BYD Punya 6 Opsi Nama Baru Denza untuk Pasar Indonesia
19 April 2026, 13:00 WIB
BYD menyiapkan berbagai fasilitas maupun kegiatan menarik untuk memanjakan para pengunjung di GIIAS 2025
Oleh Satrio Adhy
Merupakan struktur sasis canggih yang mendukung performa dan efisiensi mobil listrik.
Kemudian mereka juga menampilkan komponen-komponen otomotif asli. Memungkinkan pengunjung memahami teknologi di balik kap EV BYD
Terakhir BYD menboyong seluruh produk elektrifikasi ke GIIAS 2025 di ICE BSD, Tangerang.
Mulai dari BYD Atto 1, Atto 3, Dolphin, Seal, Sealion 7 sampai M6. Sehingga mampu menjawab kebutuhan para konsumen.
Tak ketinggalan memamerkan mobil listrik BYD Yangwang U9 yang sangat mencuri perhatian masyarakat.
Terakhir untuk Anda yang mau memboyong salah satu produk di atas, tersedia area dealing. Mampu menampung banyak konsumen guna melakukan transaksi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 April 2026, 13:00 WIB
17 April 2026, 09:00 WIB
17 April 2026, 07:42 WIB
16 April 2026, 16:15 WIB
16 April 2026, 07:56 WIB
Terkini
19 April 2026, 13:00 WIB
BYD kalah gugatan dari PT Worcas Nusantara Abadi, berpotensi ganti nama Denza khusus pasar Indonesia
19 April 2026, 11:05 WIB
Pertamina dan BP AKR menaikan harga BBM mereka pada Sabtu (18/04) hingga menyentuh Rp 25 ribu per liter
18 April 2026, 18:17 WIB
ACC Carnival kini berkunjung ke kota Samarinda, Kalimatan Timur untuk memberikan kemudahan konsumen di sana
18 April 2026, 12:00 WIB
Harga Wuling Eksion digadang-gadang akan lebih murah dari versi MPV yakni Darion, dan sama-sama ada EV dan PHEV
18 April 2026, 10:07 WIB
Toyota Calya mampu menjadi mobil LCGC terlaris pada bulan lalu setelah terdistribusi sebanyak 2.067 unit
18 April 2026, 08:42 WIB
Pameran BMW Festival of Joy dibuka untuk umum 17-19 April 2026 dan bisa dikunjungi tanpa dikenakan biaya
17 April 2026, 14:33 WIB
Ajang reli ini untuk pertama kalinya dihelat di Jakarta, sirkuit Ancol bakal disulap jadi trek Rallycross
17 April 2026, 09:00 WIB
Bos Ford menilai kehadiran mobil Cina di pasar otomotif Amerika Serikat bisa mengganggu bisnis mereka