Kebiasaan Buruk yang Merusak Baterai Mobil Listrik

Baterai mobil listrik memerlukan perawatan khusus baik dalam hal pemakaian maupun saat pengisian ulang

Kebiasaan Buruk yang Merusak Baterai Mobil Listrik
Denny Basudewa

KatadataOTO – Menggunakan mobil listrik di Indonesia saat ini sudah mulai menjadi tren baru di kota-kota besar. Memakai kendaraan ramah lingkungan bisa menghemat pengeluaran sehari-hari.

Walhasil mobil setrum lebih efisien nan menyenangkan untuk bermobilitas. Terlebih di Tanah Air telah hadir unit EV (Electric Vehicle) berbanderol terjangkau.

Meskipun mengusung berbagai keunggulan namun tetap ada risiko jika tidak dilakukan perawatan. Adapula kebiasaan buruk pemilik yang bisa bagian paling vital yaitu baterai mobil listrik.

Sekadar mengingatkan bahwa penyimpan daya tersebut bernilai tinggi. Bahkan diketahui harga komponen itu mencapai hampir setengah banderol mobil.

baterai mobil listrik
Photo : istimewa

Mengenal lebih jauh perilaku yang merusak atau mengurangi masa pakai baterai diperlukan pengetahuan mendalam. Perlakuan konsumen ketika mengecas merupakan fokus utama.

“Kendaraan kita ini basicnya dari aplikasi dan membutuhkan sinyal untuk charge in menggunakan PLN Mobile. Seringnya para pelanggan tidak tahu sudah masuk atau belum (arusnya),” kata Januar Eka Sapta, Senior Manager After Sales Neta Auto Indonesia di sela-sela acara Media Test Drive (11/12).

Lebih lanjut ia mengatakan sebelum melakukan pengisian ulang, pemilik harus memastikan beberapa hal. Harus dipastikan paket data internet, sinyal hingga pulsa tersedia.

“Saat proses charging di SPKLU saya temukan beberapa kali kasus gagal karena sinyal EDGE bahkan E dan naik turun. Sehingga harus ganti hp dan kartu provider baru aman,” tutur dia.

Karena gangguan yang disebutkan di atas, saat melakukan pengisian ulang baterai diharapkan memastikan baterai sudah mulai terisi. Setelah dipastikan lancer barulah bisa ditinggal untuk melakukan aktivitas lain.

Cara Aman Cuci Mobil Listrik Neta Vv
Photo : KatadataOTO

Januar menegaskan jika terlalu sering gagal dalam mengisi ulang di SPKLU bisa merusak komponen kendaraan. Lalu ketika mengalami kejadian tersebut langkahnya adalah memutus aliran listrik dari mesin.

“Kalau gagal efeknya ke electronic charging lock bukan baterainya. Karena ada magnet jadi mengunci dan kabel tidak bisa dicabut,” ungkap Januar.

Dirinya juga mengatakan bahwa kejadian gagal dalam pengisian juga terjadi pada EV merek lain. Sehingga pemahaman akan persoalan di atas harus jelas agar tidak merugikan.


Terkini

komunitas
Motul

Motul Dukung Mozia MotoFest 2026 dan Rangkul Komunitas

Motul kembali terlibat dalam acara yang melibatkan banyak anggota komunitas kendaraan roda dua di Tanah Air

news
Farizon V8E

Farizon Siap Terima Orderan Untuk MBG, Andalkan Van Listrik V8E

Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah

mobil
Smart #2

Smart #2 Siap Debut, Rival Air ev Racikan Geely dan Mercedes-Benz

Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern

motor
Presiden Prabowo Subianto

Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged

Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia

mobil
Wuling Aira ev

10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer

Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi

mobil
Suzuki XL7

Puluhan Suzuki XL7 Facelift Temui Konsumen Pertamanya

Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen

mobil
Mobil listrik nasional

Prabowo Pastikan Mobil Listrik Nasional Mengaspal pada 2028

Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif

otosport
Fabio Quartararo

Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025

Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia