Pengiriman Jaecoo J5 EV Tembus 20.000 Unit, Terlaris di Mei 2026
29 Juni 2026, 07:00 WIB
Kabar kehadirannya mulai terdengar, PT EMI ungkap ketertarikannya memboyong Mazda EZ-6 ke pasar Indonesia
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Persaingan mobil listrik di pasar global semakin sengit dari waktu ke waktu. Apalagi dengan kehadiran banyak produk asal Tiongkok.
Produsen Jepang perlu memperkenalkan lebih banyak model inovatif dengan banderol menarik jika ingin menghadapi menjamurnya merek Cina, khususnya produk elektrifikasi.
Mazda sebagai salah satu pabrikan Jepang saat ini baru memiliki satu EV (Electric Vehicle) di RI, yakni MX-30.
Hanya saja model itu nampaknya mengincar segmen konsumen terbatas. Desainnya tidak konvensional, daya jelajah di kisaran 200 km dan dijual Rp 800 jutaan.
PT EMI (Eurokars Motor Indonesia) tidak menampik bakal ada model baru khususnya BEV (Battery Electric Vehicle), sebagai salah satu bentuk dukungan pada komitmen elektrifikasi pemerintah.
“Rencana ke arah sana sudah ada,” kata Ricky Thio, Chief Operating Officer PT EMI kepada KatadataOTO, Rabu (28/05).
Dia menegaskan PT EMI menyambut baik pengembangan produk yang dilakukan oleh pihak Mazda.
Ia menegaskan Mazda EZ-6 adalah bagian dari langkah strategis elektrifikasi Mazda di pasar global.
“Saat ini kami masih menunggu arahan strategis dari Mazda Motor Corporation perihal rencana pemasaran (EZ-6) di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia,” tegas Ricky.
Sekadar informasi, Mazda EZ-6 atau 6e disebut sebagai penerus Mazda 6 yang masih menggunakan mesin konvensional alias ICE (Internal Combustion Engine).
Apabila dibandingkan dengan mobil listrik Mazda MX-30, EZ-6 dibekali jarak tempuh lebih mumpuni yaitu 600 km dalam satu kali pengisian daya.
Meskipun pasar sedan di Indonesia terbilang kecil, di segmen EV peminatnya bertumbuh. Hal ini terlihat dari respons positif konsumen terhadap BYD Seal yang debut tahun lalu.
Hanya saja Mazda perlu memperhatikan faktor harga apabila berniat melawan pabrikan otomotif Cina. Sebab BYD Seal dilego Rp 600 jutaan sampai Rp 700 jutaan dan bakal dirakit lokal.
Rival sedan EV lain seperti Hyundai Ioniq 6 masih di angka Rp 1 miliar ke atas dan berstatus CBU (Completely Built Up). PT HMID (Hyundai Motors Indonesia) belum ada rencana merakit model tersebut di fasilitas mereka.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
19 Juni 2026, 19:00 WIB
Terkini
29 Juni 2026, 07:00 WIB
Penjualan Jaecoo J5 EV terus bergulir hingga sekarang sehingga menjadi sejarah bagi brand asal Cina tersebut
29 Juni 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu opsi buat Anda yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini
29 Juni 2026, 06:04 WIB
Layanan SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di awal pekan ini, simak informasi lokasi dan syaratanya
29 Juni 2026, 06:00 WIB
Selain pantauan petugas di lapangan, aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap berlaku dan didukung ETLE
28 Juni 2026, 21:00 WIB
Xpeng X9 Facelift dan varian baru G6 AWD kini resmi dipasarkan ke konsumen, ada pembaruan eksterior dan fitur
28 Juni 2026, 20:09 WIB
Dalam balapan yang penuh drama, Ai Ogura memantapkan dirinya menjadi pemenang dalam MotoGP Belanda 2026
28 Juni 2026, 11:00 WIB
Honda Beat hadir untuk memenuhi kebutuhan anak muda yang enerjik dan aktif serta dinamis dalam kesehariannya
28 Juni 2026, 09:00 WIB
Kondisi ekonomi dan fluktuasi kurs saat ini belum memberikan dampak negatif pada penjualan BMW di Indonesia