Electric Vehicle), sebagai salah satu bentuk dukungan pada komitmen elektrifikasi pemerintah.
“Rencana ke arah sana sudah ada,” kata Ricky Thio, Chief Operating Officer PT EMI kepada KatadataOTO, Rabu (28/05).
Dia menegaskan PT EMI menyambut baik pengembangan produk yang dilakukan oleh pihak Mazda.
Ia menegaskan Mazda EZ-6 adalah bagian dari langkah strategis elektrifikasi Mazda di pasar global.
“Saat ini kami masih menunggu arahan strategis dari Mazda Motor Corporation perihal rencana pemasaran (EZ-6) di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia,” tegas Ricky.
Sekadar informasi, Mazda EZ-6 atau 6e disebut sebagai penerus Mazda 6 yang masih menggunakan mesin konvensional alias ICE (Internal Combustion Engine).
Apabila dibandingkan dengan mobil listrik Mazda MX-30, EZ-6 dibekali jarak tempuh lebih mumpuni yaitu 600 km dalam satu kali pengisian daya.
Meskipun pasar sedan di Indonesia terbilang kecil, di segmen EV peminatnya bertumbuh. Hal ini terlihat dari respons positif konsumen terhadap BYD Seal yang debut tahun lalu.
Hanya saja Mazda perlu memperhatikan faktor harga apabila berniat melawan pabrikan otomotif Cina. Sebab BYD Seal dilego Rp 600 jutaan sampai Rp 700 jutaan dan bakal dirakit lokal.
Rival sedan EV lain seperti Hyundai Ioniq 6 masih di angka Rp 1 miliar ke atas dan berstatus CBU (Completely Built Up). PT HMID (Hyundai Motors Indonesia) belum ada rencana merakit model tersebut di fasilitas mereka.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
07 September 2026, 06:00 WIB
Hari ini kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk membantu masyarakat di wilayah Kota Kembang
07 September 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa melakukan perjalanan di jalan Ibu Kota dengan nyaman, simak puluhan titik ganjil genap Jakarta
06 September 2026, 12:15 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi tempat mengekspresikan bakat, wadah berkumpul masyarakat dan komunitas
06 September 2026, 01:22 WIB
BYD terus memperkuat komitmen mereka untuk memajukan industri otomotif di Indonesia usai mendirikan pabrik
05 September 2026, 19:21 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi wadah silaturahmi dan unjuk kreativitas masyarakat dan anak-anak muda
05 September 2026, 17:00 WIB
Harga Mitsubishi Pajero terbaru terungkap, jadi gambaran banderol untuk pasar Indonesia di masa mendatang
05 September 2026, 15:00 WIB
Lexus NX, salah satu model terlaris Lexus di pasar global kini telah mendapatkan sejumlah permbaruan
05 September 2026, 14:16 WIB
Ajang Daihatsu Kumpul Sahabat Batam berlangsung sampai 6 September, banyak anak muda terlibat meramaikan