Jaecoo Komitmen Percepat Pengiriman J5 EV ke Konsumen
30 September 2026, 15:34 WIB
Baterai mobil listrik memerlukan perawatan khusus baik dalam hal pemakaian maupun saat pengisian ulang
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Menggunakan mobil listrik di Indonesia saat ini sudah mulai menjadi tren baru di kota-kota besar. Memakai kendaraan ramah lingkungan bisa menghemat pengeluaran sehari-hari.
Walhasil mobil setrum lebih efisien nan menyenangkan untuk bermobilitas. Terlebih di Tanah Air telah hadir unit EV (Electric Vehicle) berbanderol terjangkau.
Meskipun mengusung berbagai keunggulan namun tetap ada risiko jika tidak dilakukan perawatan. Adapula kebiasaan buruk pemilik yang bisa bagian paling vital yaitu baterai mobil listrik.
Sekadar mengingatkan bahwa penyimpan daya tersebut bernilai tinggi. Bahkan diketahui harga komponen itu mencapai hampir setengah banderol mobil.
Mengenal lebih jauh perilaku yang merusak atau mengurangi masa pakai baterai diperlukan pengetahuan mendalam. Perlakuan konsumen ketika mengecas merupakan fokus utama.
“Kendaraan kita ini basicnya dari aplikasi dan membutuhkan sinyal untuk charge in menggunakan PLN Mobile. Seringnya para pelanggan tidak tahu sudah masuk atau belum (arusnya),” kata Januar Eka Sapta, Senior Manager After Sales Neta Auto Indonesia di sela-sela acara Media Test Drive (11/12).
Lebih lanjut ia mengatakan sebelum melakukan pengisian ulang, pemilik harus memastikan beberapa hal. Harus dipastikan paket data internet, sinyal hingga pulsa tersedia.
“Saat proses charging di SPKLU saya temukan beberapa kali kasus gagal karena sinyal EDGE bahkan E dan naik turun. Sehingga harus ganti hp dan kartu provider baru aman,” tutur dia.
Karena gangguan yang disebutkan di atas, saat melakukan pengisian ulang baterai diharapkan memastikan baterai sudah mulai terisi. Setelah dipastikan lancer barulah bisa ditinggal untuk melakukan aktivitas lain.
Januar menegaskan jika terlalu sering gagal dalam mengisi ulang di SPKLU bisa merusak komponen kendaraan. Lalu ketika mengalami kejadian tersebut langkahnya adalah memutus aliran listrik dari mesin.
“Kalau gagal efeknya ke electronic charging lock bukan baterainya. Karena ada magnet jadi mengunci dan kabel tidak bisa dicabut,” ungkap Januar.
Dirinya juga mengatakan bahwa kejadian gagal dalam pengisian juga terjadi pada EV merek lain. Sehingga pemahaman akan persoalan di atas harus jelas agar tidak merugikan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 September 2026, 15:34 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
28 September 2026, 17:49 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
Terkini
01 Oktober 2026, 07:00 WIB
Martin bertekad tampil maksimal di MotoGP Jepang 2026 dan mempertahankan tempatnya di klasemen sementara
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Awal bulan menjadi waktu yang tepat untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara di SIM keliling Bandung
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade pengoperasian sistem ganjil genap Jakarta, disebut masih cukup relevan mengatur lalu lintas
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mengawali Oktober 2026, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda
30 September 2026, 22:20 WIB
Shell Lubricants berhasil mempertahankan prestasinya dalam penjualan yan berada di puncak selama dua dekade
30 September 2026, 20:53 WIB
Astra Daihatsu Motor mengklaim berhasil mencatatkan penjualan 4.156 baru di Solo, Semarang dan sekitarnya
30 September 2026, 17:00 WIB
Belum ada kepastian perubahan aturan, namun penerapan ganjil genap Jakarta akan dievaluasi setelah satu dekade
30 September 2026, 15:34 WIB
Mobil listrik Jaecoo J5 EV tuai respons positif, waktu tunggunya sempat mengular dan tembus satu bulan