City Hatchback Tak Lagi Disuplai ke Diler, Honda Buka Suara
12 Januari 2026, 17:00 WIB
Penipuan yang melibatkan oknum sales menimpa seorang calon konsumen, melihat hal ini Honda Prospect Motor memberikan komentarnya
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Seorang calon konsumen menjadi korban penipuan seorang oknum sales Honda MT Haryono. Rugi puluhan juta, kejadian serupa juga pernah terjadi di diler Honda lainnya.
Melihat maraknya kasus penipuan oleh oknum sales, PT Honda Prospect Motor (HPM) mengaku akan melakukan pembicaraan dengan diler terkait untuk mencari tahu kejadian tersebut.
"Kami pasti selalu berusaha agar setiap konsumen selalu mendapatkan layanan terbaik dari dealer.Jika terjadi kasus seperti ini, tentu kami akan melakukan komunikasi dengan dealer untuk menyelesaikan masalahnya," kata Yusak Billy selaku Business Innovation and Marketing & Sales Director PT HPM kepada TrenOto.
Selain itu, Yusak menegaskan, calon kosumen agar selalu berhati-hati dan melakukan pembayaran secara resmi melalui diler. Enggan berkomentar lebih banyak, pabrikan mobil asal Jepang ini mengimbau konsumen untuk melaporkan kejadian terkait melalu call center resmi.
"Setiap diler mempunyai call center untuk melayani konsumen. Selain itu, konsumen juga dapat menghubungi Honda Customer Care," tutupnya.
Sebelumnya, seorang calon pembeli bernama YS menjadi korban oknum sales dan rugi Rp47 juta. Dalam wawancara korban kepada TrenOto, calon konsumen dengan inisial YS tersebut mengatakan dirinya ingin membeli Honda Brio RS pada awal Februari 2022.
Sebagai tanda pembelian, sales meminta YS untuk melakukan pembayaran booking fee sebesar Rp10 juta. Namun, transaksi yang berlangsung pada hari Minggu tak bisa dilakukan karena kasir resmi diler tutup.
Melihat hal ini, sales akhirnya menawarkan pembayaran dengan transfer ke rekening Dedi selaku supervisor. Korban setuju dengan iming-iming uang akan disetor saat kasir telah buka.
"Saya percaya dengan cara itu karena semua ini terjadi di dalam diler resmi Honda MT Haryono dengan karyawan sales Ruhan dan Dedi yang ada di TKP. Saya transfer ke rekening Dedi. Setelah transfer Rp10 juta, Ruhan meminta KTP dan NPWP saya untuk didata dan dia mengisi SPK di depan saya," tegasnya.
Tak hanya sekali, YS juga melakukan pengiriman uang sebesar Rp30 juta ke rekening berbeda. Dalam kesempatan tersebut, sales menyebut bila pembayaran ini dilakukan untuk mendatangkan sparepart yang telah dipesan.
"Kemudian Ruhan mengatakan melalui WA untuk melakukan transfer Rp30 juta ke rekening Dede Yusup sebagai Sparepart Manager. Ia mengatakan uang ini untuk lobi bagian sparepart agar segera datang karena saya minta Kamis unit dikirim dan sebagian disetor ke Samsat untuk urusan request nopol genap," jelasnya.
Setelah melakukan transfer YS masih mendapatkan kwitansi dari pihak terkait, sehingga tak ada kecurigaan dirinya telah menjadi korban penipuan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Januari 2026, 17:00 WIB
12 Januari 2026, 13:00 WIB
12 Januari 2026, 07:00 WIB
11 Januari 2026, 17:00 WIB
10 Januari 2026, 15:00 WIB
Terkini
14 Januari 2026, 08:00 WIB
Prima Pramac Yamaha baru saja meluncurkan motor balap Toprak Razgatlioglu dan Jack Miller untuk MotoGP 2026
14 Januari 2026, 07:00 WIB
Agar terhindar dari konfilik, ada berbagai cara untuk menegur pengendara yang melawan arah dan merokok
14 Januari 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan masyarakat maupun pengendara, kepolisian menghadirkan fasilitas SIM keliling Bandung hari ini
14 Januari 2026, 06:00 WIB
Biaya perpanjang di SIM keliling Jakarta bervariasi tergantung dari jenis SIM, berikut informasi lengkapnya
14 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 14 Januari 2026 kembali diterapkan dengan saksi denda hingga ratusan ribu rupiah
13 Januari 2026, 19:42 WIB
Karena diyakini masih akan berstatus impor utuh tanpa insentif, harga BYD Atto 1 diprediksi melonjak di 2026
13 Januari 2026, 17:00 WIB
Mobil EREV iCar V27 diproduksi di negara asalnya yakni Cina sebelum kemudian ditawarkan ke pasar global
13 Januari 2026, 16:00 WIB
Pemutihan pajak kendaraan kembali digelar untuk memudahkan dan meringankan beban pemilik motor dan mobil