Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Konversi kendaraan listrik masih langka, Range Rover ini diubah jadi mobil listrik pakai baterai Tesla
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Konversi kendaraan listrik khususnya mobil masih jadi hal langka di tengah tren elektrifikasi. Namun beberapa orang sudah mulai melakukan hal itu meski dengan biaya mahal.
Terbaru adalah perusahaan konversi kendaraan listrik klasik, Inverted mengubah Range Rover dua pintu lawas lansiran 1990 menjadi mobil listrik.
Restorasi Range Rover tersebut membuat mobil jadi semakin modern dan dibekali teknologi mumpuni tanpa mengubah desain eksterior.
Karena tidak mengubah struktur kendaraan, pemilik bisa mengembalikan Range Rover itu kembali jadi berkonfigurasi mesin bensin atau ICE (Internal Combustion Engine).
Masuk ke kabin, interiornya sudah diubah menggunakan jok leather baru, kemudian ditambah Heated Front Seats. Lalu sektor hiburan dilengkapi Apple CarPlay dan Android Auto.
Tambahan lain adalah infotainment display atau headunit serta sistem audio terbaru, AC dan Heating System sampai Cruise Control.
Range Rover dua pintu itu telah dibekali baterai dan motor elektrik kustom dari Tesla. Membuat mobil itu dapat menghasilkan tenaga maksimum 450 hp, torsi puncak 600 Nm dan akselerasi 0-100 km/jam dalam waktu kurang dari lima detik.
Di samping ubahan dapur pacu mereka juga memberikan sentuhan menyeluruh pada interior dan performa agar semakin mumpuni untuk kebutuhan offroad.
Tidak disebutkan kapasitas baterai namun Inverted mengklaim hasil restorasinya bisa menjelajah sampai 320 km. Mobil dilengkapi charging port 75 kW, bisa diisi daya dari 20 persen ke 80 persen dalam waktu 38 menit.
Namun konversi tersebut membutuhkan dana tidak sedikit yakni 312.000 USD. Dalam kurs rupiah ini setara Rp 4,9 miliar.
Meski lebih familiar buat kendaraan roda dua, Andre Mulyadi, Founder NMAA (National Modifivator & Aftermarket Association) mengatakan konversi mobil listrik sudah mulai dilakukan beberapa orang di Tanah Air.
“Ada banyak. Kita salah satunya juga di LiveMods juga ada mobilnya Atta Halilintar yang konversi,” ucap Andre beberapa waktu lalu.
Biaya memang masih terbilang mahal karena bukan menggunakan komponen produksi lokal. Bahkan dengan motor elektrik kecil pun butuh dana sekitar Rp 100 jutaan.
“Kita butuh baterai yang lebih murah kalau misal ada (produksi) lokal kan lebih bagus,” pungkas dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Terkini
07 September 2026, 21:43 WIB
Chery Q menjadi mobil listrik pendatang baru yang menawarkan berbagai fitur kekinian kepada para konsumen
07 September 2026, 12:34 WIB
Gelaran Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi wadah untuk anak bersama keluarga menikmati akhir pekan
07 September 2026, 10:16 WIB
Robot AiMOGA Mornine kembali mendapatkan sertifikasi dari benua Uni Eropa di aspek hardware dan software
07 September 2026, 06:00 WIB
Hari ini kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk membantu masyarakat di wilayah Kota Kembang
07 September 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa melakukan perjalanan di jalan Ibu Kota dengan nyaman, simak puluhan titik ganjil genap Jakarta
06 September 2026, 12:15 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi tempat mengekspresikan bakat, wadah berkumpul masyarakat dan komunitas
06 September 2026, 01:22 WIB
BYD terus memperkuat komitmen mereka untuk memajukan industri otomotif di Indonesia usai mendirikan pabrik
05 September 2026, 19:21 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi wadah silaturahmi dan unjuk kreativitas masyarakat dan anak-anak muda