UFilm Resmi Jadi Kaca Film OEM Mobil Listrik Jaecoo J5
14 Februari 2026, 12:00 WIB
Akio Toyoda, Chairman of the Executive Board Toyota lebih optimis dengan mobil hybrid ketimbang mobil listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kehadiran mobil listrik bukan jadi satu hal yang asing buat masyarakat saat ini. Elektrifikasi digencarkan guna mencapai target NZE (Net Zero Emission) dalam beberapa tahun ke depan.
Masih banyak kendala dihadapi meskipun animo mulai terlihat. Tidak terkecuali di Indonesia ditandai dengan banyaknya variasi model mobil listrik baru hadir.
Produsen China semakin banyak hadir dan menyuguhkan beragam kendaraan elektrifikasi dengan ciri khas harga terjangkau, diharapkan bisa meraih lebih banyak lapisan konsumen dan kejar target NZE.
Namun Akio Toyoda, Chairman of the Executive Board Toyota punya pendapat beda. Menurut dia kendaraan masa depan tidak bakal sepenuhnya mengandalkan BEV (Battery Electric Vehicle).
“Tidak peduli seberapa maju BEV menurut saya market share mereka akan stagnan di 30 persen. Sisa 70 persen di HEV (Hybrid ELectric Vehicle), FCEV dan mobil hidrogen,” ungkap Toyoda dilansir dari Toyota Times, Kamis (25/1).
Pada akhirnya ia merasa kendaraan konvensional atau bermesin bensin akan tetap ada terlepas dari komitmen elektrifikasi global yang tengah digencarkan.
Ini menjadi salah satu alasan TMC (Toyota Motor Corporation) tidak cuma berfokus pada BEV. Bahkan seperti di Indonesia pabrik asal Jepang ini lebih banyak hadirkan mobil hybrid.
“Hal itu akan jadi sesuatu yang ditentukan oleh konsumen dan pasar, bukan regulasi ataupun kekuatan politik,” tegas Toyoda.
Belum lama diberitakan Toyota bersama Pertamina kolaborasi membangun Stasiun Pengisian Hidrogen. Guna mendukung studi itu disediakan Toyota Mirai generasi pertama.
Perlu jadi catatan hal tersebut bukan merupakan pertanda kehadiran Toyota Mirai untuk pasar Tanah Air, melainkan sebatas riset.
Bob Azzam, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) menegaskan jangan sampai unit dibawa tapi infrastruktur tidak tersedia.
Dibawanya Toyota Mirai juga jadi bentuk komitmen pengembangan teknologi sehingga tidak tertinggal dari negara tetangga. Tapi perlu ada persiapan matang.
“Jangan belum apa-apa dihitung kapan balik modalnya karena sangat sulit. Barang-barang teknologi itu sangat sulit untuk dihitung,” tegas dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Februari 2026, 12:00 WIB
14 Februari 2026, 10:30 WIB
14 Februari 2026, 07:00 WIB
13 Februari 2026, 19:22 WIB
13 Februari 2026, 17:55 WIB
Terkini
14 Februari 2026, 17:00 WIB
Suzuki Indomobil Sales menggelar seremoni pengukuhan ketua umum baru Karimun Club Indonesia di IIMS 2026
14 Februari 2026, 16:00 WIB
Jetour Dashing Inspira hadir di IIMS 2026 untuk menggoda para keluarga muda di daerah urban atau perkotaan
14 Februari 2026, 15:00 WIB
Tiga pemenang kompetisi desain VW ID Buzz yang digelar bersama Kementerian Ekraf telah resmi diumumkan
14 Februari 2026, 13:03 WIB
Peserta test drive unit andalan Suzuki di IIMS 2026 bisa mendapatkan beragam hadiah-hadiah yang menarik
14 Februari 2026, 13:00 WIB
DFSK Super Cab digunakan oleh BNPB sebagai unit water treatment yang ditempatkan di lokasi-lokasi bencana
14 Februari 2026, 12:00 WIB
Kehadiran Denza B5 langsung mencuri perhatian banyak pihak, pencinta otomotif penasaran dengan produk tersebut
14 Februari 2026, 12:00 WIB
Jaecoo J5 EV yang ramai dipesan oleh masyarakat Indonesia telah menunjuk UFilm sebagai pemasok kaca film resmi
14 Februari 2026, 11:00 WIB
Jetour menggandeng beberapa pihak dalam melakukan investigasi terbakarnya T2, seperti Kemenhub dan KNKT