Kendala Tuksedo Studio Jual Mobil ke Konsumen Luar Negeri

Jumlah peminatnya lebih banyak namun Tuksedo Studio masih terkendala jual mobil ke konsumen di luar negeri

Kendala Tuksedo Studio Jual Mobil ke Konsumen Luar Negeri

KatadataOTO – Manufaktur mobil klasik replika yang berbasis di Bali, Tuskedo Studio sudah menarik perhatian banyak konsumen termasuk penggemar otomotif di luar negeri.

Sayangnya masih ada sejumlah kendala dihadapi. Mulai dari regulasi sampai waktu pembuatan mobil yang tidak sebentar karena bisa mencapai 12 bulan untuk satu unit.

Pihak Tuksedo Studio mengungkapkan kalau di Indonesia sudah ada regulasi mengatur sehingga mobil dapat dipakai oleh konsumen. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 45 Tahun 2023 Tentang Kustomisasi Kendaraan Bermotor.

Sementara buat memasarkan di negara lain belum tentu ada kebijakan pendukung serupa. Sehingga berpeluang jadi merepotkan bagi berbagai pihak.

Tuksedo Studio
Photo : KatadataOTO

“Untuk pasar internasional kalau bisa dibilang sekarang jika dibuka antreannya mungkin ada 40 sampai 50 mobil,” ungkap Laksamana Gusti Handoko, Co-Founder Tuksedo Studio menjawab pertanyaan KatadataOTO di Jakarta Selatan, Senin (12/8).

Dia menjelaskan salah satu masalah utama dihadapi adalah aturan terkait modifikasi dan kustomisasi di negara-negara calon konsumen Tuksedo Studio.

Ada opsi lain bisa diterapkan seperti mengimpor material mobil dari luar negeri buat kemudian dirakit di Indonesia. Namun kemungkinan ini terhalang oleh kebijakan lain.

“Di Indonesia sendiri sejauh ini melarang impor kendaraan seken. Jadi sekarang (diharapkan) aturan kustomisasi itu bisa kita ekstrapolasi,” tegas Gusti.

Meski begitu sekarang pihak pemerintah tengah mencoba mendukung Tuksedo Studio salah satunya melalui Co-Branding yang diinisiasikan oleh Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Co-Branding dengan Wonderful Indonesia karena Tuskedo Studio itu hampir setiap hari menjadi destinasi wisata,” kata dia. 

Tuksedo Studio gelar pameran perdana
Photo : KatadataOTO

Sebagai informasi Tuksedo Studio hadir di PIM 2 (Pondok Indah Mall) memboyong sembilan unit kendaraan, salah satunya Porsche 550 Spyder, bisa dibeli dengan harga sekitar Rp 3 miliar.

Kemudian bisa dilihat juga Mercedes-Benz 300 SL Gullwing milik Bambang Soesatyo, Ketua IMI (Ikatan Motor Indonesia) sekaligus Ketua MPR RI ataupun Porsche 365 Speedster yang dibeli oleh Raffi Ahmad dari Tuksedo Studio.

Pameran bertajuk Legendary Automobile Showcase itu berlangsung di lobby PIM 2, terbuka untuk umum mulai 12-18 Agustus 2024.


Terkini

mobil
Rapor Impor VinFast di Indonesia: Bakal CKD 17 Ribu Mobil di 2026

Catatan Sepak Terjang VinFast di Indonesia Sepanjang 2025

VinFast berhasil membuktikan komitmen jangka panjangnya mengembangkan ekosistem mobil listrik di Indonesia

otosport
Veda Ega Pratama

Veda Ega Pratama Langsung Pasang Target Tinggi di Moto3 2026

Veda Ega Pratama akan memperkuat Honda Team Asia ketika melakoni musim perdananya dalam ajang Moto3 2026

news
Shell

BBM Shell Kembali Langka, Ini Daftar SPBU yang Masih Punya Stok

Menurut pantauan KatadataOTO, kelangkaan BBM Shell sudah terjadi sejak Selasa (23/12) sore di beberapa lokasi

mobil
Ford

HIM Buka Suara Terkait Rencana Ford Produksi di Pabrik Handal

Ford berniat memanfaatkan fasilitas milik Handal, sebelum membuat pabrik sendiri di Indonesia pada 2028

mobil
BYD

BYD Picu Persaingan Baru di Segmen Kei Car Jepang

BYD Racco hadir di sela Japan Mobility Show 2025, ganggu pasar kei car yang didominasi mobil bermesin bensin

mobil
Audi

Pengamat Ungkap Alasan Audi Masih Kalah dari BMW dan Mercy di RI

Audi hanya menjual 14 unit mobil mewah di periode Januari-November 2025, BMW justru tembus 2.000 unit

mobil
Mobil Cina

Dua Merek Mobil Cina Batal Jualan di Indonesia Tahun Ini

Ketatnya persaingan membuat dua merek mobil Cina, Zeekr dan Smart tak lagi terdengar kabarnya di dalam negeri

mobil
BYD

Ekspor BYD Diproyeksikan Tembus 1 Juta Unit di Akhir 2025

BYD jadi manufaktur otomotif dengan jumlah ekspor terbanyak ke dua di Tiongkok, berada tepat setelah Chery