Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Akio Toyoda, Chairman of the Executive Board Toyota lebih optimis dengan mobil hybrid ketimbang mobil listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kehadiran mobil listrik bukan jadi satu hal yang asing buat masyarakat saat ini. Elektrifikasi digencarkan guna mencapai target NZE (Net Zero Emission) dalam beberapa tahun ke depan.
Masih banyak kendala dihadapi meskipun animo mulai terlihat. Tidak terkecuali di Indonesia ditandai dengan banyaknya variasi model mobil listrik baru hadir.
Produsen China semakin banyak hadir dan menyuguhkan beragam kendaraan elektrifikasi dengan ciri khas harga terjangkau, diharapkan bisa meraih lebih banyak lapisan konsumen dan kejar target NZE.
Namun Akio Toyoda, Chairman of the Executive Board Toyota punya pendapat beda. Menurut dia kendaraan masa depan tidak bakal sepenuhnya mengandalkan BEV (Battery Electric Vehicle).
“Tidak peduli seberapa maju BEV menurut saya market share mereka akan stagnan di 30 persen. Sisa 70 persen di HEV (Hybrid ELectric Vehicle), FCEV dan mobil hidrogen,” ungkap Toyoda dilansir dari Toyota Times, Kamis (25/1).
Pada akhirnya ia merasa kendaraan konvensional atau bermesin bensin akan tetap ada terlepas dari komitmen elektrifikasi global yang tengah digencarkan.
Ini menjadi salah satu alasan TMC (Toyota Motor Corporation) tidak cuma berfokus pada BEV. Bahkan seperti di Indonesia pabrik asal Jepang ini lebih banyak hadirkan mobil hybrid.
“Hal itu akan jadi sesuatu yang ditentukan oleh konsumen dan pasar, bukan regulasi ataupun kekuatan politik,” tegas Toyoda.
Belum lama diberitakan Toyota bersama Pertamina kolaborasi membangun Stasiun Pengisian Hidrogen. Guna mendukung studi itu disediakan Toyota Mirai generasi pertama.
Perlu jadi catatan hal tersebut bukan merupakan pertanda kehadiran Toyota Mirai untuk pasar Tanah Air, melainkan sebatas riset.
Bob Azzam, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) menegaskan jangan sampai unit dibawa tapi infrastruktur tidak tersedia.
Dibawanya Toyota Mirai juga jadi bentuk komitmen pengembangan teknologi sehingga tidak tertinggal dari negara tetangga. Tapi perlu ada persiapan matang.
“Jangan belum apa-apa dihitung kapan balik modalnya karena sangat sulit. Barang-barang teknologi itu sangat sulit untuk dihitung,” tegas dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
02 September 2026, 15:00 WIB
02 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
13 September 2026, 19:55 WIB
Marc Marquez kembali mendominasi dan ada di puncak klasemen sementara setelah MotoGP San Marino 2026
13 September 2026, 18:11 WIB
Astra Financial menunjukkan komitmennya akan penguatan literasi keuangan di Indonesia mencetak Duta OJK Peduli
13 September 2026, 17:47 WIB
YIMM baru saja menggelar acara Yamaha Dirt Bike Experience chapter Skill Up berlokasi di Sirkuit Cibereum
12 September 2026, 22:30 WIB
Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan
12 September 2026, 21:09 WIB
Marquez melanjutkan tren positif, usai meraih kemenangan dengan mudah di sprint race MotoGP San Marino 2026
12 September 2026, 11:00 WIB
Menyitat data resmi AISI, wholesales motor baru pada Agustus 2026 hanya berada di angka 596.461 unit saja
12 September 2026, 09:00 WIB
Marquez berpotensi keluar sebagai pemenang di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano pada akhir pekan nanti